Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pembunuh Calon Dokter Ikut Takziah ke Rumah Duka, Foto Bareng Keluarga

Muhammad Fahmi • Selasa, 19 April 2022 | 05:00 WIB
GANDENG TANGAN AYAH KORBAN: Tersangka Ziath Ibrahim Balbyd (peci putih) saat takziah ke rumah korban. Ia nampak menggandeng tangan ayah korban saat takziah. Ziath takziah bersama anak tiri (kiri, tersangka) dan istrinya (paling kiri).
GANDENG TANGAN AYAH KORBAN: Tersangka Ziath Ibrahim Balbyd (peci putih) saat takziah ke rumah korban. Ia nampak menggandeng tangan ayah korban saat takziah. Ziath takziah bersama anak tiri (kiri, tersangka) dan istrinya (paling kiri).
TULUNGAGUNG, Radar Bromo–Ziath Ibrahim Balbyd, 37 cukup tega dan berdarah dingin. Usai membunuh Bagus Prasetyo Lazuardi, 25, ayah tiri kekasih korban itu cukup tenang. Bahkan, tersangka bersama anak tiri dan istrinya ikut takziah ke rumah duka korban.

Orang tua korban mengaku, pihak keluarga tidak tahu menahu mengenai perkembangan kasus pembunuhan yang menimpa Bagus. Meski ayah tiri pacar korban, Ziath Ibrahim Balbyd (ZI), sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Sejak anak saya meninggal, saya tidak melihat pemberitaan di media massa. Penyelidikan kasus saya berikan sepenuhnya kepada kepolisian. Karena saya masih tidak kuasa melihat kasusnya dan masih butuh ketenangan,” terang ayah korban, dr. Tutit Lazuardi, SP.Og.

https://radarbromo.jawapos.com/news/12/04/2022/hilang-6-hari-mayat-mahasiswa-kedokteran-ditemukan-di-purwodadi/

Keluarga pun saat ini masih berkabung. Saat memperingati tujuh hari kematian Bagus, Senin (18/4), raut wajah dokter spesialis kandungan itu masih sedih. Saking sedihnya, bapak empat anak ini menghindari kabar perkembangan kasus itu. Baik dari polisi, media massa, dan teman-temannya.

Tutit sendiri terakhir bertemu dengan pihak kepolisian saat proses otopsi di Sidoarjo. Saat itu, dia meminta waku kepada polisi untuk menenangkan hati. Jika siap, Tutit akan langsung ke Polda Jatim memenuhi panggilan kepolisian.

Tutit sendiri sempat bertemu dan ngobrol dengan tersangka Ziath, sebelum lelaki itu ditetapkan sebagai tersangka. Berdasarkan informasi di lapangan, keluarga korban sempat ngobrol dengan tersangka Ziath saat lelaki itu takziah.

https://radarbromo.jawapos.com/pandaan/13/04/2022/bagus-masih-kuliah-semester-akhir-ayahnya-seorang-dokter-spesialis/

ZI takziah pada Rabu (13/4) sore setelah korban dimakamkan. Tidak sendirian, ZI takziah bersama istrinya dan TS, anak tirinya yang tak lain pacar korban. “Sempat mengobrol dengan dia (tersangka ZI),” kata ayah korban, dr. Tutit Lazuardi, SP.Og.



Bahkan, foto bersama keluarga korban dan keluarga ZI tersebar di sosial media. Menurut Tutit, TS dan keluarganya memang sempat foto bersama saat akan pulang takziah. Dimungkinkan yang menyebarkan foto itu TS atau teman-teman dari Malang.

Tutit sendiri baru mengenal dan bertemu TS saat takziah. TS mengaku sebagai adik tingkat dan teman dekat korban. Bagus dan TS baru saling kenal satu bulan saat sama-sama menjalani praktik di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar.

Diberitakan sebelumnya, mayat pemuda yang beralamat di Jalan Letjen Suprapto 28 RT 03/RW 05, Tulungagung, itu ditemukan warga di sebuah lahan kosong Dusun Krajan, Desa Purwodadi, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Selasa (12/4) pagi. Lokasi penemuan mayat tidak jauh dari Jalan Umum Jurusan Surabaya-Malang. Tubuh korban disembunyikan di semak-semak lahan kosong bekas bongkaran gedung.

 

https://radarbromo.jawapos.com/pasuruan/16/04/2022/calon-dokter-itu-dibunuh-ayah-tiri-pacar-korban-yang-cemburu/

 

Korban ditemukan dalam posisi telentang lengkap dengan pakaian dan jam tangan serta uang Rp 150 ribu. Di lokasi, polisi tak mendapati selembar pun kartu identitas di tubuh maupun pakaian korban. Identitas korban baru diketahui melalui pemeriksaan sidik jari dengan Mobile Automated Multi Biometric Identification System (MAMBIS).

Jasad korban lalu diotopsi untuk mengetahui lebih lanjut mengenai penyebab kematiannya. Berdasarkan hasil autopsi, korban diketahui tewas akibat kekerasan benda tumpul pada bagian dada. Sebab paru-parunya nengempis. Ada dugaan korban diinjak pelaku.

Sebelum ditemukan tewas, korban diketahui sempat keluar dengan kekasihnya untuk buka bersama. Setelah itu korban mengantar sang kekasih ke rumahnya. Selanjutnya, korban tak bisa dihubungi dan dikabarkan hilang oleh keluarganya. (jar/radartulungagung/mie) Editor : Muhammad Fahmi
#pembunuhan pasuruan #mahasiswa kedokteran dibunuh #mahasiswa universitas brawijaya tewas #pembunuhan mahasiswa kedokteran