Peristiwa nahas ini terjadi di Taman Maramis, Kelurahan/ Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. Muhammad Hamzah pada sejumlah awak media menjelaskan, mulanya ia bersama Diki berboncengan mengendarai motor. Mereka melintasi jalan di depan Taman Maramis.
Tiba-tiba, sekelompok pemotor datang dari belakang mereka. Sekelompok pemotor itu memblayer motor dengan keras dan langsung menyerang mereka. Mereka diserang dengan celurit. Akibatnya, Hamzah dan rekannya Diki terkena sabetan celurit.
“Jadi mereka langsung menyerang begitu saja. Karena bawa sajam, kami melarikan diri dan motor Diki ditinggal di lokasi. Saat kami kembali, motor Diki sudah hilang dibawa komplotan pemotor tersebut,” kata Hamzah saat menjalani perawatan di IGD RSUD dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo.
Kanit IV Satreskrim Polres Probolinggo Kota Iptu Joko Murdiyanto menerangkan, pihaknya sudah memeriksa empat saksi serta olah TKP setelah kejadian. “Kami sudah memeriksa empat saksi, yakni Hamzah, orang tuanya, serta dua temanya. Diki yang dirawat di RSUD Waluyo Jati belum kami periksa,” kata Joko, Jumat (11/12) pagi.
Hasilnya menurut dia, kejadian itu bermula dari aksi blayer dua kelompok pemotor. Awalnya korban bersama lima rekannya bersepeda motor melintas di taman maramis. Lalu dari arah selatan atau berlawanan ada sekelompok pemotor lain dengan jumlah lebih banyak. “Jumlahnya tidak diketahui. Namun, motornya saja ada sekitar enam motor dan beberapa di antaranya ada yang berboncengan tiga,” tambahnya.
Kemudian mereka saling blayer. Kedua kelompok tersebut berpisah dan melanjutkan perjalanan masing-masing. Tanpa disengaja, kedua kelompok ini bertemu kembali di Taman Maramis. Lalu terjadilah aksi blayer kedua kalinya, serta diikuti aksi tawuran.
“Karena kelompok korban ini lebih sedikit dibandingkan kelompok satunya, apalagi ada dua orang yang membawa sajam, maka kelompok korban melarikan diri. Ada dua motor motor yang ditinggal saat melarikan diri. Yakni motor yamaha Vixion milik Hamzah dan motor Honda Beat milik Diki,” tandas Iptu Joko.
Karena dua motor tertinggal, beberapa rekan korban kembali ke lokasi tawuran. Saat itu motor milik Hamzah masih ada. Sementara motor Diki tidak ada, dibawa sekelompok pemotor itu.
“Usai ambil motor, Hamzah diantar teman-temannya ke RSUD Mohamad Saleh lantaran kena celurit di punggung. Sementara Diki yang kena celurit di kepala dirawat di RSUD Waluyo Jati,” teranngya.
Belum diketahui, Diki ke RSUD Waluyo Jati naik apa. Diperkirakan Joko, Diki melarikan diri dan pulang. Sebab, rumahnya di Pabean, Dringu. Namun, karena luka dia lantas ke RSUD Waluyo Jati. “Kami masih terus menelusuri aksi ini,” kata Iptu Joko. (rpd/hn) Editor : Jawanto Arifin