BEROLAHRAGA menjadi salah satu hobi yang memberikan dampak positif bagi kesehatan. Salah satunya olahraga road bike. Bersepeda melintasi track beraspal dan mulus.
Sebagian besar masyarakat tentu sudah tidak asing dengan olahraga bersepeda. Olahraga yang tergolong murah karena hanya membutuhkan satu unit sepeda sebagai alat atau kendaraan yang digunakan.
Di pasaran banyak jenis sepeda. Mulai jenis yang paling kuno yang dinikmati keunikan dan keantikannya hingga yang paling modern yang lebih variatif dengan tingkatan kecepatan yang dapat disesuaikan.
Road bike banyak digandrungi oleh remaja dan pemuda. Sebab, lebih modern dan mudah untuk digunakan. Tak heran jika menjamur kelompok dan komunitas pecinta sepeda ini.
Road bike merupakan olahraga sepeda angin. Dengan jenis sepeda yang biasa digunakan pada medan aspal dengan permukaan yang halus.
Dengan rancangan khusus untuk melaju di lintasan panjang dan melaju dengan rata-rata kecepatan 30-50 kilometer per jam.
Dengan 11-12 kecepatan yang dapat disesuaikan dengan track yang dilalui.
“Sepeda ini (road bike, Red) banyak digunakan karena memang banyak track dengan jalur beraspal. Terlebih lagi yang tinggal di daerah perkotaan atau pinggiran kota,” ujar Hari Fitrianto, 38.
Dalam berolahraga road bike, pemilihan sepeda yang digunakan harus diperhatikan. Mulai dari frame, bahan baku yang biasa digunakan untuk membuat frame road bike antara lain aluminium, chromoly (steel), dan karbon. Setiap bahan itu memiliki kelebihan masing-masing.
Frame berbahan aluminium lebih ekonomis dan berbobot ringan. Selain itu, sepeda berbahan aluminium lebih tahan karat, sehingga perawatannya lebih mudah. Chromoly (steel) unggul dalam hal meredam guncangan dan mudah diperbaiki jika mengalami keretakan.
Berikutnya karbon. Bahan ini memiliki bobot yang sangat ringan. Namun, frame berbahan karbon harganya mahal.
“Walaupun hanya sekadar untuk bersepeda, kenyamanan harus diperhatikan. Pemilihan frame yang tepat juga akan memengaruhi jangka waktu pemakaian sepeda. Untuk mendapatkan performa yang maksimal, ukuran frame sepeda road bike setiap orang berbeda. Menyesuaikan tinggi dan berat badan pengguna,” ujar pria asal Desa Kalisalam, Kecamatan Dringu, ini.
Seorang pelatih balap sepeda di Kota Probolinggo Nandra Eko Wahyudi, 31, mengatakan, dalam bersepeda road bike ada beberapa hal yang harus diperhatikan.
Seperti peralatan inti pada saat bersepeda, seperti fungsi rem dan gir pengganti kecepatan yang ada pada sepeda yang digunakan. Dua komponen ini memiliki fungsi untuk mengontrol kecepatan sepeda.
Rem sepeda mengurangi kecepatan saat laju kendaraan cepat. Sementara, gir pengganti kecepatan (operan) menambah kecepatan sesuai keinginan dan kondisi jalan yang dilalui.
Saat berkendara road bike ada yang juga perlu disiapkan. Di antaranya, helm, kacamata yang digunakan saat panas, jersey, sarung tangan, sepatu, dan botol berisi minuman elektrolit yang melekat pada frame. Perlengkapan pendukung tersebut memiliki fungsi masing-masing. Membuat pengguna road bike lebih nyaman.
“Sebelum mengayuh road bike, cek dulu rem dan rotasi perpindahan kecepatan gir. Juga jangan lupa cek velg dan tekanan angin pada ban. Agar saat berolahraga tidak mengalami kendala. Biasanya saat jalan nyaman dan kondisi sepi kecepatan sepeda cenderung tinggi. Ini perlu diperhatikan demi keselamatan. Sebab, ini hanya hobi,” ujarnya.
