PASURUAN, Radar Bromo- Lari menjadi salah satu olahraga yang dianggap paling mudah dan murah. Tinggal mengenakan sepatu dan kaus olahraga, sudah bisa melakukannya. Tak ayal, bila olahraga ini banyak diminari. Mulai dari anak-anak sampai dewasa.
Ketika libur akhir pekan, jalanan Kota Pasuruan, sering dijumpai anak-anak hingga orang dewasa yang mencari keringat. Mereka berolahraga, berlari menyusuri sejumlah jalan. Banyak juga yang memilih tempat-tempat khusus. Seperti, alun-alun serta GOR dan Stadion Untung Suropati.
“Kalau di Pasuruan, biasanya lari di dalam Stadion R. Soedarsono ataupun lari sore di lingkungan GOR Untung Suropati,” ujar Anggota Komunitas Ladies Run Club Pasuruan, Wido Angguna, 35.
Olahraga lari, kata Anggun, bisa membuat penghobi puas. Bisa menambah semangat. Yang awalnya malas-malasan, bagitu keluar keringat, semangatnya akan bertambah. Katanya, semua itu dirasakan berdasarkan pengalaman berolahraga lari bersama komunitasnya.
Selama menekuni olahraga ini, Anggun mengaku tidak berlari terlalu jauh. Paling jauh hanya 8 kilometer. Rutenya berkeliling kota. Mulai dari Taman Kota di Jalan Pahlawan menuju Jalan Kartini dan Jalan Panglima Sudirman, kemudian kembali ke Taman Kota.
Menurutnya, jarak, baik jauh atau dekat bukan masalah. Bagi penghobi, berlari bersama teman anggota komunitas sudah cukup menyenangkan. “Kalau ini rutenya penghobi, bukan atlet,” ujarnya.
Berangkat dari kesenangannya inilah, Anggun bersama sejumlah rekannya sempat mengikuti lomba lari. Namun, hanya event-event di seputar Pasuruan. Selain menjadi ikhtiar sehat, menurutnya melalui olahraga ini juga bisa membangun jaringan dan berbagi ilmu bersama komunitasnya.
Di Pasuruan, banyak komunitas lari yang sering berkeliling Kota dan Kabupaten Pasuruan. Selain Ladies Run Club, ada juga Pasuruan Runners. Kapten Pasuruan Runners Fibbryan, 52, mengatakan, saat ini olahraga lari berkembang pesat. Tidak sekadar untuk berkompetisi, melainkan sudah menjadi gaya hidup.
Menurutnya, olahraga lari menjangkau semua kalangan masyarakat. Mulai pelajar, mahasiswa, sampai pekerja profesional. Salah satu manfaatnya meningkatkan hormon endorfin. Pelari akan merasa bahagia dan fresh setelah berlari di tengah rutinitas kesibukan harian mereka.
Dari sana, banyak yang awalnya hanya hobi biasa, sampai mengikuti beragam event. Terutama major local event, seperti di Bali, Jakarta, Bandung, dan Magelang. Namun, ada juga yang pernah mencicipi event di Singapore, Belanda, dan Australia.
Kata Fibbry, secara umum lomba lari terberat yang pernah diikuti kategori marathon. Ada juga ultra marathon yang jarak tempuhnya bisa mencapai 42.195 kilometer. “Mungkin ini ya pengalaman yang paling berat,” ujar warga Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan ini.
Bagi sebagian orang, lari hanya sebatas olahraga untuk menjaga kesehatan. Namun, sebagian yang lain juga menyertainya dengan mengikuti beragam kompetisi.
Kapten Pasuruan Runners Fibbryan mengatakan, secara umum dalam event lari terbagi menjadi beberapa kategori. Di antaranya, ada 5K, 10K, half marathon, dan marathon.
Baca Juga: Tangan-Tangan Kreatif di Balik Robotika, Bekal Kreator Robot Bisa dari Hobi Main Game
Paling banyak penggemarnya adalah kategori paling aman. Biasanya half marathon. Namun, bagi pemula kebanyakan memilih kategori 10K. “Biasanya semacam itu,” ujar pria yang juga ketua Alti Provinsi Jawa Timur ini.
Fibbry mengatakan, 20 persen anggotanya yang mengikuti event lari mengincar podium. Mereka juga memiliki potensi untuk meraihnya. Banyak yang tidak mengincar itu (podium), karena mayoritas anggota kami tipikal recreational runner,” jelasnya.
Ketika hendak mengikuti event, beragam persiapan dilakukan. Bahkan, latihan khusus dilakukan sejak tiga bulan sebelum hari H. Latihan rutin mingguan tetap berjalan untuk memfasilitas anggota yang lain.
Berbeda yang dinyatakan Wido Angguna. Ia menyampaikan, dari kategori yang paling banyak diminati biasanya 5K. Sebab, penggiat membutuhkan manfaat dari olahraga ini. Yang membantu menambah daya tahan, kekuatan otot, dan fleksibel. “Yang penting latihan. Apalagi kalau mau ikut event,” ujarnya.
Dari tahun ke tahun, animo runner terus meningkat. Apalagi kini banyak tokoh serta para artis yang menekuninya. Hal itu membawa dampak positif.
“Terutama bagi pengikutnya untuk juga mulai mencoba berolahraga lari,” ujar Kapten Pasuruan Runners, Fibbryan.
Baca Juga: Touring Komunitas Motor, Silaturahmi yang Selalu Dinanti
Cara memantik runner agar mau ikut dalam skala lomba lari tidak perlu memaksakan. Kata Fibbry, runner akan tertarik dengan kemasan acara yang disajikan mulai dari saat pengambilan paket lomba, rute, serta benefit apa yang akan didapatkan.
“Jadi, kembali lagi pada event-nya. Bagaimana mereka bisa mem-branding event dengan baik. Runner juga sudah semakin pintar memilih event mana yang harus diikuti dengan mempertimbangkan siapa penyelenggaranya,” katanya. (zen/rud)
Editor : Ronald Fernando