Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ngeband Bisa Bangun Chemistry dengan Sering Berlatih

Inneke Agustin • Minggu, 19 November 2023 | 17:25 WIB
COBA BERAGAM GENRE: Bintang Mandala Putra (kanan belakang) ketika tampil bersama grup bandnya, Selaras Band.
COBA BERAGAM GENRE: Bintang Mandala Putra (kanan belakang) ketika tampil bersama grup bandnya, Selaras Band.

Eksistensi musik memiliki peran mendalam dalam kehidupan manusia. Tidak hanya sebagai bentuk seni, tetapi juga sebagai sarana ekspresi dan identitas budaya. Musik memberikan pengalaman artistik yang unik dan dapat memengaruhi suasana hati.

 

BAND menjadi sarana bagi individu yang memiliki kecintaan terhadap musik. Mereka bersatu membentuk kelompok dan menggabungkan keahlian mereka. Seiring waktu, band menjadi hobi yang menarik bagi banyak individu yang ingin menyumbangkan bakat dan mengekspresikan diri melalui alat musik atau vokal.

Band berasal dari kata Perancis berupa bande, artinya pasukan. Dalam bahasa Indonesia artinya grup musik atau dikenal juga dengan sebutan kelompok musik. Band merupakan kumpulan yang terdiri atas dua atau lebih musisi yang memainkan alat musik ataupun bernyanyi.

Salah satu pemain band di Kota Probolinggo, Nando Dwi Kurniawan, 27. Ia menyukai band sejak duduk di bangku sekolah dasar. Di dalam band besutannya, Silver Band, Nando berperan sebagai drummer.

“Tapi, kadang diminta jadi gitaris ataupun mengisi bagian piano. Namun, tidak semahir bila bermain drum. Kalau drum, saya belajar sejak dari awal masuk ke dunia band. Sementara, gitar maupun piano, baru saja. Belajarnya hanya otodidak,” katanya.

Dalam sebuah grup band, memang terdapat banyak komponen penyusun. Sebuah band minimal memiliki vokalis, gitaris, basis, dan drummer.

Vokalis menjadi inti dalam menyampaikan lirik dan melodi. Gitaris menyumbangkan unsur melodi dan harmoni pada band. Basis memberikan fondasi melodi. Sementara drummer menciptakan dasar ritmik.

Meski ada tambahan personel seperti pianis atau pemain biola dalam sebuah grup band, namun keempat personel utama tersebut tetap menjadi inti yang membentuk identitas dan keseimbangan dalam musik sebuah band.

“Ketika drummer tidak bisa perform, masih bisa digantikakn personel lain. Tapi, kalau vokalisnya yang tidak bisa tampil, bakal kesulitan cari penggantinya. Sulit mencari vokalis yang sesuai aliran band,” ujar Nando.

Warga Desa Pabean, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, ini mengatakan, band dengan banyak personel harus melakukan kerja sama antara komponen. Ini menjadi kunci sebuah band dalam menciptakan musik yang berkualitas.

Keempatnya harus mampu bersinergi untuk membentuk harmoni yang menyatu. Ketika setiap anggota band memahami peran dan kontribusinya, maka kolaborasi yang baik muncul. Kepekaan terhadap dinamika musik, respons terhadap arahan vokal, dan sinkronisasi dalam permainan instrumen semuanya menjadi esensial.

Untuk menjaganya, Nando mengatakan, kunci utamanya kekompakan. Kekompakan akan tumbuh seiring seringnya berlatih bersama. “Harus sering-sering berlatih, sehingga bisa membangun chemistry antarpemain,” ujar mahasiswa pascasarjana Universitas Merdeka Malang ini. (mg/rud)

HARUS KOMPAK: Nando Dwi Kurniawan (dua dari kiri) bersama grub bandnya, Silver Band. Sering berlatih menjadi salah satu kunci membangun kekompakan.
HARUS KOMPAK: Nando Dwi Kurniawan (dua dari kiri) bersama grub bandnya, Silver Band. Sering berlatih menjadi salah satu kunci membangun kekompakan.

Tarik Pendengar Sesuai Genre 

GENRE dalam sebuah band sama seperti identitas musikal. Genre membantu mendefinisikan suara dan gaya. Genre merupakan pengelompokan musik sesuai kemiripannya satu sama lain. Sebuah genre dapat didefinisikan oleh teknik musik, gaya, konteks, dan tema musik.

Nando Dwi Kurniawan mengatakan, pentingnya genre dalam sebuah band terletak pada kemampuan untuk menarik pendengar yang memiliki preferensi musik yang serupa. Dengan memiliki genre yang jelas, sebuah band dapat membangun basis penggemar yang kuat. Ini juga membantu band untuk memahami audiens target dan menciptakan koneksi emosional.

“Misal masyarakat pesisir, mungkin akan lebih familiar dengan genre dangdut ataupun koplo. Bila disuguhkan musik semacam pop, jazz, ataupun rock, kemungkinan besar mereka kurang menyukainya,” ujarnya.

Menurutnya, pengenalan karakter dari audien juga harus dipahami oleh sebuah band sebelum tampil. Karena itu, bisa disiapkan terlebih dahulu bila memang genre band tersebut berbeda.

Berbeda dengan Nando, Bintang Mandala Putra, 33, mengaku memilih berlajar all genre. Terlebih, karena band-nya sering diundang ke acara pernikahan. Namun, tidak semua lagu dihafalkan.

“Hanya lagu-lagu yang sedang naik daun. Tapi, berlatih banyak lagu membuat sebuah band memiliki pengetahuan lagu yang banyak. Sebab, terkadang request dari pengunjung bisa datang kapan saja dan genrenya bisa dari mana saja,” katanya.

Bintang mengatakan, sebelum tampil biasanya sebuah band akan menganalisis acara hingga penontonnya. Misalnya, event apa dan temanya apa. Begitu juga dengan audiennya, siapa dan dari kalangan usia berapa. “Ini penting agar sebuah band ketika tampil tidak mengecewakan penonton,” ujar warga Kelurahan Sukabumi, Kota Probolinggo, ini.

Di Indonesia, ada berbagai genre musik. Seperti jazz, klasik, rock, country, pop, reggae, blues, dangdut, dan hip hop. Beragam aliran musik ini sama-sama memiliki pecinta fanatik. Serta, selalu istimewa bagi setiap penggemarnya. (mg/rud)

Editor : Ronald Fernando
#hobi ngeband #grup band