Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Baca WA dari Anak di Jl Ijen Pilang, HP Guru SD Dijambret  

Muhammad Fahmi • Jumat, 3 Juli 2020 | 14:25 WIB
Photo
Photo
KADEMANGAN, Radar Bromo- Warga Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Rahayu Wulyaningsih, 55, harus kehilangan handphone-nya. Rabu (1/7), sekitar pukul 17.30, HP-nya dijambret ketika ia sedang membaca pesan WhatsApp dari anaknya di Jalan Ijen, Kelurahan Pilang.

Kini, kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Kademangan. Guru SDN Pilang 2 yang akrab disapa Yayuk tersebut mengaku, sore itu bersepeda onthel bersama dua cucunya dengan berkeliling di sekitar kampung. Usai berkeliling, dia mengantarkan cucunya ke rumah orang tuanya yang masih satu kelurahan.

Usai mengantar sang cucu, pulang melintas di Jalan Ijen. Karena Hp-nya berdering, ia memutuskan berhenti dan menjawab panggilan telepon. “HP saya masukin tas kecil. Karena ada telepon dari ibu saya yang di Mojokerto, saya berhenti dan mengangkatnya. Setelah telepon, saya sudah mau masukan HP ke tas lagi, tapi karena ada WA dari anak saya yang mondok, saya baca WA-nya sebentar,” ujarnya.

Saat itulah, pelaku dengan mengendarai sepeda motor Honda Vario hijau menyabet Hp-nya dari belakang. Berhasil, pelaku langsung tancap gas ke timur. “Saya langsung bingung dan panik. Jadi, saya kurang memperhatikan pelat nomornya. Yang jelas dia (pelaku) tidak mengenakan helm. Hanya pakai jaket jamper hitam dan kepalanya ditutupi dengan topi jaketnya itu,” jelasnya.

Menurutnya, ada warga yang melihat pelaku awalnya dari barat. Melihat Yayuk asyik dengan HP-nya, pelaku putar arah dan menyambar gadget-nya dari belakang. “Sepertinya pelaku orang dekat sini. Soalnya nggak pakai helm. Orangnya gemuk, agak pendek. Gak kelihatan wajahnya, karena nggak noleh,” jelasnya.

Seorang guru ini berharap HP-nya bisa kembali. Mengingat, di dalamnya tersimpan data sekolah dan materi pelajaran muridnya. “Saya kepikiran data yang ada di HP. kalau nggak ketemu, saya gak bisa mengajar dan memberi materi ke anak-anak,” ujarnya.

Kapolsek Kademangaan AKP Sumardjo mengatakan, aksi pejambretan itu masih diselidiki. Penyidik juga masih terus berupaya mencari saksi untuk memperkuat penyelidikan. “Masih didalami. Sebab, mencari pelaku yang minim keterangan ini butuh waktu juga,” ujarnya. (rpd/rud) Editor : Muhammad Fahmi
#jambret di probolinggo #jambret hp #Polres Probolinggo Kota #guru sd dijambret #jambret di kota probolinggo