Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Musik Metal, Menjadi Media Kritik dan Suarakan Keadilan

Fahrizal Firmani • Minggu, 5 Januari 2025 | 17:10 WIB
DEATH METAL: Ade Pratama, vokalis band Berantai, terlihat totalitas tampil di hapadan penggemarnya.
DEATH METAL: Ade Pratama, vokalis band Berantai, terlihat totalitas tampil di hapadan penggemarnya.

HAMPIR semua orang mengenal musik. Musik dianggap bisa mengekspresikan perasaan dan membantu seseorang mengobati kekecewaan. Musik memiliki daya tarik pada nada dan irama yang indah. Tidak heran, berbagai kalangan usia menyukainya.

Genre musik bermacam-macam. Mulai dari pop, jazz, hingga rock. Salah satu genre musik yang cukup banyak peminatnya musik metal. Genre musik ini memiliki karakteristik yang keras dan lirik yang dianggap kontroversial.

Subgenre musik ini cukup banyak. Mulai dari heavy metal, black metal, death metal, hardcore, hingga green core. Pecinta musik metal dikenal sebagai metalhead. Mereka merupakan penggemar setia yang selalu mendengarkan musik metal di manapun berada.

Salah satu metalhead di Kota Pasuruan Ade Pratama mengaku menyukai musik metal, karena liriknya. Musik ini selalu membawakan spirit perlawanan dan pergerakan jiwa. Tema lirik yang disampaikan mulai dari protes sosial hingga ketidakadilan di masyarakat.

Ia mulai suka musik metal sejak 2010 saat masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Sejumlah band luar negeri aliran metal, seperti metallica hingga megadeath sangat mempengaruhi selera musiknya. Ia sering mendengarkan lagu mereka melalui YouTube.

ANTUSIAS: Band Berantai ketika tampil di hadapan penggemarnya menggunakan pakaian serba hitam sebagai identitas musik metal.
ANTUSIAS: Band Berantai ketika tampil di hadapan penggemarnya menggunakan pakaian serba hitam sebagai identitas musik metal.

“Karena suka musik metal, akhirnya saya memutuskan membentuk band pada tahun itu. Namanya Berantai. Aliran musik yang saya bawakan itu death metal," katanya.

Ade Pratama tampil sebagai vokalis. Ia mengaku memilih aliran musik death metal, karena subgrenre ini dinilai sangat cocok dengan jiwanya. Dengan musik ini, bisa menyuarakan fenomena di masyarakat yang dinilai tidak sesuai dengan cara elegan melalui lirik lagu.

“Kebijakan pemerintah yang tidak prorakyat hingga fenomena sosial yang dinilai sewenang-wenang selalu kami sampaikan melalui lirik lagu," jelas Ade.

Katanya, cukup banyak pecinta musik metal di Pasuruan. Ia pun membentuk komunitas sebagai wadah pecinta musik metal. Diberi nama Pasukan Pasuruan Celurit Ngawur (Pancung). Namun, nama ini hanya bertahan dua tahun. Pada 2012 berganti menjadi Pasuruan Under Division.

“Dinamakan Pasuruan Under Division, karena music metal itu termasuk aliran musik underground. Peminatnya tidak sebanyak musik pop atau dangdut,” jelasnya.

Metalhead lainnya, Taufan Aditya Rahman mengaku suka musik metal sudah lama. Sejak 2010 silam. Kesukaannya pada musik metal tidak terlepas dari band metal luar negeri, seperti Cannibal Corpse dan Suffo Cation.

Taufan sempat mendirikan band bersama empat temannya. Namanya, Begal. Bersama band metal lainnya, yakni Berantai, Intracereval Hemorrhage, dan Virgin Corpse, band-nya tergabung dalam Komunitas Metal Pancung hingga berganti nama menjadi Pasuruan Under Division.

