Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Uniknya Ayam Bekisar, Persilangan Dua Jenis Ayam Hasilkan Bulu dan Suara Kokok yang Khas

Achmad Arianto • Minggu, 17 Desember 2023 | 19:55 WIB
HASIL SILANG: Salah satu ayam bekisar pelirahaan Agus Hidayat, jenis gallus temminckii.
HASIL SILANG: Salah satu ayam bekisar pelirahaan Agus Hidayat, jenis gallus temminckii.

BANYAK jenis ayam yang dapat dijadikan sebagai binatang hias. Salah satunya ayam bekisar. Ayam ini merupakan persilangan dua jenis ayam yang menghasilkan jenis baru dengan bulu dan suara kokok yang khas.

Ayam bekisar sering dijumpai di halaman rumah atau pintu masuk menuju halaman rumah. Ditempatkan di sebuah kandang berukuran 5 kali besar tubuh.

Saat dewasa, ayam ini mengeluarkan suara yang unik. Konon ketika ada seseorang datang atau lewat, ayam ini akan berkokok.

Salah satu penghobi ayam bekisar adalah Agus Hidayat, 40. Ia menyukai ayam bekisar sejak masih remaja.

TELATEN: Agus Hidayat, bersama salah satu ayam bekisar pelirahaan berjenis gallus temminckii.
TELATEN: Agus Hidayat, bersama salah satu ayam bekisar pelirahaan berjenis gallus temminckii.

Kesukaannya bermula ketika sering lewat dan mendengar kokok seekor ayam yang dipelihara tetangganya. Suaranya begitu melengking dan cukup khas.

“Suara yang dihasilkan bagus dan memiliki ciri khas. Dengan seizin pemiliknya, saya melihat langsung ayam itu. Kok bulunya bagus dan berkilau. Dari situ kemudian saya tertarik untuk memelihara,” katanya.

Warga Desa Sebaung, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, ini menjelaskan keinginan memiliki ayam bekisar saat itu tidak bisa terealisasi.

Harganya mahal, di sekitar tempat tinggalnya juga tidak ada yang beternak. Cita-citanya baru kesampaian pada 2017. Ia mulai serius memelihara dan beternak ayam bekisar.

Agus mengatakan, ayam bekisar bukanlah ayam sembarangan. Ayam ini merupakan ayam hasil perkawinan silang antara ayam hutan hijau jantan (gallus varius) dan ayam kampong atau ayam buras betina (gallus gallus domesticus).

Perkawinan silang itu tidak mudah. Pasalnya dua ayam yang dikawinkan memiliki karakter berbeda. Ayam hutan cenderung agresif dan liar. Sebab, habitatnya berada di hutan. Terbiasa hidup bebas, bukan di dalam sangkar.

Serta, tidak terbiasa dengan kehadiran manusia. Bahkan saat berpapasan dengan manusia, ayam hutan akan kabur ke semak-semak untuk bersembunyi. Pakannya alami.

Sementara, ayam kampung memiliki karakter yang kebalikannya. Lebih jinak, terbiasa dengan kehadiran manusia. Hidup dalam kandang dengan pakan yang sudah tersedia.

“Dua ayam memiliki karakter berbeda. Saat awal dikumpulkan tidak langsung kawin. Bahkan ada yang saling serang. Ayam hutan lebih agresif menyerang. Karena karakternya terbentuk di alam liar. Saya sendiri dapat anakan ayam bekisar dari peternak,” bebernya.

Dari perkawinan silang itu, dihasilkan beberapa jenis ayam bekisar. Gallus aenus yang berjengger bergerigi 8 kecil, pial berukuran sedang, warna bulu pada lapisan atas ungu dengan plisir kuning emas.

Kemudian, gallus temminckii memiliki jengger bergerigi 6, pial berwarna jambu, bulu merah mengkilap, dan berplisir merah kecoklatan. Dan, gallus violaceus dengan jengger bergerigi bagus, ukuran pial sedang, warna bulunya ungu dengan permukaan yang halus.

“Meski satu indukan, artinya jantan dan betinanya sama, nanti anakannya pasti berbeda. Apakah nantinya yang lebih dominan gen ayam hutannya ataukah ayam kampung. Yang lebih dominan ke ayam hutan akan jadi bibit unggul,” ujar pria yang juga berprofesi guru ini.

Ayam bekisar memiliki keunikan sendiri. Mulai dari bentuk atau anatomi tubuh, bulu yang berwarna hitam keunguan, dan kokok yang khas.

SIAP DIKEMBANGKAN: Salah satu ayam bekisar peliharaan Agus Hidayat, sudah dewasa. Ayam ini juga siap dikembangbangbiakkan.
SIAP DIKEMBANGKAN: Salah satu ayam bekisar peliharaan Agus Hidayat, sudah dewasa. Ayam ini juga siap dikembangbangbiakkan.