ROAD BIKE
• Road bike merupakan olahraga sepeda angin. Dengan jenis sepeda yang biasa digunakan di aspal dengan permukaan yang halus.
• Secara umum, road bike dirancang untuk melaju di lintasan panjang dan melaju dengan rata-rata kecepatan 30-50 kilometer per jam. Dengan 11-12 kecepatan yang dapat disesuaikan dengan track yang dilalui.
• Untuk mendapatkan performa yang maksimal, ukuran frame sepeda road bike setiap orang berbeda. Menyesuaikan tinggi dan berat badan pengguna.
• Saat bersepeda, upayakan perlengkapan sepeda dipenuhi. Seperti helm, kacamata yang digunakan saat panas, jersey, sarung tangan, sepatu, dan botol berisi minuman elektrolit.
• Sebelum mengayuh road bike, cek dulu rem dan rotasi perpindahan kecepatan gir. Agar saat berolahraga tidak mengalami kendala.
Bisa Dipacu Menjadi Atlet
Hobi bersepeda road bike banyak dilakukan oleh kaum milenial. Sebab, tidak memerlukan track khusus untuk dilintasi. Sesuai peruntukannya, sepeda hanya memerlukan jalan bermedan aspal mulus. Namun, pengguna sepeda road bike saat hendak berolahraga harus memperhatikan kondisi jalan.
Ada beberapa pertimbangan yang perlu dilakukan untuk menciptakan keselamatan dalam berkendara. Harus memilih rute yang jalannya bagus. Hal ini akan memengaruhi laju kendaraan. Jalan aspal yang kondisinya tidak rata akan menganggu kenyamanan.
Pilih jalur yang memiliki volume kendaraan yang rendah. Pengguna road bike biasanya memanfaarkan jalan raya kabupaten atau provinsi. Ruas jalan dengan volume kedaraan tinggi akan memengaruhi keselamatan saat berolahraga.
Terakhir, pilih waktu yang tepat. Atau, tidak berbarengan dengan jam kerja, sebab kendaraan di jalan raya akan lebih padat.
“Kalau saya biasanya ke Kecamatan Sukapura, Tongas, dan Paiton. Jauhi olahraga saat padat kendaraan. Bisa dilakukan saat pagi. Atau, jika memang banyak yang bersepeda, perlu minta salah satu orang untuk melakukan pengawalan. Agar lebih aman,” ucap Hari Fitrianto.
Agar hobi berolahraga berdampak positif bagi kesehatan, perlu diimbangi dengan konsumsi makanan. Setidaknya satu jam sebelum berangkat bersepeda disarankan makan.
Namun, tidak boleh sampai kekenyangan. Air minum yang perlu dibawa adalah minuman elektrolit.
“Setiap akan bersepeda biasanya saya makan sereal atau roti gandum. Agar tidak terlalu kenyang. Kalau saat bersepeda juga membawa biskuit dimakan saat istirahat nanti,” bebernya.
Nandra Eko Wahyudi menuturkan, bersepeda juga sebagai sarana rekreasi. Pesepeda yang menempuh rute dengan pemandangan yang bagus serta udara yang sejuk, akan membuat pikiran semakin segar. Dengan demikian, akan mengurangi tingkat stres.
Tak heran jika banyak penghobi road bike memilih rute dengan pemandangan yang indah.
“Kalau pemandangannya indah, bersepeda akan lupa waktu. Kalau pikiran sedang sumpek dipakai bersepeda saja. Pasti fresh lagi,” katanya.
Para penghobi road bike yang memiliki komunitas. Juga menjadi ajang silaturahmi. Pengetahuan perihal sepeda jenis ini pun akan meningkat sejalan dengan intensitas pertemuan yang dilakukan.
Mulai dari teknik ber-road bike yang benar, perawatan sepeda, bahkan jika fisik yang sudah digembleng bisa sampai menjadi seorang atlet sepeda.
“Banyak yang didapat. Saya jadi atlet sepeda juga berawal dari hobi road bike. Tinggal orangnya saja, apakah hanya fokus pada hobi atau hobi dan persiapan seleksi atlet sepeda,” tuturnya. (ar/rud)
Editor : Jawanto Arifin