“Karena suka musik metal, saya selalu menyempatkan datang ke warnet saat itu. Tujuannya, mengunduh lagu-lagu metal agar bisa dinikmati di mana saja," jelas Taufan.

Ia mengaku memberi nama band-nya, Begal agar mudah diingat. Mengingat Pasuruan sangat indentik dengan kejahatan begal. Subgenre musik yang dibawakan drain core. Sama seperti aliran metal lainnya, drain core juga membawakan tema kritik sosial.

“Metal itu musik yang ekspresif. Saya bisa menyampakaian perasaan dan uneg-uneg di hati melalui lirik lagu," ujar Taufan. (riz/rud)

 

JAGA KUALITAS: Band Berantai, tak lupa berlatih untuk menjaga kualitas dan mencoba lagu-lagu baru.
JAGA KUALITAS: Band Berantai, tak lupa berlatih untuk menjaga kualitas dan mencoba lagu-lagu baru.

=============

 MACAM MUSIK METALs

Heavy metal

Mempunyai karakter musik dengan alunan yang berat, dentuman drum yang keras, dan vokal yang melengking.

 Trash metal

Sub genre metal dengan permainan distorsi gitar dan drum yang cepat.

 Power metal

Memiliki ciri suara alat musik yang bombastis, alunan musik yang berat, dan vokal yang dalam. Lirik mengangkat mitologi, fantasi, hingga sejarah.

 Speed metal

Menghadirkan tempo yang sangat cepat dan permainan gitar hingga bass juga cepat.

 Metalcore

Tempo musik bisa berubah menjadi lambat secara tiba-tiba, biasanya riff ditunjukkan dalam satu note yang dimainkan patah patah.

 Death metal

Vokalis menggunakan teknik pig squeal. Musik ekstrem yang mengangkat tentang horror, kematian dan darah

 Deathcore

Mencampurkan scream dan pig squeal secara bersamaan. Dilanjut dengan clean vokal yang tinggi.

 Industrial metal

Menghadirkan musik yang keruh, tempo yang lambat, namun berat dengan vokal yang sangat rendah.

 Grindcore

Membawakan lagu dengan parau, gitar yang distel rendah, dan permainan drum yang juga parau dan cepat.

 Black Metal

Memiliki tempo musik yang cepat dengan scream yang tinggi. Memakai riasan wajah. Dan, membawakan lagu yang bertema setan, kesesatan, anti agama, dan melawan Tuhan.

=============

 

Single-Album Dipasarkan Terbatas

SEBAGAI band pada umumnya, Berantai dan Begal tetap melakukan latihan. Latihan dengan menyewa studio musik di Kota Pasuruan. Selama 14 tahun berkarya, mereka telah membuat sejumlah single dan mini album.

Vokalis Berantai, Ade Pratama mengaku kerap berlatih dengan menyewa studio musik di Jalan Hasanuddin, Kota Pasuruan. Latihan dilakukan sepekan dua kali. Tujuannya, untuk menjaga kualitas sekaligus mencoba lagu yang akan ditampilkan dalam konser.

Sejak didirikan, band-nya telah menciptakan dua mini album. Pertama dibuat pada 2012 dengan judul album Sugeng Rawuh. Mini album ini berisikan lima lagu yang membawakan tema tentang adat Jawa. Lalu, mini album kedua masih akan diluncurkan tahun ini.

DRAIN CORE: Taufan Aditya Rahman, vokalis band Begal tampil totalitas di hadapan penggemarnya.
DRAIN CORE: Taufan Aditya Rahman, vokalis band Begal tampil totalitas di hadapan penggemarnya.

“Perkiraan bisa selesai pada Februari. Berisikan lima lagu dengan tema tentang kritik sosial, politik, dan peperangan," jelas Ade.

Di luar dua mini album ini, band-nya sempat mengeluarkan dua single berjudul District of World pada 2014. Lagu ini membawa tema tentang perang antara Palestina dan Israel. Serta, single berjudul Demo pada 2018 tentang kehancuran dunia. Pemasaran mini album dan single ini terbatas.

