Dunia arsitektur terus berkembang. Beriringan dengan perkembangan teknologi. Dulu menggambar manual dengan meja, kini bisa dikerjakan menggunakan beragam software di komputer. Mengikuti perkembangan style bangunan, tak boleh diabaikan.
ZAMAN terus berkembang. Begitu juga dengan gaya bangunan. Kondisi ini menuntut para arsitek juga memiliki kemampuan sesuai berkembangnya zaman.
Mulai dari menggambar menggunakan komputer dan mengusai segala desain bangunan. Baik dua dimensi maupun tiga dimensi.
Arsitek juga harus menyediakan banyak referensi desain model bangunan terbaru. Seiring berkembangnya zaman, semua style bangunan juga harus semakin berkembang.
Seperti diungkapkan salah seorang arsitek, Husni Mubarok, 34. Menurutnya, untuk membuat bangunan semakin bagus, arsitek harus memiliki model yang banyak dan terbaru untuk memuaskan klien.
Sebab, bangunan khas dan nyaman, tergantung ide desaian arsitek. “Kami (arsitek) harus beberapa langkah lebih maju dari klien. Apa yang dijelaskan klien tentang kemauannya, gambarannya sudah ada di otak,” ujar pria yang tinggal di Kelurahan Krampyangan, Kota Pasuruan ini.
Untuk mengumpulkan banyak desain terbaru, arsitek harus mendesain sesuai idenya sendiri. Memperkaya referensi bangunan dari berbagai sumber.
Misalnya, style bangunan Eropa, Amerika, dan lainnya. Namun, ide yang dibangun tidak boleh sama dengan model bangunan yang dicontoh. “Harus memiliki kreasi sendiri,” katanya.
Namun, tak jarang klien memang punya ide tersendiri untuk bangunan yang diinginkan. Misalnya, bangunan bergaya klasik atau minimalis. Arsitek harus mampu menerjembahkan keinginan klien.
“Tergantung selera klien, sih. Maunya seperti apa,” ujar Catur Zamzami, 45, arsitek asal Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan.
Belakangan ini, kata Catur, banyak yang memilih gaya minimalis modern.
Terutama untuk perumahan. Dimungkinkan, karena style-nya yang tidak seribet bangunan gaya Eropa.
Zaman sekarang ini, kata Catur, berbeda dengan dahulu. Untuk memuaskan klien, arsitek dulu menjelaskan hasil gambarnya secara lisan atau penjelasan detail.
Kini, setelah muncul kesepakatan model bangunan antara klien dan arsitek, biasanya arsitek menunjukannya menggunakan gambar video tiga dimensi (3D).
“Saat ini klien jadi tahu. Bisa melihat seperti inilah gambaran ketika bangunan itu jadi dengan gambar 3D,” jelasnya.
Selain video 3D dari hasil bangunan, klien juga akan mengetahui denah sesuai hasil desain yang sudah diperlukan. Denah bangunan ini juga penting untuk kepuasan klien. (zen/rud)
Editor : Ronald Fernando