Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan hadirnya motor-motor modern dengan fitur canggih, hobi modifikasi motor tua justru semakin digemari. Pecinta motor klasik terus bertambah. Mereka menciptakan tren yang unik dan sarat nostalgia.
BAGI pecintanya, modifikasi motor tua bukan sekadar menghidupkan kembali mesin tua. Tetapi, juga menjaga dan menjaga warisan otomotif yang berharga. Modifikasi motor tua juga bukan hal mudah. Para penggemar harus berburu suku cadang yang langka dan seringkali harus melakukan perbaikan sendiri.
Proses modifikasi memberikan ruang bagi para penggemar untuk mengekspresikan kreativitasnya. Mulai dari pengecatan, penggantian komponen, hingga penambahan aksesoris unik. Semua dilakukan untuk mempercantik tampilan motor.
Salah satu penggemar motor klasik Abdul Kadir, 36, mengaku memiliki pengalaman menarik tentang modifikasi motor Honda Astrea Grand 1997. Awalnya, membeli motor tua itu seharga Rp 1,7 juta pada 2017. Setahun kemudian mulai dimodifikasi hingga akhirnya menjadi Honda C70 atau cetol.
Pertama, Kadir melakukan pengecekan rangka dan memperbaiki sistem kelistrikan motor. Instalasi listrik yang telah usang diganti baru. Bagian-bagian rangka yang keropos dilas ulang, agar lebih kuat.
“Dibersihkan semua, baru kemudian dicat. Ketika bodi dipasang kembali, sudah tidak perlu bongkar lagi untuk cek kelistrikannya lagi,” ujar warga Desa Sekarkare, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo ini.
Kala itu, modelnya masih jauh dari cetol. Masih terlihat jelas bila itu Honda Grand. Awalnya, motornya dicat warna hijau stabilo. Butuh waktu sebulan untuk menyelesaikan proses pengecatan. Sayang, kala itu Kadir keliru menggunakan jenis cat sehingga hasilnya mudah pudar.
“Akhirnya, saya ulangi proses pengecatannya dengan bantuan orang bengkel. Saya ganti jenis cat dan warnanya menjadi lebih soft, yaitu krem. Alhamdulillah bertahan hingga sekarang,” tuturnya.
Setelah proses reparasi bodi selesai, Kadir beranjak memodifikasi setir, menambah sayap, dan keranjang. Serta, memodifikasi jok motor jadi makin antik. Kadir mengaku butuh dana hingga Rp 2,5 juta untuk merealisasikannya.
Meski tergolong tua, nyatanya motor ini mampu digunakan ke jalan-jalan menanjak seperti Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo. Kadir mengatakan, motornya pernah dibawa berkeliling ke Kota dan Kabupaten Probolinggo hingga Kecamatan Paiton. “Bahan bakarnya irit,” katanya.
Sama dengan Kadir, Dwi Afri Ananta, 35, warga Desa Mranggonlawang, Kecamatan Dringu, berhasil menyulap motor Supra Fit 2023 milik mertuanya menjadi motor berpenampilan klasik. Dengan sentuhan kreativitas, motor tersebut kini tampil klasik layaknya Honda C70.
Proses modifikasi tidak berjalan mudah. Afri harus melakukan berbagai penyesuaian agar motornya bisa mendapatkan tampilan klasik. Sama seperti Kadir, bagian awal yang harus diubah adalah sistem kelistrikan dan bentuk bodi.
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Afri adalah mencari onderdil dan aksesoris yang sesuai tampilan klasik. Afri mengatakan, untuk melengkapinya harus jeli dan banyak mencari di toko online.
“Kalau mereknya tidak sesuai, kadang tidak cocok. Kalau tidak cocok ya tidak bisa dipasang. Kadang antara di gambar dan aslinya berbeda, sehingga gambaran yang diinginkan tidak sesuai ekspektasi,” ujar Kasi Perencanaan Desa Mranggonlawang, Kecamatan Dringu ini.
Afri mengatakan, harga aksesoris dan onderdil bervariasi. Mulai dari yang terjangkau hingga yang cukup mahal. Ia mengaku memilih barang berdasarkan selera dan kecocokan dengan motornya.
