Menengok Sumber Dayoh di Kabupaten Pasuruan, Air Alami yang Menyegarkan Sekaligus Jujukan Ritual

Rizal Syatori • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 10:01 WIB
TINJAU MATA AIR: Sekretaris Desa Tanjungarum, M. Nur Sholeh, saat meninjau kondisi debit air di Sumber Dayoh, Dusun Tanjungsari, Desa Tanjungarum, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan. (Rizal Syatori/Radar Bromo)
TINJAU MATA AIR: Sekretaris Desa Tanjungarum, M. Nur Sholeh, saat meninjau kondisi debit air di Sumber Dayoh, Dusun Tanjungsari, Desa Tanjungarum, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan. (Rizal Syatori/Radar Bromo)

TERSEMBUNYI di balik rimbunnya pohon bambu dan pohon loh raksasa, Sumber Dayoh di Dusun Tanjungsari, Desa Tanjungarum, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, terus menjadi urat nadi kehidupan warga setempat.

Sumber air alami ini, tidak hanya diandalkan untuk kebutuhan domestik harian, tetapi juga menjadi tumpuan utama sektor pertanian desa.

Secara geografis, lokasi mata air ini sebenarnya cukup dekat dengan permukiman warga dan kawasan perumahan.

Namun, akses menuju ke titik sumber hanya bisa dijangkau, dengan berjalan kaki atau mengendarai sepeda motor melalui jalan berpaving.

Begitu tiba di lokasi, suasana asri dan udara sejuk langsung menyambut berkat lestarinya vegetasi yang mengitari area sumber.

Sekretaris Desa Tanjungarum, M. Nur Sholeh, mengungkapkan Sumber Dayoh merupakan salah satu sumber air terbesar di wilayahnya.

JERNIH: Aliran air alami Sumber Dayoh yang keluar dari sela-sela bebatuan dan akar pepohonan di Desa Tanjungarum, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan. (Rizal Syatori/Radar Bromo)

JERNIH: Aliran air alami Sumber Dayoh yang keluar dari sela-sela bebatuan dan akar pepohonan di Desa Tanjungarum, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan. (Rizal Syatori/Radar Bromo)

MANFAAT DOMESTIK: Warga Dusun Tanjungsari memanfaatkan kejernihan aliran Sumber Dayoh di Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, untuk mencuci pakaian. (Rizal Syatori/Radar Bromo)

MANFAAT DOMESTIK: Warga Dusun Tanjungsari memanfaatkan kejernihan aliran Sumber Dayoh di Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, untuk mencuci pakaian. (Rizal Syatori/Radar Bromo)

Keunikan mata air ini, adalah hulunya yang tidak berasal dari aliran sungai. Melainkan murni keluar dari dalam tanah, sela-sela bebatuan, serta saringan alami akar pepohonan di sekitarnya.

"Sumber Dayoh ini sudah ada dari dulu, salah satu sumber air terbesar di Desa Tanjungarum. Airnya selalu ada, termasuk musim kemarau meskipun debitnya berkurang," ujar Nur Sholeh.

Ia menambahkan, air di sumber ini tidak dingin. Melainkan sangat jernih dan terasa menyegarkan.

Bagi warga sekitar, manfaat mata air ini sangat masif dan multifungsi. Sejak dulu hingga sekarang, warga memanfaatkan kesegaran airnya secara langsung untuk mandi dan mencuci pakaian.

Tidak sedikit pula, warga yang mengambil air dari sumber ini untuk menyiram tanaman. Bahkan dibawa pulang ke rumah, untuk dimasak sebagai air minum.

Lebih dari sekadar kebutuhan rumah tangga, aliran air yang melimpah ini, memegang peran krusial bagi ketahanan pangan lokal.

"Buangan air dari sumber air ini, untuk irigasi sawah. Jadi memiliki banyak manfaat," beber Nur Sholeh.

Selain dimanfaatkan, warga setempat juga menaruh kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan.

Kesadaran kelompok ini membuat kawasan di sekeliling Sumber Dayoh, selalu bersih dari sampah, rimbun, dan terjaga keasriannya.

"Oleh warga tetap dirawat. Dibiarkan lestari dan alami. Dari dulu hingga sekarang, masih tetap sama dan tidak jauh berbeda," jelasnya.

 

Dipercaya Berkhasiat untuk Obat

Meski lokasinya berada dekat dengan perkampungan warga serta kawasan perumahan, Sumber Dayoh di Dusun Tanjungsari, Desa Tanjungarum, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, menyimpan sisi lain yang kental dengan nuansa spiritual.

Mata air alami ini, dikenal luas oleh masyarakat sebagai tempat yang wingit (keramat) sekaligus menjadi jujukan bagi para pelaku ritual (peritual) dari berbagai daerah.

