Balap mobil kali pertama muncul pada 1895. Sejak saat itu, terus berkebang dan kini menjadi salah satu olahraga paling popular dan komersil. Termasuk di Indonesia. Balap mobil menjadi salah satu tontonan yang paling diminati. Keseruannya sering membuat penonton menjadi deg-degan atau tegang.
Sejarah mencatat, balap mobil pertama di dunia digelar pada 11 Juni 1895. Adanya balapan kendaraan roda empat ini tak lepas dari perjalanan perkembangan dunia otomotif. Kala itu, inovasi otomotif tak hanya fokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga kecepatannya.
Karena itu, pabrikan mobil tak hanya dituntut mengembangkan mobil, melainkan harus meningkatkan tenaga mesin agar mobil produksinya bisa mencapai kecepatan maksimal.
Dunia balap mobil tak pernah sepi. Hingga kini terus eksis. Termasuk di Indonesia. Gelaran ini memiliki tempat khusus yang disebut sirkuit. Di Indonesia salah satunya adalah sirkuit Sentul dan Mandalika.
Rupanya, menekuni dunia balap mobil tak cukup hanya menyiapkan mobil super cepat. Namun, yang tak kalah penting adalah mental dan skill dari joki.
“Keterampilan pembalap dalam mengemudikan mobil balap menjadi penentu keberhasilan untuk meraih kemenangan,” ujar salah seorang pembalap dari tim Rizqy Motor Sport (RMS) Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Diko Prasetyo, 26.
Dalam olahraga otomotif yang dapat memacu adrenalin ini, kata Diko, selain skiil pembalap, keberanian serta pengalaman pembalap juga sangat berpengaruh. Ketika sudah turun ke lintasan, harus fokus dan siap dengan segala risikonya.
“Saat di lintasan balap, mental harus siap. Karena persaingannya sangat ketat dan sengit. Spek dari kendaraan juga berpengaruh,” katanya.
Baca Juga: Lari, Olahraga Murah yang Kian Diminati, di Kota Pasuruan Banyak Berdiri Komunitas
Dalam dunia balap mobil, banyak jenis atau disiplin dan seri yang berbeda. Di antarnaya, ada kejuaraan formula 1, nascar race, driffting, rally, drag race, touring, endurance, slalom, gymkhana dan offroad. Jenis kendaraan yang digunakan juga beragam. Menyesuaikan jenis balapannya.
“Masing-masing balap mobil ada regulasi dan peraturan yang berbeda. Kalau saya tampil di Kejuaraan Nasional Balap Mobil ISSOM, di sirkuit Sentul bersama Tim RMS,” ujarnya.
Mobil balap merupakan mobil khusus yang digunakan untuk balapapan. Karakteristiknya berbeda dengan mobil harian. Karena itu, dalam balap mobil masing-masing memiliki tim mekanik khusus.
Dalam mobil balap banyak aspek yang telah berubah dari kondisi standar. Mulai dari mesin, dasbor, sistem kendali, kaki-kaki, ban, dan lainya. “Ada tim mekanik khusus dalam tim balap mobil. Ini merupakan kebutuhan utama dan harus ada,” ujar Owner Rizqy Motor Sport (RMS) Rokhmawan.
Masing-masing kru dalam tim mekanik memiliki tugas dan peran berbeda. Ada yang bertanggung jawab pada mesin, kaki-kaki, ban, serta bagian lain. “Juga ada yang menjadi test driver, tugasnya menjajal mobil balap sejauh mana kesiapannya. Ada yang kurang atau tidak, sebelum kemudian digunakan pembalap dalam balapan,” ujar pria yang akrab disapa Abah Mawan ini.
Selama ini Tim RMS aktif mengikuti balap mobil di sirkuit Sentul. Ada sejumlah mobil yang sering pakai. Di antaranya, BMW E46, Honda City Hatchback, dan BMW E36. Ada yang satu unit mobil Porsche GT 3RS yang selama ini aktif mengikuti balap mobil sport di Sirkuit Mandalika, Lombok.
“Untuk balap mobil di Sentul, tim mekaniknya dari Jakarta. Tentu mereka berpengalaman. Rata-rata bawahannya pembalap. Kalau balap mobil di Mandalika, mekaniknya langsung pabrikan dari Jerman,” jelasnya.
Menekuni dunia balap mobil, tentu harus siap dengan anggaran yang tak sedikit. Selain untuk belanja spare part, perawatan mobil tunggangan juga harus diperhatikan.
“Setiap balapan mobil, biaya yang kami keluarkan mencapai hingga ratusan juta rupiah. Baik itu di Sentul dan Mandalika,” ujar Owner Tim Tim Rizqy Motor Sport (RMS), Rokhmawan.
Pengusaha asal Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, ini mengatakan, biaya besar yang harus dikeluarkan dalam balap mobil, digunakan untuk perlengkapan dan spare part. Rata-rata harganya memang mahal. “Selain itu juga untuk gaji pembalap dan kru,” katanya.
Di luar ajang balapan, pria yang eksis di dunia balapan sejak 2019 ini mengatakan, juga harus menyiapkan dana lebih untuk biaya perawatan mobil. “Untuk biaya perawatan nilainya hanya puluhan juta. Tidak sampai ratusan juta,” ujarnya.
Sebagai owner tim balap mobil, kata Abah Mawan, biaya besar yang harus dikeluarkan sudah menjadi risiko. Serta, sudah diperhitungkan secara matang. “Kan juga sebagai ajang promosi,” ujar pengusaha hobi gowes dan tenis meja ini. (zal/rud)
Editor : Ronald Fernando