Kasus yang sempat membuat warga heboh itu terjadi di kedai bakso di Jalan Sunan Ampel, RT 2/RW 3, Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. Warga yang melihat pertengkaran itu langsung berusaha melerainya. Suami dan teman lelaki NR langsung meninggalkan lokasi. Sedangkan, NR diamankan ke rumah ketua RT 2, Kartika.
Yan, pemilik warung bakso itu mengaku terkejut ketika ada seorang lelaki datang ke warungnya dan memukul NR. “Saya tidak tahu pastinya mengapa memukul. Dia tiba-tiba datang dan langsung memukul,” ujarnya.
Ketua RT 2 Kartika mengaku melihat kepala NR mengeluarkan darah. Karenanya, pihaknya langsung berusaha menolongnya agar tidak dipukul kembali. “Kasihan takut dipukul lagi,” ujarnya.
Dari keterangan sejumlah warga, kata Kartika, NR bekerja di salah satu pabrik garmen di Kota Probolinggo dan telah bersuami. Sejak sekitar 4 bulan lalu, NR ada masalah dengan suaminya. Rabu (6/1) sore, NR makan bakso bersama seorang pria lain yang belum diketahui identitasnya.
“Sepulang kerja, NR dijemput oleh teman lelakinya itu. Keduanya kemudian makan bakso di tempat kejadian perkara. Tetapi, suami NR ternyata membuntuti mereka,” ujar Kartika.
Saat NR dan teman lelakinya makan bakso, tiba-tiba suami NR datang dan langsung memukul kepala NR menggunakan gelas yang tersedia di warung. Akibatnya, kepala NR terluka.
Kejadian juga mengundang perhatian Unit PPA Satreskrim Polres Probolinggo Kota. Mereka langsung turun ke lokasi kejadian. Di sana, mereka mendapati dua sepeda motor tanpa tuan. Masing-masing Honda Beat bernopol N 2924 QY dan Suzuki Smash bernopol N 4190 HHE. Ada juga tiga batang kayu dan sandal japit, namun tidak diketahui siapa pemiliknya.
Barang-barang itu dibawa penyidik Unit PPA ke Mapolres Probolinggo Kota. Begitu juga dengan NR. Sayang, hingga Kamis (7/1) sore, Kanit PPA Polres Probolinggo Kota Ipda Kumoro Seto belum berhasil dimintai keterangan terkait kejadian ini. (rpd/rud) Editor : Muhammad Fahmi