KONTEN digital semakin merajalela. Menawarkan beragam pilihan hiburan. Namun, menonton di bioskop masih tetap menjadi salah satu pilihan utama bagi pecinta film. Pengalaman menonton film di layar lebar dengan kualitas audio dan visual yang memukau, menjadi daya tarik tersendiri bagi banyak orang.
Bagi sebagian orang, pergi ke bioskop bukan sekadar menonton film. Tetapi, juga merupakan pengalaman sosial yang menyenangkan. Bisa memperluar relasi, bahkan menghilangkan stres.
Salah satu penikmat film di bioksop, Risna Safitri, 24, mengatakan, hobi menonton film di bioskop dapat menjadi cara untuk mengeksplorasi berbagai genre dan karya seni yang berbeda. Dengan menonton film di bioskop, seseorang dapat memperluas cakrawala dan menemukan film-film yang mungkin tidak akan mereka temukan jika hanya mengandalkan layanan streaming digital.
Risna pribadi lebih menyukai film bergenre action, fantasi, komedi, apocalypse, dan anime. Ia mengaku lebih sering ke bioskop seorang diri. “Soalnya menonton sendirian membuat lebih fokus pada alur cerita film tersebut,” katanya.
Menonton film di bioskop memiliki sejumlah manfaat, seperti mengasah kemampuan berbahasa asing hingga memberi inspirasi dan motivasi pada diri sendiri. Tak hanya itu, hobi menonton film di bioskop juga merupakan salah satu bentuk eskapisme dari kehidupan sehari-hari.
Saat berada di ruangan yang gelap, mereka merasa sepenuhnya terlepas dari segala kekhawatiran dan tekanan serta benar-benar fokus pada cerita yang ditampilkan di layar.
“Sehingga sangat cocok untuk menghilangkan rasa lelah maupun stres. Sejenak lupa akan masalah di kehidupan. Kadang alur film yang membuat tertawa juga,” kata Kristalia, 20, warga Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.
Para penggemar film sejati menonton film di bioskop juga memberikan pengalaman yang lebih mendalam dan impresif. Kristalia mengaku dapat merasakan emosi dan momen dari film dengan lebih intens. Terutama ketika dikelilingi suara dan gambar yang kuat.
“Seperti di film action, ketika lakonnya berlaga kan seru tuh. Apalagi didukung dengan backsound yang selaras, jadi makin hidup filmnya. Dari kualitas gambar dan suara, menonton di bioskop tidak bisa disamaratakan dengan menonton film dari handphone ataupun televisi. Jelas sensasinya berbeda,” jelas Kristalia.
Imroatun Ainun Azizah, 24, warga Kecamatan Kotaanyar, juga berbagi kisah berkesannya saat menonton film di bioskop. Ia mengatakan, momen tersebut terjadi ketika sedang menonton film Dilan.
“Waktu itu bioskop di Kota Probolinggo, masih baru buka dan film ini tayang perdana. Senang rasanya. Apalagi alur cerita Dilan sangat romantis sekali,” katanya
Meski demikian, terkadang ada momen menyebalkan yang dijumpai Ainun ketika nonton. “Kadang ada tuh penonton yang berisik. Ada juga yang datangnya telat, sehingga kadang riwa-riwi bikin tidak fokus nonton film,” tuturnya.
Secara keseluruhan, hobi menonton film di bioskop adalah tentang menikmati pengalaman unik dan mendalam dalam menonton film sambil menikmati waktu bersama dengan orang-orang yang dicintai atau bahkan dengan diri sendiri. Itulah mengapa meski ada banyak alternatif hiburan digital, bioskop tetap menjadi tujuan favorit bagi banyak orang yang mencari pengalaman hiburan yang tak terlupakan.
Demi menyalurkan hobi, apa saja bisa dilakukan. Termasuk dalam menonton film. Terutama di bioskop. Menonton di bioskop, tak cukup hanya menyediakan duit untuk tiket masuk. Juga perlu persiapan untuk makanan ringan dan minuman.
Karena itu, tak jarang penghobi nonton masih harus mikir jika hendak masuk bioskop. Bahkan, ada yang rela menabung dan menunggu kesempatan agar bisa menyaksikan film melalui layar lebar.
Risna Safitri, 24, mengaku gemar menonton film sejak berusia 4 tahun. Namun, karena saat itu belum ada akses nonton di bioskop, ia baru bisa menonton di bioskop ketika masa kuliah.
“Baru saat itulah first time saya menonton di bioskop. Lewat layar lebar dengan kualitas layar dan suara yang bagus. Tidak perlu khawatir buffering atau yang lainnya,” ujar warga Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo ini.
Senada dengan Rizqy Amalia. Ia mengaku mulai menyukai nonton film di bioskop sejak duduk di bangku kuliah. Bahkan hingga hamil 7 bulan anak pertamanya, Rizqy masih sering masuk bioskop. Ia juga sering membawa keluarganya menonton bersama.
“Biasanya ke bioskop dua bulan sekali. Tergantung film apa yang sedang ditayangkan. Kalau menarik, ya berangkat. Kadang bersama suami, keponakan, atau teman. Kalau ada film yang menarik, langsung pesan saat itu juga. Tapi, sejak sudah punya bayi, tidak pernah ke bioskop lagi,” ujar warga Kelurahan/Kecamatan Kanigaran ini.
Berbeda dengan Risna, Rizqy lebih suka menonton film bergenre horor. Ia bahkan rela merogoh duit hingga Rp 150 ribu per orang dalam sekali menonton. “Sebab sesampai di bioskop, kami pasti beli popcorn dan minum,” jelas Rizqy. (gus/rud)
Editor : Ronald Fernando