Band-nya menjual mini album ini kepada penggemarnya melalui konser yang diadakan. Sementara, untuk single diunggah berupa video di YouTube. Kondisi ini dikarenakan peminat musik metal memang tidak sebanyak genre musik lain. Karena itu, penjualannya terbatas.

“Mini album yang dicetak paling berkisar 20 sampai 100 keping. Dipasarkan pada penggemar di seputar Jawa Timur, seperti Surabaya dan Malang," jelas Ade.

Hal senada juga diutarakan vokalis Begal, Taufan Aditya Rahman. Pemasaran karya band-nya dilakukan terbatas. Begal sempat mengeluarkan dua mini album. Mini album dikeluarkan pada 2012 dan 2014 lalu.

Mini album pada 2012 berisikan empat lagu dengan judul album moral makhluk Tuhan. Membawakan tema tentang moralitas manusia yang melenceng. Sedangkan mini album pada 2014 berjudul drain addict. Membawakan kritik pemerintah.

Untuk mini album pertama hanya dicetak 25 keping. Sementara mini album kedua dicetak 50 keping. Namun, album kedua ini dicetak sebagai hadiah setiap pembelian kaos. Ide lagu dari kejadian sehari hari.

“Cetak terbatas karena memang tidak semua bisa menerima lagu metal. Namun, kondisi ibi membuat musik metal lebih ekslusif," jelas Taufan. (riz/rud)

 

Tak Lupakan Identitas, Termasuk Pakaian

PENYANYI yang membawakan lagu genre musik pop, jaz, atau dangdut bisa tampil dengan pakaian warna apapun. Berbeda dengan musik metal, vokalis, dan anggota band mempertankan identitas mereka dengan selalu memakai pakaian serba hitam saat tampil manggung.

Hal ini diungkapkan oleh vokalis band Berantai, Ade Pratama. Katanya, saat tampil, band-nya selalu memakai kaus yang dipadukan dengan celana hitam. Meski tidak ada aturan khusus, namun warna hitam sudah menjadi identitas bagi musik metal.

"Musik hitam mencermikan nuansa musik metal. Menggambarkan perlawanan dari ketidakadilan sosial," jelas Ade.

BEGAL: Ban Begal, tampil kompak dalam sebuah konser. Band ini diberi nama Begal agar mudah diingat, karena di Pasuruan sering terjadi kejahatan begal.
BEGAL: Ban Begal, tampil kompak dalam sebuah konser. Band ini diberi nama Begal agar mudah diingat, karena di Pasuruan sering terjadi kejahatan begal.

Ia sering tampil di areal Jatim. Paling sering di Malang dan Surabaya. Saat manggung, band-nya bisa membawakan antara tiga sampai lima lagu. Masing-masing lagu berdurasi lima menit. Tarifnya bervariasi, tergantung lagu yang dibawakan. “Bisa antara Rp 300 ribu sampai Rp 1 juta untuk sekali manggung,” katanya.

Hal senada disampaikan vokalis Band Begal, Taufan Aditya Rahman. Katanya, pakaian hitam sudah menjadi kostum musik metal. Tidak elok rasanya jika memainkan musik metal, namun pakaian yang digunakan bukan warna hitam.

“Memang sudah jadi identitas musik underground. Kalau mau tampil membawakan musik metal, ya memakai pakaian serba hitam,” katanya.

Berbeda dengan band Berantai, dalam sekali manggung hanya membawakan tiga sampai lima lagu. Begal bisa tampil hingga 12 lagu. Sebab, durasi satu lagu genre drain core paling lama sekitar satu menit. Ada pula yang puluhan detik.

“Kalau musik metal lainnya memang bisa lebih dari lima menit. Apalagi musik black metal bisa dibawakan hingga 10 menit,” ujarnya. (riz/rud)

Editor : Ronald Fernando
#hobi #pasuruan #musik metal #musik