YOGA menjadi salah satu olahraga untuk menyehatkan badan. Banyak manfaat yang bisa dipetik dari kegiatan ini. Caranya juga gampang. Mudah dipelajari. Olahraga ini juga cocok untuk segela usia. Termasuk bagi warga lanjut usia.
Banyak orang yang menyukai olahraga yoga. Baik dari kalangan laki-laki dan perempuan. Menurut Ayuniar Santi, 46, peminat olahraga ini kebanyakan kaum Hawa. Kaum Adam tergolong jarang melakukan latihan yoga.
“Di Indonesia, yoga masih lebih banyak dilakukan kaum wanita dibanding pria. Perbandingannya 70 banding 30 persen,” ujar guru yoga asal Kelurahan Petamanan, Kota Pasuruan, ini.
Alasannya, kata Ayuniar, karena sebagian pria berpikir yoga olahraga yang feminin. Padahal, tak semua latihan yoga terkesan feminin. Bahkan, banyak guru yoga dari kaum Adam. Perbandingannya 70 persen pengajar dari kalangan pria dan 30 persen perempuan.
Sejatinya, kata Ayuniar, banyak lelaki yang ingin ikut berolahraga yoga. Namun, malu karena rata-rata pesertanya perempuan. “Tapi, perlu juga untuk membangun kembali kesadaran untuk para laki-laki, bahwa yoga bukan cuma stretching, feminis, dan bukan olahraga perempuan. Itu berat juga,” katanya.
Pemilik Santistudio ini mengatakan, banyak yang bisa diperoleh dari olahraga yoga. Salah satunya meningkatkan fleksibilitas tubuh, membuat awet muda, membantu proses pemulihan penyakit, menjaga kesehatan jantung dan paru-paru, serta menurunkan stres dan memperbaiki postur tubuh.
“Dan, alasan mengapa kaum perempuan lebih banyak, yakni untuk menurunkan berat badan,” katanya.
Penyuka yoga lainnya adalah Nina, 40, warga Desa Arjosari, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan. Ia mengatakan, jenis yoga banyak. Ada yoga hatha, yoga vinyasa, dan yoga asthanga. Ada sejumlah gerakan-gerakan dalam yoga yang mudah diikuti. Ini sangat cocok bagi pemula.
Di antaranya, gerakan child pose atau balasana, gerakan three pose atau vrikshasana, gerakan mountain pose atau tadasa, gerakan forward pose atau uttanasa. “Ini mudah diikuti bagi pemula,” ujarnya.
Selain itu, peralatan yang dibutuhkan untuk yoga tidak semahal olahraga lain yang dilakukan tempat gym. Bahkan, bila sudah mengetahui dan mahir melakukan gerakan yoga, bisa dilakukannya sendiri di rumah atau di mana saja tanpa mengeluarkan uang sepeser pun.
Harus Dilakukan Rutin
Bagi yang sudah terbiasa berolahraga yoga, tidak baik bila berhenti langsung secara total. Sebab, bisa membuatnya kaku. Olahraga ini harus dilakukannya dengan rutin.
Seorang guru yoga, Ayuniar Santi, 46, menjadi pengajar yoga selama 5 tahun, banyak muridnya yang berhasil. Seperti otot tubuh yang awalnya kaku, perlahan menjadi lentur.
Selama ini, muridnya banyak yang memiliki keluhan soal otot. Misalnya, otot bagian pinggul, punggung suka nyeri, perlahan mengurangi dan memiliki keluhan sakit migran atau sakit kepala, dengan yoga perlahan sembuh. “Intinya gerakan yoga bertujuan untuk kesehatan. Kesehatan fisik dan untuk kecantikan,” katanya.
Bila seorang biasa rutin berolahraga yoga dan lama absen, akan ada hal berbeda. Otot menjadi kaku, tubuh mudah lelah, dan terkadang susah tidur. Mengapa demikian, gerakan yoga dapat membantu tubuh menjadi rileks dan membantu orang tidur menjadi nyenyak. “Manfaatnya banyak sekali. Terutama terhadap lanjut usia,” katanya.
