Mentaati Umpan yang Dilarang saat Lomba Memancing

Inneke Agustin • Dipublikasikan Sabtu, 18 Juli 2026 | 09:25 WIB
HARUS PAHAM REGULASI: Angler di Bromo Fishing menyiapkan umpan sebelum berlomba. (Foto: Istimewa)
HARUS PAHAM REGULASI: Angler di Bromo Fishing menyiapkan umpan sebelum berlomba. (Foto: Istimewa)

 

MEMANCING di sebuah kolam pancing tentu harus mentaati aturan yang dibuat pengelola. Aturan ini menjadi pedoman dan menjadi “hukum wajib” bagi para angler khususnya peserta.

Seiring meningkatnya antusiasme hobi memancing, sejumlah pengelola kolam pancing harian maupun galatama kini memperketat pengawasan terhadap penggunaan umpan. Langkah ini diambil guna jalannya lomba bisa fair.

Ada pula untuk mengantisipasi maraknya penggunaan zat kimia berbahaya dan umpan alami yang dilarang, karena berisiko merusak kualitas air serta ekosistem kolam.

Sebagai seorang angler, pemancing tentu harus manut. Angler harus selektif dalam meracik umpan guna menghindari sanksi diskualifikasi hingga denda administrasi.

Di Bromo Fishing misalmnya. Ada beberapa umpan yang dilarang digunakan. Aturan ini bahkan diumumkan sebelum lomba digelar.

“Umpan-umpan yang dilarang ini pasti kami umumkan jauh hari sebelum lomba digelar. Bukan hanya di Bromo Fishing. Di kolam-kolam pancing lainnya, pasti punya aturan main dan biasanya tiap daerah berbeda,” kata Kapten Bromo Fishing, Ainul Mashudi.

Jenis umpan yang masuk daftar hitam pengelola kolam pancing menegaskan ada beberapa jenis umpan yang mutlak dilarang di area steril pemancingan.

Antara lain bahan kimia dan essen berbahaya. Penggunaan essen berbahan dasar kimia keras atau cairan perangsang ikan yang mengandung zat pembius (seperti potas atau jenis obat-obatan tertentu). Zat ini tidak hanya membuat ikan lemas seketika, tetapi juga mengendap di dasar kolam dan meracuni ikan lainnya.

Begitu pula umpan hewani atau umpan hidup. Beberapa kolam melarang penggunaan lumut, lintah, darah binatang segar, atau umpan berbau menyengat ekstrem yang dapat merusak kualitas kejernihan dan kebersihan air kolam secara cepat.

“Umpan ini biasanya dikhawatirkan akan menimbulkan bekas di kolam. Misalnya lumut, yang dapat menganggu ekosistem di kolam. Begitu juga dengan lintah,” beber Abah Ting, panggilan akrab Ainul Mashudi.

Umpan larangan yang jelas tak diperbolehkan lainnya adalan umpan buatan beracun. Penggunaan umpan tiruan yang dilapisi zat adiktif kimia berbahaya yang dapat menyisakan residu beracun di mulut ikan setelah dilepaskan kembali (catch and release).

Abah Ting memberikan tip cara menghindari umpan larangan bagi angler untuk menghindari pelanggaran tidak sengaja. Para pemancing disarankan menerapkan beberapa langkah preventif sebelum melempar joran.

Pertama, angler harus memahami regulasi lokal di kolam. Meski diumumkan, taka da salahnya angler bertanya kepada panitia atau pengelola kolam mengenai daftar umpan yang diperbolehkan sebelum membeli tiket masuk.

Kedua, gunakan racikan umpan alami yang aman. Pilih bahan-bahan organik standar yang aman bagi air, seperti pelet murni, tepung ikan, ampas kelapa, atau umpan hidup standar seperti cacing tanah dan jangkrik tanpa campuran zat kimia tambahan.

“Tetapi sekali lagi, regulasi di tiap kolam berbeda. Di kota besar seperti Ssurabaya, ada beberapa kolam yang bahkan melarang penggunaan umpan alami seperti ulat sagu dan lainnya. Di sinilah pentingnya bertanya,” beber Abah Ting.

Jika memang melanggar, maka pengelola kolam tentu akan memberi peringatan. “Seperti di Bromo Fishing. Jika kami menemukan ada yang melanggar, langkah pertama, kami akan memberi tahu angler yang bersangkutan. Bila tetap penggunakan dan melanggar, maka ancaman diskualifikasi bisa kami berikan,” beber Abah Ting. (gus/fun)

Editor : Abdul Wahid
umpan ikan bromo fishing mancing