“Memang kalau cari yang orisinal pastinya mahal. Tapi, memang kualitas bahannya bagus. Bisa juga menggunakan yang KW dengan harga yang lebih miring. Pada intinya sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing, asalkan cocok dan bisa terpasang di motornya,” tutur Afri. (gus/rud)
Harus Sabar dan Tak Lupakan Perawatan
TELATEN dan sabar menjadi kunci dalam proses modifikasi. Termasuk modifikasi motor. Terutama dalam menjaga performa mesin. Agar motor tetap dalam keadaan prima, servis dan ganti oli tak boleh dilewatkan.
Dwi Afri Ananta mengatakan, memodifikasi motor klasik semacam ini memang harus sabar. Karena mencari spare part-nya cukup sulit.
“Mulai dari modifikasinya hingga perawatannya ya memang harus sabar. Setelah bodi dimodifikasi, pelan-pelan melengkapi asesorisnya. Ini milik saya jok dan knalpotnya belum saya serasi. Masih bawaan motor aslinya. Jadi, nanti masih mau dimodifikasi lagi,” katanya.
Dalam proses modifikasi, kata Afri, usahakan selalu berkomunikasi dengan montir. Sampaikan keinginan jangka panjangnya seperti apa, sehingga mereka juga bisa memberikan saran. “Jangan lupa untuk melakukan servis rutin. Cek komponen-komponen motor, misalnya kaburator,” tambahnya.
Setelah melalui proses panjang, motor Supra Fit 2023, milik Afri sudah beruah menjadi Honda C70. Dari awalnya yang tampil agak modern, kini menjadi klasik. Warna merah khas Honda C70 menjadi pilihannya untuk memberikan nuansa retro.
Modifikasi tidak hanya memberikan kepuasan pribadi bagi Afri. Namun, juga menarik perhatian banyak orang. “Banyak yang tertarik dan bertanya bagaimana proses modifikasinya. Bahkan, ada beberapa yang tertarik memodifikasi motor mereka dengan konsep klasik,” katanya. (gus/rud)
Orisinal Sulit, Modifikasi Jadi Pilihan
KEUNIKAN dan nilai klasik yang melekat di sepeda motor Honda C70, tidak dapat dipungkiri. Semakin unik dan klasik, akan semakin tinggi nilai jualnya. Namun, untuk mendapatkannya, kini tidak mudah. Harus rela merogoh kocek dalam-dalam. Karena itu, tak sedikit yang memilih modifikasi.
Untuk motor Honda C70 yang asli semua, baik bodi hingga mesin, salah seorang pemilik motor cetol Mochammad Rosi, 31, mengatakan cukup mahal. Banyak diburu kolektor. Seperti milik kakaknya. Asli C70 tahun 1976. Mulai bodi hingga mesin masih asli Honda C70. Harganya mahal, lebih Rp 10 juta.
“Kalau motor cetol yang benar-benar asli semua, memang mahal dan diburu kolektor. Biasanya banyak orang Bali yang berburu motor Honda C70. Tapi, mereka cari motor yang benar asli. Orisinal mulai bodi sampai mesinnya. Semakin ori dan klasik, semakin mahal nilainya,” ujarnya.
Kini, tidak jarang motor Honda C70 yang sudah ganti mesin. Hanya bagian bodi yang orisinal. Karena, untuk mencari motor cetol orisinal dengan mesin yang bagus, cukup sulit.
“Kalau saya milih motor cetol dipadu dengan perangkat terbaru. Mesin dan knalpot saya ganti baru, bukan aslinya. Jadi rasa klasik ada, tampilan tetap gagah,” ujar warga Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo itu.
Kini, motor cetol banyak diminati dan digemari semua kalangan usia. Tidak hanya orang tua yang berburunya. Kini, banyak kalangan remaja, pelajar, dan mahasiswa juga tak sungkan mengendarai cetol.
“Karena mencari yang orisinal sulit dan mahal, tak jarang yang memilih modifikasi. Karena banyak rangka yang motor yang lebih muda mirip dengan rangka cetol, seperti Honda Star, Pria, bahkan Grand. Namun, mencari aksesorisnya harus sabar,” ujar pecinta cetol asal Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Fernando.
Pernyataan serupa disampaikan Dwi Afri Ananta. Menurutnya, cetol orisinal cukup sulit. Bila ada, harganya mahal. “Lebih enak modifikasi sendiri, bisa menyesuaikan selera,” katanya. (gus/rud)
Editor : Ronald Fernando