BANYAK cara yang dilakukan untuk mengisi waktu senggang. Bagi seseorang yang memiliki jiwa seni, kreativitas, dan kesabaran tinggi dapat mengisinya dengan aktivitas merajut. Merubah benang menjadi pakaian atau perlengkapan yang dapat digunakan setiap hari. Inilah yang dilakukan Yuni Indriati.
Merajut mungkin sudah tidak asing lagi bagi masyarakat luas. Namun demikian tidak semua orang mampu menggeluti salah satu kesenian kriya ini. Hanya orang yang benar-benar memiliki hobi saja yang bisa menekuni keterampilan ini menjadi hasil karya yang bagus dan menarik untuk digunakan.
Yuni Indriati adalah salah satunya. Wanita 45asal Dusun Krajan, Desa Wangkal, Kecamatan Gading menggandrungi hobi merajut sejak tahun 2012. Bermula saat dirinya melihat hasil rajutan milik temannya. Setelah melihat motif rajutan yang simpel tersebut kemudian ia tergerak untuk mencoba merajut dipilihnya merajut sepatu cover.
“Saya tidak suka berghibah karena itulah saat ada waktu senggang saya lebih memilih merajut. Sudah 11 tahun saya hobi merajut. Teknik merajut saya pelajari sendiri secara otodidak,” katanya saat ditemui.
Yuni sapaan akrab Yuni Indriati menyebut, merajut dapat dilakukan oleh semua orang tanpa terkecuali. Tetapi ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar hasilnya rajutannya bagus.
Syarat utamanya adalah memang benar-benar hobi merajut, kemudian telaten dan sabar.
Sebab tidak dapat dipungkiri butuh banyak waktu untuk menghasilkan satu karya seni rajut.
Selanjutnya harus memiliki kreativitas dan memiliki kemauan untuk mengembangkan potensi. Dengan demikian karya yang dihasilkan lebih menarik dan bervariasi.
“Merajut harus sabar dan telaten. Jika tidak memiliki sifat tersebut pasti tidak akan bisa membuat rajutan. Satu barang rajutan yang bercorak simpel saja membutuhkan waktu paling cepat satu jam,” tuturnya.
Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan untuk merajut. Meliputi benang rajut terdiri dari beberapa jenis seperti kinlon atau minlon, wol kenari, katun, nilon, akrilik, akrilik linen, dan polyester.
Menyesuaikan apa yang hendak dibuat. Selanjutnya jarum rajut atau hakpen, gunting, jarum tapestry, dan korek api untuk membuat ujung benang tetap rapi.
Teknik yang digunakan untuk merajut pun cukup beragam. Mulai dari teknik paling simpel hingga teknik terapan yang cukup rumit. Sehingga hanya bisa dilakukan oleh orang yang sudah mahir merajut.
Teknik merajut di antaranya selip simpul. Teknik dasar merajut dengan membuat simpul awal sebelum memulai tusuk dasar. Teknik ini biasa juga disebut dengan istilah slip knot, yang termasuk ke dalam istilah anatomi rajutan.
Kemudian tusuk rantai (chain) merupakan teknik merajut dengan cara membuat simpul awal terlebih dahulu, kemudian kaitkan benang pada jarum. Setelah itu tarik benang yang telah terkait sampai keluar dari lubang jarum untuk membuat lingkaran baru tanpa mengencangkan yang sebelumnya. Lakukan tahapan yang sama berulang-ulang hingga mendapatkan pola rantai.
Tusuk tunggal (single crochet) sama halnya dengan teknik sebelumnya, tusuk tunggal bisa dibuat dengan membuat simpul selip serta tusuk rantai sebagai dasar. Selanjutnya, masukkan jarum pada lubang kedua terhitung mundur dari jarum, kaitkan pada benang.
Setelah itu, tarik jarum melalui kedua loop atau lubang sekaligus. Kemudian lanjutkan pembuatan tusuk tunggal pada rantai dengan cara yang sama.
Setengah tusuk ganda (half double crochet) teknik merajut dengan cara membuat tusuk rantai terlebih dahulu. Kemudian, kaitkan benang dan masukkan jarum pada loop ketiga dari ujung. Kaitkan jarum pada benang, lalu tarik melalui satu lubang. Berikutnya, kaitkan lagi jarum rajut pada benang lalu tarik melalui tiga lubang sekaligus. Ulangi langkah yang sama untuk membuat setengah tusuk ganda berikutnya.
Tusuk ganda (double crochet) sama seperti teknik membuat setengah tusuk ganda. Teknik merajut diawali dengan membuat tusuk rantai kemudian masukkan jarum rantai keempat dari ujung. Selanjutnya kaitkan jarum pada benang kemudian tarik melalui satu rantai sehingga menyisakan tiga lubang rantai.
Kaitkan lagi jarum pada benang lalu tarik melalui satu lubang sampai menyisakan dua lubang. Kaitkan kembali jarum pada benang lalu tarik keluar melalui dua lubang terakhir. Lakukan dengan cara yang sama untuk menyelesaikan tusuk ganda atau double crochet.
Tusuk Triple teknik merajut mirip seperti tusuk ganda. Perbedaannya terletak pada jumlah tusukan benang pada jarum. Tusuk ganda mengaitkan benang satu kali pada jarum, sementara tusuk triple mengaitkannya sebanyak dua kali. Teknik tusuk triple harus diawali dengan membuat tusuk rantai. Kemudian, kaitkan benang dua kali lalu lilitkan pada rantai keempat. Kaitkan lagi benang satu kali lalu keluarkan dari tusukan rantai. Kemudian kaitkan benang lalu keluarkan melalui dua lubang pada jarum, dan ulangi langkah yang sama.
