Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tertarik dengan Kelinci karena Menggemaskan

Ronald Fernando • Minggu, 7 Mei 2023 | 16:18 WIB
SAYANG KELINCI: Abdur Rohim Syarifuddin, menggendong salah satu kelinci peliharaannya. Kini, ia memiliki puluhan kelinci yang dibudi daya di rumhanya. (Foto: Istimewa)
SAYANG KELINCI: Abdur Rohim Syarifuddin, menggendong salah satu kelinci peliharaannya. Kini, ia memiliki puluhan kelinci yang dibudi daya di rumhanya. (Foto: Istimewa)
Lucu dan menggemaskan, menjadi daya tarik tersendiri bagi kelinci. Kelinci juga termasuk hewan peliharaan yang penurut dan sangat bersahabat dengan manusia. Tak ayal, banyak yang menyukainya. Bahkan, sampah membudidayakanya.

------------------------------------------------------------------------------------------------------

HEWAN berukuran relatif kecil dengan bulu halus ini membuat banyak orang menyukainya. Hewan ini tidak suka menggigit manusia, sehingga bisa menjadi teman bermain. Termasuk bagi anak-anak.

Photo
Photo
GENERASI PENERUS: Sony Dewantoro, menunjukkan sejumlah anakan kelinci yang beru berusia beberapa hari. (Foto: Istimewa)

Selain menjadi hiburan tersendiri, memelihara kelinci juga bisa melatih kedisiplinan. Ketika memutuskan untuk memelihara kelinci, tentu tidak akan membiarkan kelincinya kelaparan.

Seperti Abdur Rohim Syarifuddin, 27 warga Desa Wonorejo, Kecamatan Wonomerto dan Sony Dewantoro, 33, warga Desa/Kecamatan Leces. Keduanya sama sama warga Kabupaten Probolinggo.

Photo
Photo
BUTUH TEMAN: Kelinci Anggora milik Sony Dewantoro. (Foto: Istimewa)



“Suka hewan kelinci dari kecil. Namun, untuk spesifik ke kelinci sejak 2014. Saat ini kelinci saya ada sekitar 24 ekor dengan beragam jenis,” ujar Abdur Rohim Syarifuddin. Katanya, kelinci merupakan hewan lucu dan menggemaskan.

Ada kepuasan tersendiri ketika memelihara kelinci. Apalagi, kelinci merupakan binatang yang tidak terlalu sulit dipeliraha. Baik cara merawatnya maupun masalah pakan. Mudah didapatkan. “Selain imut, cara merawatnya mudah. Pakannya mudah dan murah,” ujar pria yang akrab disapa Mas Aims ini.

Photo
Photo
LEBIH BESAR: Salah satu kelinci giant milik Sony Dewantoro. (Foto: Istimewa)

Lantaran kelincinya kian banyak, tak sedikit warga sekitar yang ingin meminangnya. “Karena banyak yang minta dan mau beli juga, apalagi saat itu saya punya banyak hasil dari anakan kelinci, akhirnya saya jual juga,” katanya.

Karena itu, kelinci yang awalnya hanya berniat dipelihara, menjadi sumber penghasilan sampingan. Namun, Aims bukan penjual. Ia tetap seorang pembudidaya. Kelincinya dirawat dan dibudidayakan, sehingga beranak pinak.

Photo
Photo
ANGGORA: Salah satu kelinci anggora milik Abdur Rohim Syarifuddin. (Foto: Istimewa)



“Kalau penjual kan bisa kulakan ke mana saja, terus dijual lagi. Saya mungkin lebih tepatnya pembudidaya. Saya juga tidak serta merta menjual begitu saja. Saya juga harus tahu pembelinya. Minimal suka kelinci juga, sehingga bisa dirawat dengan baik,” katanya.

Hal senada diungkapkan Sony. Pemilik belasan kelinci ini mengaku banyak yang meminta anakan kelincinya. Mengingat, ketika kelincinya melahirkan, bisa sampai lebih dari lima ekor.

Photo
Photo
LOKAL: Salah satu kelinci lokal milik Abdur Rohim Syarifuddin. (Foto: Istimewa)

“Sebetulnya agar anaknya bisa banyak, harus paham masalah kapan kelinci berahi. Waktu seperti apa, sehingga sperma kelinci dalam kondisi baik. Bisa menghasilakn anakan yang baik dan jumlahnya juga banyak. Bahkan dalam satu kelahiran bisa sampai 12 ekor,” katanya.