Berlatih yoga, tidak butuh waktu lama. Menurutnya, yang penting rutin melakukannya. Durasinya sebaiknya dilakukan selama satu jam dalam sepekan. “Dalam 2 sampai 3 seminggu maksimal. Minimal satu kali seminggu,” ujarnya.
Pernyataan serupa disampaikan Dwi Ita Lestari, 46. Ia mengatakan, yoga cukup mudah dilakukan. Perlengkapannya juga tidak ribet. Seperti matras, balok yoga atau block yoga, strap, handuk kecil, dan air minum.
Sejumlah sarana ini bisa menyempurnakan pose yoga. Misalkan, gerakan uttanasa. Gerakan dengan badan membungkuk ke bawah hingga wajah mendekat ke lutut. “Dan, tangan kita menyentuh ke matras,” ujar warga Desa Kedawung Kulon, Kecamatan Grati, ini.
Menurutnya, banyak pemula yang sulit melakukannya. Sebab, otot panggul masih kaku, sehingga saat menunduk tidak bisa sempurna. Karenanya, dapat dibantu menggunakan balok yoga atau block. Tangan menempel ke balok dan tahan berapa detik. “Perlahan bila rutin dilakukan, badan dapat menunduk sampai ke bawah dan hingga dapat mencium lututnya sendiri,” katanya.
Bukan Meditasi Mengundang Jin
Yoga semakin terkenal. Penyukanya semakin banyak. Awalnya, ada juga yoga yang kontroversial. Seperti nude yoga atau yoga sambil telanjang.
Menurut Ayuniar Santi, 46, yoga jenis tersebut memang ada. Namun, lebih banyak di luar negeri. Awalnya tidak banyak merespons. Namun, akhirnya menjadi populer.
Menurut peminatnya, nude yoga dapat menghilangkan rasa malu, pikiran negatif, dan dapat menanamkan kepercayaan diri. “Mungkin itulah alasan nude yoga menjadi populer bagi para peminatnya,” ujarnya.
Ada juga yang menyebut meditasi untuk mengosongkan pikiran. Sebagian orang menilai ini sarana agar jin masuk ke tubuh. Namun, sebenarnya gerakan yoga meditasi berhubungan dengan pernapasan dan untuk menenangkan pikiran, sehingga menjadi lebih tenang, nyaman, dan produktif.
Meditasi melatih fokus pikiran, sehingga yang tadinya berpikir negatif atau memikirkan banyak hal, dengan meditasi bisa mengosongkan pikiran. Tetapi, tetap dalam kondisi sadar. “Bukan berarti bahwa pikiran kita sedang kosong, akhirnya jin masuk ke tubuh kita, itu tidak benar,” jelasnya.
Yang dimaksud mengosongkan pikiran, kata Santi, adalah berhenti berpikir dari banyak hal yang membuat stres dari suatu permasalahan. Dengan mengosongkan pikiran melalui meditasi, sangat baik. Sebab, dapat melatih diri sendiri untuk menjernihkan dan memusatkan pikiran.
Dengan begitu, bisa merasa lebih tenang. Caranya dengan mengatur pernapasan perlahan, duduk yang tenang, dan memejamkan mata. “Dilakukan sekitar 10 sampai 20 menit,” ujarnya.
Kegiatan ini diperlukan ruangan yang kosong atau sepi. Suasana tenang untuk meditasi. Manfaatnya juga untuk mengatur emosi, mencegah stres, meningkatkan konsentrasi, mencegah pikun, meningkatkan daya ingat, dan membantu mengatasi insomnia atau susah tidur.
Santi memastikan meditasi dapat mengundang jin masuk dalam tubuh, tidak benar. “Jadi jangan takut untuk melakukan meditasi. Karena banyak sekali manfaat yang didapat,” katanya. (zen/rud)
Editor : Jawanto Arifin