Tren ikan seakan tidak ada habisnya. Kini, sedang tren ikan Glofish di Kota Probolinggo. Ikan ini bukan ikan alami sebenarnya. Namun, sudah dilakukan rekayasa genetika. Sehingga, berwarna-warni. Meski demikian, saat ini peminatnya makin banyak.
INNEKE AGUSTIN, Kanigaran, Radar Bromo
Glofish merupakan jenis ikan hias yang dapat memancarkan cahaya saat gelap. Jenis ikan air tawar yang kemudian direkayasa secara genetik pada 1999 oleh Dr. Zhiyuan Gong dari National University of Singapore (NUS).
Ia mengekstraksi gen ubur-ubur, kemudian dimasukkan ke dalam embrio ikan. Tak disangka, risetnya menghasilkan ikan berwarna neon secantik Glofish.
Saat ini, ada sekitar tujuh varian warna yang beredar di pasaran Indonesia. Yaitu, sunburst orange (kuning), electric green (hijau), starfire red (merah), cosmic blue (biru). Lalu moonrise pink (merah muda), galactic purple (ungu), dan apple green (hijau stabilo).
Saat pertama muncul, harga Glofish cukup tinggi. Eko Andy Wijanarko, 42, salah satu penjual Glofish di Kota Probolinggo mengatakan, pada awal-awal kemunculannya, seekor Glofish bisa Rp 30 ribu. Namun, lambat laun harganya turun seiring dengan makin banyaknya budi daya Glofish. Termasuk, makin banyak penjualnya.
Kini, harganya merosot drastis. Per ekor Glofish dihargai Rp 5 ribu. Walau begitu, ikan ini masih banyak peminatnya. Daya tarik utamanya ada pada warnanya yang unik. Berwarna-warni. Bahkan terlihat makin jelas di akuarium.
Menurut Eko, Glofish di Kota Probolinggo terbilang pendatang baru. Sekitar dua bulan terakhir, keberadaan ikan ini booming. Banyak yang mencarinya.
Eko sendiri bisa menjual rata-rata 50 ekor per hari. Bila sepi, bisa kurang dari itu. Namun, bila ramai bisa lebih dari 50 ekor. Bila dikali Rp 5 ribu, Eko bisa mendapat Rp 250 ribu per hari.
Peminatnya pun tergolong rata, dari semua umur. Mulai anak-anak sampai dewasa. Namun, memang yang paling banyak adalah dewasa. Biasanya, pembeli anak-anak titip membeli pada orang tua atau saudara mereka.
Mereka yang membeli Glofish ini biasanya tidak terpatok pada satu warna. Semua warna dibeli. Karena itu, pembeli biasanya tidak membeli satu ekor saja. Minimal tujuh ekor, sesuai dengan warna yang ada.
“Biasanya pembeli itu membelinya semua warna. Tidak satu warna saja. Kalau satu warna kan tidak menarik. Jadi langsung beli semua warna dan ditaruh di akuarium. Biar warna-warni gitu,” lanjutnya.
Salah satu pecinta satwa di Kota Probolinggo, Sam Pangestu, 27, mengatakan, Glofish berasal dari ikan Tetra (gymnocorymbus ternetzi). Awalnya dari Black Tetra yang punya warna alami bening dengan strip hitam di bagian tubuh dan sirip-siripnya. Setelah jadi Glofish, strip hitamnya hilang.
“Lalu warna tubuhnya berubah sesuai warna yang disuntikkan ke tubuh mereka. Menyuntiknya ketika masih kondisi embrio,” kata Sam.
Glofish merupakan jenis ikan yang hidupnya bergerombol. Oleh sebab itu, Sam menyarankan bila ingin memeliharanya minimal membeli sepuluh ekor. “Biar tidak kesepian. Karena ini jenis ikan yang hidupnya bergerombol,” katanya tertawa.
Selain jenis Tetra, ada pula jenis Danio. Jenis Danio berasal dari ikan Zebra atau yang lebih dikenal dengan Zebra Luminescent. Ikan ini berasal dari India dan Bangladesh.
Perbedaan antara keduanya sangat mencolok. Tetra lebih lebar dan pipih. Sedangkan Glofish jenis Danio lebih ramping dan memanjang. Masalah warna, keduanya sama-sama memiliki warna yang mencolok.
“Ikan ini tergolong mudah cara pemeliharannya. Tidak ribet. Cukup diletakkan di akuarium, pasang filter, dan aerator. Karena dia ikan air tawar, airnya bisa dari sumur atau PDAM,” tuturnya.
Namun, suhu dan PH air harus terjaga. Air harus berada di suhu ruang sekitar 22–28 derajat Celsius. Kalau musim angin seperti sekarang, bisa dibantu heater.
Glofish juga tak menampik makanan. Kebanyakan mereka yang memelihara Glofish memberikan pelet ikan sebagai makan. Pelet ikan ini mudah didapat. Bisa dibeli di sejumlah toko ikan. Sebungkus sekitar Rp 10 ribu saja.
“Tapi kalau mau makanan alami, bisa pakai serangga kecil. Seperti jentik nyamuk, cacing sutra, dan lumut,” katanya.
Eko, penjual Glofish juga memiliki tip untuk menjaga warna ikan tetap cerah. Di antaranya, pencahayaan akuarium harus dijaga. Intensitas cahaya penting untuk menjaga kesehatan dan keindahan Glofish.
“Bisa menggunakan lampu jenis SPR atau lampu akuarium dengan spektrum yang cocok,” kata warga Desa Randuputih, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolingo, ini.
Selain pencahayaan, penting untuk menambahkan suplemen pada ikan. Sebab, ikan kadang rentan akan serangan jamur. Walaupun pada Glofish kasusnya jarang, tapi tetap harus waspada.
“Untuk mencerahkan warna juga ada vitamin ikan. Ini bisa membantu pertumbuhan ikan. Cara penggunaannya juga mudah. Tinggal diteteskan ke air akuariumnya saja sesuai aturan pakai,” katanya. (hn)
Editor : Jawanto Arifin