Sony berjibaku dalam dunia kelinci sejak 2016. Beragam jenis kelinci dibudidaya. Mulai dari kelinci lokal, giant, anggora, lop, dan lion polish.

“Harganya tergantung kondisi kelincinya seperti apa. Tapi, biasanya saya jual Rp 40 ribu hingga Rp 60 ribu per ekor. Masuk usia di atas 1,5 bulan, sehingga lebih kuat dan tidak mudah mati ketika ditangani pemula,” katanya. (rpd/rud)



Kelinci Tak Suka Sendirian

MERAWAT kelinci bukan hal yang sulit. Hanya butuh ketelatenan. Namun, memang tidak semua orang bisa melakukanya. Apalagi peternak pemula. Karena itu, bantuann ahli begitu dibutuhkan.

Photo
Photo
MENGGEMASKAN: Seorang bocah memegang kelinci jenis giant milik Abdur  Rohim Syarifuddin. (Foto: Istimewa)

Dalam perawatan kelinci, Abdur Rohim Syarifuddin dan Sony Dewantoro, kerap jadi jujugan warga. Mereka sering dimintai bantuan untuk merawat kelincinya yang terkena penyakit. “Selagi saya bisa mengobatinya, saya akan bantu. Sebab, saya tidak ingin kelinci itu mati,” ujar Abdur Rohim Syarifuddin.

Namun, jika kondisinya sudah terlanjur parah, kata Aims –panggilan akrab Abdur Rohim Syarifuddin,- hanya menyarankan cara perawatanya. Termasuk obat-obatan yang diperlukan. “Selain khawatir penyakitnya menular, saya tidak tega ketika melihat kelinci mati,” katanya.

Photo
Photo
BERBEDA: Kelinci jenis lop milik Abdur Rohim Syarifuddin, terlihat berbeda. (Foto: Istimewa)

Saat cuaca tidak menentu, seperti panas ektrem dan musim hujan, banyak kelinci yang sakit. Karena itu, tak sedikit temannya yang meminta kelincinya dirawat Aims.

“Kalau jasa perawatan saya tidak masang tarif. Biasanya, cuman ganti pakan atau biaya obatnya. Pakan paling Rp 30 ribuan sudah banyak. Kalau obatnya, orangnya (yang menitipkan) kan tahu sendiri berapa harga obatnya,” katanya.

Hal senada diungkapkan Sony. Menurutnya, cara mudah merawatnya adalah dengan memberi makanan yang benar. Seperti diketahui, kelinci suka dengan umbi-umbian dan sayuran. Terutama wortel. Mereka juga suka sawi, kol, dan lain-lain. Beri makan minimal dua kali sehari saat pagi dan malam.

“Berikan lebih banyak wortel daripada daun-daunan. Karena, daun seperti sawi dan kangkung mengandung banyak air yang bisa menyebabkan diare jika terlalu sering. Caranya diamkan sayur agar sedikit layu agar kadar airnya berkurang,” imbuhnya.

Selain itu, pemilik juga harus mengenali sifat alaminya. Kelinci punya naluri alamiah atau insting. Antara lain membuat galian lubang di tanah. Jika tak ingin kesulitan, tempatkan dia di kandang agar tak sulit mencarinya. Beri jerami untuk memenuhi nalurinya.

Yang tak kalah pentingnya menjaga kelembapan kandang. Usahakan kandang selalu kering dan ditempatkan di daerah kering. Tempat yang lembab memudahkan parasit berkembang dengan subur, sehingga membahayakan kelinci. “Sebisa mungkin kandang mendapatkan cahaya matahari pagi untuk menjaga kelembaban,” urainya.

Mandikan dengan benar. Sebaiknya seminggu sekali lantaran kelinci tidak suka air. Namun, harus tetap menjaga kebersihannya. Termasuk jangan sering dipegang. Sebab, kelinci tak menyukainya. “Kelinci tidak suka hidup sendirian, sehinga sebaiknya bagi pemula, belilah dua kelinci,” pesannya.

Peternak juga harus mengetahui makanan apa saja yang tidak disukai kelinci. Meski kelinci suka sayur dan umbi-umbian, ada beberap yang tidak disukai. Seperti asparagus, daun bawang, bawang, kentang, labu, tomat. Kelinci juga tidak suka bunga cleome, geranium, vinca, begonia lilin. “Juga tidak suka rempah seperti kemangi, daun mint, oregano, peterseli, tarragon,” tandasnya. (rpd/rud) Editor : Ronald Fernando
#rabit #kelinci