PECINTA dance terus bermunculan. Bahkan sampai terbentuk komunitas. Termasuk di Kota Pasuruan.
Mereka yang hobi nge-dance berkumpul menyalurkan hobi secara bareng-bareng. Tak hanya nge-dance, mereka juga mampu mengukir prestasi.
Dance bila terus ditekuni bisa melahirkan prestasi. Termasuk dance cover, seperti ditekuni sejumlah remaja dan pemuda Kota Pasuruan. Dengan nge-dance mereka mampu mendulang berbagai penghargaan.
Mereka juga rutin diminta tampil dalam event yang diadakan komunitas dan perguruan tinggi. Tidak hanya dalam kota, namun juga luar kota.
“Kami dikenal oleh pecinta K-pop. Sering diminta mengisi acara di kampus atau event yang diadakan oleh komunitas,” ujar salah seorang pehobi nge-dance, Vira Ramadani, 25.
Vira mengaku bersama sejumlah rekannya bergabung dalam komunitas dance, Angel Wings. Komunitas ini berdiri sejak 2015. Komunitas ini fokus membuat cover dance JKT 48 dan K-POP.
Agar tetap eksis, Vira mengatakan, komunitasnya rutin berlatih. Empat kali dalam sepekan.
Bisa berkumpul di Stadion Untung Suropati atau Taman Kota Pasuruan. Waktunya fleksibel. Bisa sore atau malam, karena mayoritas anggota masih sekolah.
“Saat bertemu, kami elakukan latihan dance. Fokusnya meng-cover dance dari K-Pop atau JKT 48,” ujarnya.
Menurutnya, banyak yang telah mengapresiasi hobi nge-dance ini. Video cover dance yang diunggah di Youtube dan Tiktok diminati dan dilihat cukup banyak penonton. Di luar itu, timnya juga sesekali mengikuti lomba dance.
Dengan hobi ini, kata Vira, pihaknya mempunyai banyak kesempatan memiliki pertemanan lebih luas.
Sebab, anggota Angel Wings dari lintas usia. Saat bertemu dengan anggota lainnya, mereka juga sering bercanda.
“Saya yang sudah berumur 20-an, jadi punya teman yang masih sekolah hingga kuliah,” katanya.
Anggota lainnya, Nisful Imani, 20, mengaku suka nge dance, terutamanya dance K-Pop. Ia ingin lebih profesional dan meraih prestasi.
“Karena suka dance, makanya bergabung. Merasa keren bisa nge-dance. Selain itu, ini kan positif. Bisa buang keringat sekaligus olahraga,” ujar satu-satunya anggota cowok yang bergabung sejak dua bulan lalu itu. (riz/rud)
Job Event tanpa Patok Tarif
ANGEL Wings sering menjadi bintang tamu dalam sejumlah event yang diselenggarakan perguruan tinggi atau komunitas.
Uniknya, mereka tidak mematok tarif. Semua uang yang diterima masuk kas komunitas.
Kholifatur Rosyidah, 23, anggota Angel Wings mengatakan Angel Wings sering manggung.
Sejauh ini laing jauh ke Jember, Malang, dan Lumajang. Pernah juga tampil di salah satu acara di televisi swasta nasional pada 2018.
Menurutnya, timnya tidak pernah mematok tarif. Ia biasanya mengikuti kemampuan yang pengundang.
Lamanya tampil disesuaikan dengan tarif. “Saat diundang, tarif yang diterima itu termasuk akomodasi,” ujarnya.
Uang yang diterima saat tampil dalam sebuah event langsung masuk kas komunitas.
Sesuai kesepakatan awal anggota. Alasannya, dance bukanlah pekerjaan, melainkan sekadar hobi. “Sehingga, anggota tidak mengambil sepeserpun,” jelasnya.
Saat tampil dalam sebuah event, timnya selalu memakai kostum. Disesuaikan dengan lagu yang akan dibawakan.
Kostum ini dibuat sendiri menggunakan jasa tukang jahit. Paling murah Rp 200 ribu dan paling mahal Rp 500 ribu. Tergantung ornamen yang dipakai. Semakin banyak dan rumit, semakin mahal.
Saat membawakan lagu dan dance dari JKT 48, model kostum selalu dibuat mirip dengan JKT 48. Bedanya hanya warna dan motif.
Misal, kostum JKT 48 pada lagu tertentu kotak biru. Angel Wings bisa tetap motif kotak, namun warnya berbeda.
“Pemakaian kostum bisa berkali-kali. Kecuali kostum yang dimiliki tidak sesuai sama lagu yang dibawakan, ya bikin kostum baru,” ujar perempaun yang akrab disapa Ifa ini.
Karena itu, satu anggota Angel Wings dipastikan memiliki kostum cukup banyak. Bisa 10 hingga 15 kostum. Namun, setiap kali membawakan dance cover K-POP, timnya tidak menggunakan kostum ala JKT 48. Melainkan baju kasual, seperti pakaian putih dan rok batik. (riz/rud)
Sering Ukir Prestasi
SEBAGAI komunitas yang mewadahi mereka yang suka dance, Angel Wings memiliki prestasi yang cukup baik di bidang dance. Sedikitnya, enam kali komunitas ini meraih juara. Kompetisi ini diikuti untuk dance K-POP.
Azzah Rizzadatul Aisy Maulidiah, 17, anggota Angel Wings menuturkan, ada 12 anggota Angel Wings yang aktif. Paling lama Vira Ramadhani, yang bergabung sejak 2015. Yang paling baru Nisful Imani, yang bergabung pada 2024.
Katanya, di luar tampil dalam event komunitas dan perguruan tinggi, Angel Wings sering mengikuti perlombaan dance. Terhitung enam kali timnya menjadi juara. Seluruhnya dilaksanakan di jawa timur.
Seluruh prestasi ini diraih sebelum Pandemi Covid-19. Di antaranya, juara II Minori Universitas Brawijaya pada 2017, juara II Polinema J-Co Sokai pada 2018 dan juara III Mall Bege Junction di Surabaya. “Setelah pandemi belum ada,” katanya.
Diakuinya, ada yang berbeda saat latihan untuk persiapan mengikuti event ataupun latihan persiapan saat ada lomba. Timnya berlatih lebih intens. Waktunya tetap sama, empat kali dalam sepekan, namun durasi saat bertemu ditambah. “Kalau latihan biasa paling dua jam. Kalau mempersiapkan lomba, bisa tiga jam latihannya," tutur Azzah.
Menurutnya, Angel Wings saat ini fokus pada event dibandingkan lomba. Karena latihan untuk mempersiapkan lomba lebih berat. Kegiatan perlombaan biasanya bisa seharian. Berbeda dengan event yang lebih pendek. “Bisa 10 sampai 30 menit,” katanya. (riz/rud)
Editor : Ronald Fernando