Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Hikayat Kolam Candi Jawi di Prigen Pasuruan, Bangunan Tua yang Dijaga Makhluk Tak Kasat Mata

Rizal Syatori • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 19:35 WIB
BERABAD-ABAD: Pembangunan kolam tersebut direalisasikan berabad-abad yang lalu. Namun, kondisinya masih bertahan hingga sekarang.
BERABAD-ABAD: Pembangunan kolam tersebut direalisasikan berabad-abad yang lalu. Namun, kondisinya masih bertahan hingga sekarang.

CANDI Jawi merupakan bangunan yang berdiri pada abad ke – 13. Pembangunannya direalisasikan pada masa kerajaan Majapahit di era Raja Kertanegara.

Menariknya, di sekeliling candi, terdapat kolam yang memiliki banyak fungsi.

Lokasinya berada di tepi jalan raya Desa Candiwates, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Kolam yang berada di sekeliling Candi Jawi, tampak masih utuh. Meski sudah dibangun berabad-abad yang lalu. Bahkan, terawat dengan baik.

Kolam tersebut berbentuk segi empat. Dengan panjang sisi masing-masing, sekitar 50 meter. Sementara lebar kolam, sekitar 3,5 meter dengan kedalaman 2,3 meter.

"Pembangunan kolam ini direalisasikan bersamaan dengan pembangunan candi. Jadi setelah candinya selesai dibangun, baru kemudian kolamnya yang direalisasikan," kata Juru Pelihara (Jupel) Candi Jawi, Sumadi.

Menurutnya, bangunan candi berasal dari material batu andesit. Sedangkan kolamnya, dari batu bata merah. Baik dinding ataupun permukaan lantainya.

MENAWAN: Kolam yang terbangun di sekitar Candi Jawi tampak begitu eksotik. Terlebih dengan tanaman teratai yang menghiasi.
MENAWAN: Kolam yang terbangun di sekitar Candi Jawi tampak begitu eksotik. Terlebih dengan tanaman teratai yang menghiasi.

Kolam menggelilinggi candi, memiliki banyak fungsi. Tak hanya untuk memperindah bangunan candi induk tetapi juga sebagai resapan air hujan. Serta untuk penahan dari gempa.

Adapun air yang berada di kolam, selalu ada meskipun kemarau. Air tersebut berasal dari hujan, juga dari saluran irigasi yang ada di sekitarnya.

"Pada bangunan kolam di sisi selatan dan utara, terdapat semacam saluran atau sudetan untuk masuk dan keluarnya air. Dan mengarah ke saluran irigasi terdekat," terangnya.

Adapun di dalam kolamnya, terdapat bungai teratai yang indah nan cantik.

Juga aneka jenis ikan, mulai dari nila, emas dan gabus. Ukurannya pun beragam, mulai dari kecil hingga besar.

 

Dijaga Sejumlah Makhluk Halus

Meski sepintas bangunan kolam yang mengelilinggi Candi Jawi ini tampak biasa dan sederhana, namun keberadaannya tidak boleh dianggap remeh. Bahkan, dilarang untuk berbuat sembarangan.

Karena dipercaya, kawasan setempat dijaga oleh makhluk halus tak kasat mata.

"Di bangunan kolam ini, ada penjaganya berupa makhluk halus. Penunggunya ada yang berbadan besar dan tinggi. Dengan ketinggiannya, bahkan melebihi candi. Ada juga yang berupa anak-anak. Tidak semua orang bisa melihat dan merasakannya," kata Juru Pelihara (Jupel) Candi Jawi, Sumadi.

Sejumlah makhluk halus tersebut, diklaimnya tidak menganggu. Asalkan mereka yang berkunjung, menjaga sopan santun. Serta tidak berbuat macam-macam.

Ia menambahkan, untuk ikan di dalam kolam, keberadaannya dikeramatkan. Tentu, hal ini bagi mereka yang mempercayainya.

"Kalau malam, secara sembunyi-sembunyi seringkali dipancing orang. Namun susah dapat ikannya. Kalaupun dapat ukurannya hanya yang kecil-kecil saja," bebernya.

DIRAWAT: Keberadaan kolam itu bisa bertahan hingga sekarang, seiring dengan perawatan yang dilakukan.
DIRAWAT: Keberadaan kolam itu bisa bertahan hingga sekarang, seiring dengan perawatan yang dilakukan.

Rutin Lakukan Perawatan Kolam

Tak hanya bangunan candi, kolam yang berada di sekeliling candi juga tak luput dari perawatan. Karena itu, kondisinya bertahan hingga sekarang.

"Sama dengan candi dan taman, untuk kolamnya kami rawat secara rutin,” kata Juru Pelihara (Jupel) Candi Jawi, Sumadi.

Perawatan yang dilakukan, tak hanya memunguti sampah yang ada di kolam.

Tetapi juga, dengan membersihkan lumut yang berada di dinding-dinding kolam. Hal itu dilakukan, rata-rata dua kali dalam sepekan.

"Kami pakai sikat biasa dan sapu lidi. Agar tidak merusak permukaan dinding kolam. Kalau pakai sikat kasar, seperti ujungnya dari besi tidak diperbolehkan," tuturnya.

Air di dalam kolam, juga tak luput dari pengurasan. Terakhir kali pengurasan dilakukan tahun 2019 lalu, sebelum pandemi Covid-19 melanda.

"Dikurasnya air di kolam saat itu tidak sampai asat atau surut total. Saat itu untuk membersihkan permukaan lantai kolamnya," kata Cak Mad-sapaan akrabnya. (zal/one)

Editor : Jawanto Arifin
#candi jawi #kolam #majapahit #makhluk halus #keramat