Hal inilah kemudian menjadikan ayam memiliki nilai jual tinggi. Bahkan, ayam yang pernah menang kontes harganya bisa mencapai belasan juta rupiah. Ayam ini biasanya akan dijadikan sebagai indukan untuk menghasilkan anakan ayam yang unggul kelas kontes atau lomba.

“Ayam bekisar memang ayam hias. Kalau hanya untuk hiasan atau ternak biasa, harga ayam dewasa kisaran Rp 200 ribu sampai Rp 500 ribu. Kalau ayam bekisar super kelas kontes, bisa sampai belasan juta rupiah. Semakin sering menang, harganya juga makin melambung. Bukan hanya indukan, anakannya juga lebih mahal,” jelasnya.

 

Perlu Adaptasi dengan Tuan Baru

Cara memelihara ayam bekisar, sebenarnya tidak jauh beda dengan memelihara ayam kampung. Hanya saja, saat awal memelihara atau pindah kandang perlu sedikit adaptasi, sehingga perlu cara khusus agar bisa kerasan di tempat baru dengan majikan baru.

Agus Hidayat mengatakan, anakan ayam bekisar masih memiliki karakter ayam hutan, seperti indukannya. Karena itulah akan merasa nyaman dengan kandang yang ditempatinya sejak ayam dibesarkan.

Bukan hanya itu, ayam juga merasa nyaman pada pemilik yang sering memberikan pakan dan membersihkan kandang. Sementara, ketika berada di kandang baru atau pemilik baru, ayam akan berontak dan kabur.

“Walaupun anakan karakter liarnya masih ada, biasanya kalau pindah kandang atau dipelihara orang lain masih perlu adaptasi. Adaptasinya sekitar 1 hingga 2 minggu,” katanya.

Memelihara ayam bekisar ada beberapa hal yang harus dilakukan. Meliputi pemberian pakan yang lebih diperhatikan.

Pakan ayam bekisar, haruslah memiliki gizi yang bagus dan protein tinggi agar selalu sehat dan bobot yang ideal.

Pakan disesuaikan usia ayam. Saat usai pertumbuhan sampai 5 bulan diberikan pakan konsentrat. Bila sudah di atas 5 bulan sampai dewasa, konsentrat dapat dikombinasikan dengan beras jagung dengan perbandingan takaran 1:1.

HARUS BERSIH: Sejumlah ayam peliharaan Agus Hidayat. Dalam memelihara ayam, kebersihan kandang juga harus diperhatikan.
HARUS BERSIH: Sejumlah ayam peliharaan Agus Hidayat. Dalam memelihara ayam, kebersihan kandang juga harus diperhatikan.

Pemberian pakan pada waktu pagi atau sore. Ini untuk menjaga agar ayam terhindar dari kegemukan yang mengakibatkan ayam bekisar menjadi malas berkokok.

“Saat pembesaran harus dikasih lampu biar hangat. Kalau sudah berkokok ditambah pepaya atau pisang. Pakan ini bisa diberikan setiap dua hari sekali,” tuturnya.

Sangkar atau kandang ayam bekisar tidaklah spesifik. Dapat membuat sangkar sendiri. Apapun bentuknya yang penting muat dengan ukuran ayam.

Untuk ayam yang sudah dewasa idealnya ukuran kandang minimal berukuran 5 kali tubuh ayam.

Berbeda dengan ayam yang hendak dikembangbiakkan. Kandang minimal berukuran 2 x 1,5 meter. Harus beralaskan tanah agar ayam dapat kawin secara alami.

Saat pembesaran, anakan harus dipisah usia 4 bulan pada kandang 50 x 60 sentimeter sampai usia 6 bulan. Setelah itu dapat dipindahtangankan dalam sangkar.

Saat sudah dewasa ayam bekisar jantan yang sudah berkokok harus dijemur. Ini salah satu bagian yang tidak boleh dilewatkan dalam pemeliharaan dan perawatan.

Sinar matahari sangat baik untuk kebugaran dan stamina ayam bekisar. Mempercantik bulu serta membunuh bakteri dan virus yang ada di dalam sangkar ayam bekisar.

Penjemuran dapat dilakukan pada pagi mulai pukul 07.00 sampai pukul 10.00. Maksimal satu jam. Hindari menjemur pada tengah hari, karena dapat membuat dehidrasi dan akan membuat lebih mudah terserang flu. Sebab, ayam akan dehidrasi dan kebanyakan minum.

Bagian yang juga perlu diperhatikan dalam perawatan ayam bekisar adalah mencuci bersih wadah pakan dan minum setiap kali habis digunakan.

Serta, mengganti air minum setiap pagi dan sore hari. Bukan hanya itu tubuh ayam perlu dimandikan saat kotor dan berbau. Namun kemudian harus dijemur agar tidak sakit.

“Saat musim hujan, ayam bekisar perlu diberi vitamin, sehingga kebugaran tetap terjaga dan tidak mudah terserang penyakit. Bisa dibeli di toko pakan ayam atau pakan ternak,” jelasnya. (ar/rud)

 

AYAM BEKISAR

Editor : Jawanto Arifin
#ayam bekisar