DESA Kertosari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, kaya akan sumber daya alamnya.
Termasuk sumber air segar yang melimpah di wilayah setempat. Salah satunya, Sumber Barongan.
Sumber Barongan diklaim menjadi sumber air yang terbesar di wilayah desa setempat.
Lokasinya berada di Dusun Gunungsari. Berjarak sekitar 200 - 250 meter dari Embung Kertosari.
Penamaan Sumber Barongan, bukan tanpa alasan. Itu semua, karena sumber airnya berada di bawah pohon bambu.
"Kami menyebutnya dengan Sumber Barongan, karena berada di bawah barongan atau pohon bambu," kata Samsuri, 51, warga yang juga tokoh masyarakat setempat.
Sumber Barongan dikenal masih alami. Air yang keluar, merupakan yang terbesar dibandingkan sumber air yang lain di Desa Kertosari.
Volumenya cenderung stabil. Bahkan, ketika puncak kemarau sekalipun.
Menurut Samsuri, air sumber keluar dari akar pohon bambu. Warga kemudian mengalirkannya melalui pipa untuk kemudian dijadikan pancuran. Air dari sumber, dikenal sangat menyegarkan.
Jernih, sehingga tak jarang, warga meminumnya langsung tanpa ragu saat mendatangi sumber tersebut.
Tak hanya warga lokal. Sejumlah warga luar desa pun, kerap datang.
Meski sekedar hanya untuk mengambil air sumber dan membawanya pulang.
Samsuri mengklaim, air sumber tersebut, memiliki keistimewaan. Salah satunya, dipercaya bisa menyembuhkan penyakit.
“Tidak sedikit mempercayai hal tersebut. Konon, kawasan sekitar sumber, juga dikenal wingit,” sambung dia.
Mereka percaya, ada makhluk astral tak kasat mata yang kerap menampakkan diri di sekitaran sumber.
Bahkan, ada pula yang pernah melihat ular gaib, berukuran besar. “Diduga, makhluk tersebut adalah penjaga sumber,” tandasnya.
Jujukan Mandi dan Mengairi Sawah
Kejernihan Sumber Barongan, menjadi berkah tersendiri bagi warga setempat.
Mereka menjadikannya jujukan, untuk mandi. Biasanya, hal itu dimanfaatkan ketika mereka pulang dari ladang atau sawah.
“Mayoritas warga, memang bertani. Sejak dahulu, sumber ini menjadi jujukan warga untuk mandi, sepulang dari sawah. Karena airnya, memang dikenal jernih dan menyegarkan,” tutur Samsuri, 51, tokoh masyarakat Dusun Gunungsari, Desa Kertosari.
Dahulu, keberadaan sumber setempat, kerap menjadi jujukan bagi para peritual.
Namun, zaman sudah berubah. Meski masih ada, namun sekarang, sudah jarang.
Tak hanya untuk mandi, air Sumber Barongan juga banyak dimanfaatkan untuk irigasi.
"Air yang keluar, dimanfaatkan untuk mengairi sawah. Jadi memang, sangat bermanfaat bagi warga. Apalagi, sejak dahulu, volume airnya, stabil,” beber Rahayu, 65, warga sekitar.
Aksesnya Mudah dan Terjangkau
Tak sudah untuk menuju ke Sumber Barongan, yang berada di Dusun Gunungsari, Desa Kertosari, Kecamatan Purwosari. Mengingat, aksesnya begitu mudah. Bahkan, terjangkau.
Apalagi, lokasinya tidak terlalu jauh dari Embung Kertosari yang berada di dusun yang sama.
"Kalau dari jalan raya nasional Surabaya - Malang, sekitar dua kilometer. Dari Embung Kertosari hanya 200-250 meter saja," kata Samsuri, warga setempat.
Lokasi setempat, bisa dijangkau dengan menggunakan mobil pribadi dan motor.
Pengunjung bakal melewati jalan berpaving. Sesampainya di Dusun Gunungsari, pengunjung bisa memarkirkan kendaraannya di tepi jalan. Terutama ketika sudah mendekati lokasi.
"Setelah itu, jalan kaki melewati jalan tanah. Hanya berjarak sekitar 50 meter saja, langsung ketemu sumber ini. Biar tidak kesasar, bisa tanya-tanya ke warga sekitar," bebernya.
Sumber tersebut, lokasinya berada di lahan pribadi milik salah seorang warga sekitar. "Berupa barongan, dan di sekitarnya terdapat sawah," tuturnya. (zal/one)
Editor : Jawanto Arifin