Tusuk sisip (slip stitch) sama halnya dengan teknik merajut lainnya, tusuk sisip juga harus diawali dari tusuk rantai. Kemudian masukkan jarum ke lubang rantai kedua dari ujung. Kaitkan benang, lalu tarik langsung melalui dua lubang sekaligus. Buatlah tusuk rantai lalu masukkan jarum pada lubang rantai pertama dari ujung. Hal ini dilakukan untuk menggabungkan rantai menjadi bentuk lingkaran. Kaitkan benang lalu tarik pada dua lubang.
“Yang paling penting dalam merajut harus sering mempraktikkan. Teknik-teknik merajut tersebut justru diketahui saat praktik. Karena saya belajarnya otodidak, tidak tahu namanya. Tapi bisa melakukan teknik-teknik yang ada. Baru tahu nama teknik setelah setahun merajut,” ujarnya sambil tersenyum.
Jelas Punya Nilai Ekonomis
Banyak barang yang dapat dihasilkan dengan cara merajut. Tidak hanya sekadar membuat kain, syal dan busana saja. Perlengkapan pelengkap busana dan aksesoris lainnya juga dapat dibuat dengan cara merajut.
Dengan kreativitas dan keunikan motif yang dimiliki hasil rajutan mempunyai nilai seni dan menarik untuk digunakan. Tidak hanya itu, hasilnya juga memiliki nilai ekonomis yang dapat mendatangkan pundi-pundi bagi si pembuat.
Yuni Indriati mengatakan hampir semua perlengkapan yang dipakai setiap hari. Mulai dari ujung rambut sampai dengan kaki bisa dibuat dengan cara merajut.
Bahkan bagi orang yang telah mahir merajut lebih tertantang membuat rajutan yang belum pernah dilakukan oleh orang lain. Sehingga karyanya menjadi sebuah masterpiece yang tidak dimiliki oleh orang lain.
“Semua perlengkapan yang melekat dibadan bisa dibuat dengan cara merajut. Benangnya pun saat ini sudah beragam. Tergantung kreativitas si pembuat,” katanya.
Yuni sendiri telah banyak membuat karya dengan cara merajut. Mulai dari topi, tas, syal, rompi, boneka, sepatu cover, dan aksesoris lainnya.
Biasanya dirinya membuat rajutan sesuai dengan keinginan hati. Tak mengherankan jika hasil karyanya lebih banyak digunakan sendiri. Karya yang dipakai tersebut justru menarik bagi orang lain yang melihatnya. Tak jarang banyak yang tertarik untuk memesan.
“Karena ini hobi jadi saya lebih sering menggunakan hasil rajutan. Secara tidak langsung ini menjadi sebuah teknik pemasaran secara konvensional,” ucapnya.
Seiring berjalannya waktu, semakin banyak orang yang berminat memiliki rajutan hasil karya Yuni. Ia pun berinisiatif untuk memamerkan hasil karya yang pernah dibuat pada akun media sosialnya. Satu persatu hasil rajutannya diposting . Dari situlah rupanya mendapatkan respon positif teman-temannya. Banyak yang menyukai rajutannya.
Hasil karya yang telah dipesan oleh teman-teman tersebut tidak hanya dipakai sendiri untuk aktivitas sehari-hari. Tetapi juga untuk hadiah ulang tahun, aksesoris untuk lamaran, dan oleh-oleh yang diberikan kepada sanak saudara. Bahkan Yuni telah memiliki pelanggan tetap. Mulai dari pelanggan tetap yang berasal dari Probolinggo juga pelanggan lainnya dari luar Jawa seperti Riau, Kalimantan, dan Lombok. Hasil rajutannya juga diminati oleh warga asing dari Afrika, Malaysia, dan Jepang.
“Setiap minggu pasti ada saja rajutan yang saya buat. Jadi hasilnya langsung saya posting. Disitulah ada saja yang menanyakan, baik bahan dan harganya,” beber Yuni. (ar/fun)
Tentang Seni Merajut
- Merajut adalah teknik mengubah benang rajut menjadi kain, busana, boneka, atau benda-benda pelengkap lain yang digunakan setiap hari;
- Seni kriya ini dipercaya berasal dari Mesir dan kawasan Timur Tengah. Hasil rajutan digunakan oleh kerajaan dan kaum bangsawan;
- Seiring berjalannya waktu merajut menjadi sebuah seni yang menarik dan disukai oleh mayoritas perempuan untuk mengisi waktu senggang;
- Bahan yang perlu disiapkan untuk merajut di antaranya benang rajut, jarum rajut atau hakpen, gunting, jarum tapestry, dan korek api untuk membuat ujung benang tetap rapi;
- Ada 7 teknik merajut yang biasa digunakan meliputi selip simpul, tusuk rantai (chain), tusuk tunggal (single crochet), setengah tusuk ganda (half double crochet), tusuk ganda (double crochet), tusuk triple, dan tusuk sisip (slip stitch). Serta satu teknik terapan teknik merajut tapestry;
- Menggeluti hobi ini tidak hanya perlu memiliki kreativitas tetapi juga perlu kesabaran tinggi.