Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kisah Sumur Tua Sumber Air Panas Archopodo, Berusia Ratusan Tahun, Jadi Jujukan Terapi

Rizal Syatori • Sabtu, 20 Desember 2025 | 17:10 WIB
SUMBER AIR: Sumur Archopodo yang dahulu sempat mengeluarkan sumber air panas. Sayangnya, sekarang tidak lagi. Namun, tetap memberi manfaat bagi masyarakat.
SUMBER AIR: Sumur Archopodo yang dahulu sempat mengeluarkan sumber air panas. Sayangnya, sekarang tidak lagi. Namun, tetap memberi manfaat bagi masyarakat.

Dusun Archopodo, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, dikenal dengan sumber air panasnya.

Air panas tersebut keluar alami dan mengandung belerang. Jauh sebelum ada pemandian air panas seperti sekarang, dahulu ada sumur yang menjadi sumber air panas di kampung setempat.

--------------------

Sumur tua tersebut berusia ratusan tahun. Dahulu, sumur itu memang mengeluarkan sumber air panas alami.

Namun, seiring berjalannya waktu, air yang keluar dari sumur, tidak lagi panas. Melainkan air biasa, seperti sumur pada umumnya.

"Pertama kalinya ada sumber air panas di Desa Kepulungan, ya di sumur tua itu. Usianya sudah ratusan tahun. Dulunya dari sumur ini, keluar air panas. Namun sekarang, sudah tidak lagi," kata Karmin, 80, warga setempat.

Karena lokasi sumber air panasnya berada di Dusun Archopodo, maka saat itu santer dan dikenal oleh banyak orang.

Tidak hanya dari desa setempat, namun juga desa sekitar. Warga menyebutnya Sumber Air Panas Archopodo.

"Selain panas, juga mengandung belerang. Namun sekarang, sudah tidak panas lagi, sejak tahun 1995,” imbuhnya.

Sumur tersebut dikelilingi tembok semacam jedingan atau kamar mandi. Hal ini, membuat keberadaan sumur itu, tak tampak dari luar.

Namun, saat masuk ke dalam jedingan tersebut, maka akan ditemukan sumur tua itu.

"Bentuk sumur sumber air panasnya seperti kotak. Kedalamannya sekitar 8-10 meter. Dulu, saat airnya panas, keluarnya hingga ke permukaan sumur,” kisah Adenan, 64, warga lainnya.

Waktu itu, banyak warga yang berdatangan ke lokasi. Mereka tak sekedar mandi. Namun, memanfaatkan air panas dari sumur, untuk terapi.          

TEMPAT TERAPI: Keberadaan sumur tua itu dulunya menjadi jujukan terapi. Banyak warga yang beradatangan dari luar Gempol.
TEMPAT TERAPI: Keberadaan sumur tua itu dulunya menjadi jujukan terapi. Banyak warga yang beradatangan dari luar Gempol.

Mereka yang datang, tidak hanya dari wilayah Pasuruan. Tetapi juga, dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik serta Malang. Bahkan dari Jakarta, pernah berkunjung.

Di area setempat, terdapat beberapa bangunan bilik permanen dari tembok. Fungsinya, untuk mandi dan terapi bergantian.

Selain itu, ada pula kolam berbentuk segi empat. Kolam itulah yang dimanfaatkan untuk terapi bagi pengunjung.

“Banyak yang datang ke sini waktu itu. Bahkan, hampir setiap hari, selalu ada. Terutama malam hari. Mereka percaya, air panas dari sumur, bisa untuk penyembuhan penyakit. Seperti linu-linu, penyakit kulit dan yang lain,” paparnya.

Kini, air sumur tersebut tidak lagi panas. Meski demikian, masih banyak warga yang memanfaatkan keberadaannya. Terutama warga sekitar. Baik untuk mandi hingga mencuci.

"Saat ini, yang mandi di sumur tua itu tetap masih ada. Tapi warga sekitaran kampung sini saja. Dari luar sudah tidak ada," kata Kasun Archopodo Indra Ardi. (zal/one)

Baca Juga: Kisah Mbah Suryopati, Kiai yang Banyak Melahirkan Ulama di Pasuruan Timur

---------------------------

KERAMAT: Banyak yang percaya sumur tua itu dijaga oleh makhluk halus. Karena itu, lokasi setempat dijadikan punden.
KERAMAT: Banyak yang percaya sumur tua itu dijaga oleh makhluk halus. Karena itu, lokasi setempat dijadikan punden.

Dikenal Wingit hingga Dijadikan Punden

Sumur tua itu di sumber air panas Archopodo, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol tersebut, menjadi tempat yang khusus. Warga menjadikannya punden, sejak dahulu.

"Sumur tua ini, tempat yang disakralkan dan dikeramatkan. Sekaligus menjadi punden di Dusun Archopodo," kata Karmin, 80, warga setempat.

Sejak dahulu, sumur tua itu menjadi tempat sedekah dusun. Hal ini, tak lepas dari keberadaannya yang dikeramatkan dan dijadikan punden.

"Tak hanya menjadi tempat sedekah dusun. Dulu, warga di dusun ini, kalau mau punya hajat, menaru sesajen di sumur tua tersebut. Sekarang, tradisi tersebut sudah tidak ada, namun masih tetap dijadikan sebagai punden," bebernya.

Selain itu,  sumur tua tersebut dikenal wingit. Mereka percaya ada penunggunya yang berasal dari makhluk tak kasat mata.

Konon, wujudnya berupa orang tua berbadan tinggi besar. Serta ada pula anak-anak. Beberapa pengunjung, disebut-sebut pernah ada yang melihat.

"Tempat ini wingit, tapi aman. Asalkan tidak berbuat macam-macam, tetap jaga sopan santun," ucap Adenan, warga lainnya. (zal/one)

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#terapi #Pemandian #kepulungan #sumber air panas #archopodo