Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Hikayat Sumber Air Megalawu di Kabupaten Pasuruan, Dikenal Keramat dan Kaya Akan Manfaat

Rizal Syatori • Sabtu, 2 Agustus 2025 | 18:45 WIB
SEGAR: Kepala Desa Lemahbang, Naqso Bandi saat menikmati kesegaran air Sumber Megalawu. Keberadaan sumber tersebut seolah menjadi berkah bagi warga sekitar.
SEGAR: Kepala Desa Lemahbang, Naqso Bandi saat menikmati kesegaran air Sumber Megalawu. Keberadaan sumber tersebut seolah menjadi berkah bagi warga sekitar.

SEBUAH sumber air yang berada di Dusun Jombor Bawah, Desa Lemahbang, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, memiliki kisah yang menarik.

Lantaran keberadaannya yang dikenal keramat. Tak hanya dimanfaatkan untuk irigasi, tetapi juga dikunjungi para peritual.

Sumber air tersebut, dikenal dengan nama Megalawu. Tidak diketahui pasti, asal muasal penamaan sumber air tersebut.

Namun banyak yang percaya, kalau sumber tersebut termasuk yang keramat.

"Dari mana asal usul penamaan Sumber Megalawu, kami tidak mengetahuinya secara persis," kata Kepala Desa Lemahbang, Naqso Bandi.

Lokasi sumber air tersebut, berada di tengah areal persawahan. Jaraknya, sekitar 700 meter hingga 800 meter dari jalan raya.

Hanya pejalan kaki dan pengendara motor yang bisa menuju ke sana.

Sementara untuk kendaraan roda empat, sulit. Lantaran melewati jalan tanah dan paving yang tak lebar.

Menurut kepala desa, Sumber Megalawu, dikenal keramat. Tak mengherankan, jika sumber tersebut, kerap menjadi jujukan orang untuk bertapa. Serta melakukan ritual tertentu.

Mereka datang, dari berbagai daerah. “Tempatnya dikenal wingit. Tak jarang ada yang mendapat pusaka, seperti keris,” bebernya.

Kepala Dusun Jombor Bawah, M Iksan Edo mengatakan, berdasarkan cerita rakyat yang turun temurun, Sumber Air Megalawu, dahulunya merupakan salah satu tempat mandi dan bermain Putri Renggono.

"Didekat sumber air, terdapat goa yang kini tertutup oleh tanah dan bebatuan serta semak belukar. Dulu juga ada batu terdapat bekas telapak kaki. Diduga telapak kakinya Gatotkaca," urainya.

Karena dikenal keramat dan winggit, warga sekitar menggelar sedekah sumber air setiap tahunnya. Kegiatannya diisi dengan doa bersama dengan membawa tumpeng.

 

Dijaga Makhluk Astral Berupa Ular

Warga setempat menganggap Sumber Air Megalawu keramat dan angker.

Salah satu faktornya, karena di sumber air ini, dipercaya dijaga oleh makhluk astral berupa ular gaib.

"Ukurannya besar. Beberapa warga disebut-sebut pernah menjumpai ular tersebut," kata Kasun Jombor Bawah M Iksan Edo.

Meski begitu, ular gaib tersebut tidak mengganggu pengunjung yang datang. Hanya sebatas lewat dan kembali menghilang.

"Sebenarnya bukan hanya ular jadi-jadian. Karena ular sungguhan juga sering terlihat melintas di kawasan sini. Mengingat, di sekeliling sumber, tak hanya area persawahan. Tetapi juga ada pohon bambu serta semak-semak,” jelasnya.

Iksan menguraikan, saat dirinya masih kecil, kerap menjadikan sumber air setempat jujukan bermain.

Usai pulang sekolah, biasanya ia dan rekan-rekannya ke sumber air untuk mandi. “Biasanya habis main layang-layang, langsung mandi di pancuran,” kenangnya.

JERNIH: Air Sumber Megalawu tampak begitu jernih. Tak heran, jika air sumber setempat digunakan untuk banyak hal. Termasuk dikonsumsi.
JERNIH: Air Sumber Megalawu tampak begitu jernih. Tak heran, jika air sumber setempat digunakan untuk banyak hal. Termasuk dikonsumsi.
IRIGASI: Selain untuk konsumsi, air sumber juga difungsikan untuk sarana irigasi. Dampaknya besar. Pertanian di Lemahbang, Kecamatan Sukorejo, subur.
IRIGASI: Selain untuk konsumsi, air sumber juga difungsikan untuk sarana irigasi. Dampaknya besar. Pertanian di Lemahbang, Kecamatan Sukorejo, subur.

Sarana Irigasi dan Air Minum

Keberadaan Sumber Air Megalawu membawa berkah tersendiri bagi warga di Desa Lemahbang, Kecamatan Sukorejo.

Karena meskipun sumber airnya tidak terlalu besar, dengan debit air selalu stabil. Baik saat musim hujan maupun kemarau.

Air dari sumber ini, dimanfaatkan banyak hal. Selain untuk konsumsi yang disalurkan melalui HIPPAM juga dimanfaatkan untuk sarana irigasi.

Kepala Desa Lemahbang, Naqso Bandi menjelaskan, air sumber dialirkan ke rumah-rumah warga yang tersebar di lima dusun.

Mulai dari Jombor Atas, Jombor Bawah, Tambak, Lemahbang dan Bunder.

"Airnya disalurkan ke bak penampungan, kemudian ke pipa-pipa hingga rumah warga. Mengalir selama 24 jam nonstop. Airnya jernih dan menyegarkan," ungkapnya.

Selain itu, juga dimanfaatkan untuk irigasi. Yakni pengairan ke persawahan seluas ratusan hektar untuk tanaman padi.

Tak heran, pertanian padi di desa ini, dikenal subur. Bahkan, dikenal menjadi desa lumbung padi.

"Airnya juga untuk irigasi sawah. Ada ratusan hektar areal persawahan padi teraliri dari sumber air ini," ungkapnya. (zal/one)

Editor : Jawanto Arifin
#sumber air #kabupaten pasuruan #keramat