Keberadaan peritual yang datang ke lokasi ini pun, sudah menjadi pemandangan yang biasa bagi masyarakat sekitar dan tidak dilarang.

Menariknya, mereka yang datang bermunajat, justru mayoritas berasal dari luar desa hingga luar daerah Pasuruan. Seperti Surabaya, Sidoarjo, dan Malang.

Susiana, 53, salah seorang warga setempat, menceritakan para pelaku ritual ini, biasanya datang pada waktu-waktu khusus.

Terutama pada malam hari. Kedatangan mereka tidak terjadi setiap hari, melainkan bertepatan dengan hari atau bulan-bulan tertentu dalam penanggalan Jawa.

"Dulu peritual yang datang ramai, terutama saat Suro. Sekarang masih tetap ada, namun jarang dan tidak sebanyak dulu. Ritualnya ya mandi di sumber," tutur Susiana.

Ia menambahkan, setelah menyelesaikan prosesi ritual mandi di tengah malam, tidak sedikit pengunjung yang membawa air dari sumber tersebut.

Mereka menggunakan wadah botol atau jerigen plastik untuk dibawa pulang.

"Karena air sumber ini, dipercaya berkhasiat. Tentunya, ini bagi yang percaya saja," ungkapnya.

Meski lekat dengan predikat keramat, Susiana menegaskan bahwa tidak ada pantangan khusus atau aturan yang kaku, bagi siapa saja yang ingin berkunjung ke Sumber Dayoh. Kuncinya terletak pada etika dan perilaku masing-masing pengunjung.

"Tempatnya dikenal winggit, tidak ada pantangannya. Penting tidak berbuat macam-macam," tegasnya.

Nuansa mistis di Sumber Dayoh, kian diperkuat dengan keyakinan warga. Mereka percaya, kawasan mata air tersebut dijaga oleh makhluk astral atau gaib.

Sejumlah warga setempat, terutama mereka yang memiliki kemampuan indra keenam, mengaku pernah melihat sosok penjaga tak kasatmata di area tersebut.

"Bentuknya menyerupai orang tua, juga ada anak-anak kecil. Kalau berupa hewan, ada ular besar. Tapi aman dan tidak mengganggu," paparnya. (zal/one)

 

Pesona dan Misteri Sumber Dayoh

·        Nama Mata Air: Sumber Dayoh

·        Lokasi: Dusun Tanjungsari, Desa Tanjungarum, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.

 

Karakteristik Lokasi:

·        Dekat permukiman dan perumahan warga.

·        Dikelilingi vegetasi rimbun (pohon bambu dan pohon loh raksasa).

·        Lingkungan asri dan bebas sampah.

·        Aksesibilitas: Hanya dapat dijangkau dengan jalan kaki atau sepeda motor (akses jalan berpaving).

 

Karakteristik Air dan Aliran

·        Jenis Sumber: Mata air alami murni (bukan pecahan/hulu sungai).

·        Asal Air: Keluar dari dalam tanah, sela-sela bebatuan, dan saringan akar pepohonan.

·        Sifat Air: Jernih, menyegarkan, dan tidak dingin.

·        Kondisi Debit: Menjadi salah satu sumber terbesar di Desa Tanjungarum. Air selalu mengalir sepanjang tahun (debit berkurang saat kemarau, namun tidak pernah kering).

 

Manfaat

·        Domestik: Digunakan warga sekitar untuk mandi dan mencuci pakaian sehari-hari.

·        Konsumsi: Dibawa pulang ke rumah untuk dimasak sebagai air minum.

·        Perkebunan: Dimanfaatkan untuk menyiram tanaman warga.

·        Pertanian (Hilir): Sisa buangan aliran air digunakan untuk irigasi sawah (tumpuan ketahanan pangan lokal).

 

Sisi Spiritual dan Tradisi

·        Predikat: Dikenal winggit (keramat) oleh masyarakat.

·        Menyembuhkan berbagai penyakit.

·        Sarana buang balak (membuang kesialan/apes).

·        Asal Peritual: Didominasi warga luar daerah (Surabaya, Sidoarjo, Malang, dll).

·        Waktu Kunjungan: Malam hari pada waktu/bulan tertentu (puncaknya saat bulan Suro).

·        Bentuk Ritual: Mandi di tengah malam dan membawa pulang air menggunakan botol/jerigen.

·        Aturan Pengunjung: Tidak ada pantangan kaku, wajib menjaga etika (tidak berbuat macam-macam).

 

Mistis

Sosok yang Kerap Terlihat:

·        Menyerupai orang tua.

·        Anak-anak kecil.

·        Ular berukuran besar.

Sifat: Aman dan tidak pernah mengganggu aktivitas warga.

Editor : Jawanto Arifin
mistis sumber air kabupaten pasuruan keramat gaib