Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Memancing Pakai Tegek, Melatih Akurasi tapi Punya Sensasi Tersendiri

Inneke Agustin • Sabtu, 6 Juni 2026 | 08:03 WIB
PANJANG: Joran tegek yang biasa digunakan angler untuk memancing di kolam atau tambak. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
PANJANG: Joran tegek yang biasa digunakan angler untuk memancing di kolam atau tambak. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

JARUM jam menunjukkan pukul 12.00. Matahari sudah berada tepat di atas kepala yang terasa begitu menyengat karena saat ini sudah masuk musim kemarau.

Walau suasana begitu terik, ini tak menyurutkan Hendro untuk pergi memancing di sebuah tambak yang ada di wilayah perbatasan Kecamatan Gadingrejo dan Kecamatan Kraton.

Ini adalah waktu yang pas dan bebas bagi Hendro tiap ahad, di hari liburnya. Dia selalu berangkat setelah semua pekerjaan rumah seperti beres-beres rumah.

Begitu tiba, dia langsung mengeluarkan joran tegek 3 meter. Hendro duduk di tepian tambak ikan bandeng. Seraya sudah fasih, Hendro langsung  memasang umpan lalu secepatnya mengarahkan ke tengah tambak.

Tak ada suara reel yang "ngiiiing".  Tak ada joran mahal yang bisa dilempar hingga puluhan meter.

Cuma ada  pelampung warna merah-putih yang ngambang. Seperti angler pada umumnya, Hendro lalu sabar menunggu umpannya dimakan.

"Pakai tegek itu latihannya sabar," kata Hendro sembari menyalakan rokok kreteknya.

Tegek yang dimaksud adalah joran tanpa reel dan mengandalkan akurasi saat melempar senar dan umpan.  Sehingga dia tidak bisa berharap dapat ikan dengan jarak jauh. Tapi Hendro sabar. Sekali, dua kali, tiga kali umpan dilempar, belum ada yang gondola.

Baru tepat di menit 30, ikan bandeng datang. Pelampung yang awalnya anteng, lalu bergoyang. :Ini yang bikin nagih. Di pancing reel, kita bisa gulung benang sambil scroll HP. Di tegek tak bisa.

Begitu pelampung goyang, tangan langsung reflek. Telat sedetik aja, umpan udah disikat habis,” kata Hendra.

Ini terlihat saat joran tegek milik Hendra, nyaut. Begitu dapat, tak ada bunyi drag. Yang ada cuma suara Hendro menahan napas, ngangkat joran pelan-pelan. Benar-benar adu mekanik murni.

Saat ikan sudah di darat, Hendro tertawa lepas. "Dapatnya tak banyak. Tapi rasanya beda. Memancing dengan tegek itu seperti ngobrol dengan airnya langsung,” katanya.

Apa yang dilakukan Hendra, juga banyak dilakukan angler lainnya. Terlebih pemancing di kolam atau sungai. Kapten Bromo Fishing Ainul Mashudi mengatakan, memancing dengan tegek itu mengajarkan 3 hal.

Pertama, akurasi lebih penting dari jauh. Kedua, diam itu bagian dari strategi.  Ketiga, bahagia itu saat pelampung dimakan ikan, bukan saat ember penuh,” beber Ainul Mashudi.

Di kolam Bromo Fishing, tegek juga menjadi alat yang banyak dipakai para peserta. Angler yang memakai tegek, tentu tak selalu kalah dengan mereka yang memancing dengan joran reel. Angler pemakai tegek pastu punya berbagai cara dan strategi untuk mendapatkan ikan.

Meski tak ada reel dan mengandalkan perasaan, Ainul Mashudi bilang, ada sensasi tersendiri saat memancing dengan tegek.

“Jorannya juga terjangkau dan sanggup mengangkat ikan dengan bobot berat sekalipun. Nah, sensasinya itu ketika menarik ikan setelah umpan dimakan. Perlu mengatur tenaga agar ikan bisa sampai di darat,” beber pria yang akrab disapa Pak Ting itu.

Apakah tegek cocok untuk pemula? Pak Ting menyebut, tegek memang membutuhkan akurasi saat melempar. Namun joran tegek hanya cukup tak perlu ribet untuk perawatannya. 

Memancing Tanpa Reel

Keunggulan

          Mudah dan Anti Ribet

dan Gampang DipelajariNggak ada reel, nggak ada bail arm, nggak ada setelan drag. Tinggal lempar, tunggu pelampung goyang, sentak. 

          Low Budget dan Perawatan Mudah

Satu set tegek, senar dan pelampung bias dibeli hanya dengan [puluhan atau ratusan ribu rupiahj. Angler tak perlu repot service reel atau takut bearing karatan. Jika putus, cukup ganti senar 

          Sensitif ke Getaran Kecil

Lantaran tak menggunakan reel yang meredam, getaran ikan saat ikan menggondol umpan bisa langsung terasa ke tangan lewat joran. Pelampungnya juga lebih valid bahkan ikan kecil seperti wader bisa terasa.

          Jangkauan Presisi

Joran tegek yang rentangnya 4-7 meter bisa mengarahkan umpan ke titik yang sama berkali-kali. Misal di sela eceng gondok, kolong jembatan, pinggir kangkung. Berbeda dengan memakai reel yang susah akurasinya.

          Lincah untuk Pindah Spot

Alat pancing dilipat  dan cukup dimasukkan ke dalam tas. Pindah dari kolam sat uke lainnya tinggal jalan. Tak perlu ribet bongkar pasang reel. Bila memancing liar di sungai, ini penting akan sangat memudahkan. 

Kekurangan

          Jangkauan lemparan terbatas karena hanya sepanjang joran dan senar

          Bila dapat ikan yang ukurannya di atas 5 Kg di sungai deras, joran rawan patah

          Tak bias memancing di dasar yang dalam banget

(gus/fun)

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#Tegek #hobi #memancing #fishing #angler