Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Hikayat Sosok Mbah Soleh, Orang Sakti yang Merupakan Pembabat Alas Desa Karang Tengah di Pasuruan

Fuad Alyzen • Sabtu, 19 Juli 2025 | 22:55 WIB
PENINGGALAN: Makam Mbah Soleh yang masih dikunjungi warga untuk berkirim doa. Mbah Soleh merupakan sosok yang dikenal sakti.
PENINGGALAN: Makam Mbah Soleh yang masih dikunjungi warga untuk berkirim doa. Mbah Soleh merupakan sosok yang dikenal sakti.

DESA Karang Tengah merupakan salah satu desa di Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan.

Desa ini memiliki kisah unik. Lantaran mengambil nama sebuah pekarangan.

Dahulu tanah di wilayah tersebut merupakan tanah yang subur. Sehingga banyak pendatang yang ingin bermukim di wilayah Desa Karang Tengah.

Banyaknya orang yang bermukim, membuat wilayah setempat banyak terdapat pekarangan.

Tak hanya di sisi timur. Tetapi juga sisi wilayah yang lain. Termasuk pekarangan di wilayah tengah.

Kebetulan, banyak warga yang bermukim di wilayah tengah. Sehingga, muncul kesepakatan, untuk memberi nama kawasan setempat, Desa Karang Tengah.

Sosok pemberi nama itu, adalah Mbah Soleh. Ia merupakan perantau dari Madura dengan tujuan untuk menyiarkan agama.

ALAMI: Keberadaan Makam Mbah Soleh dibiarkan alami. Hal ini, untuk menjaga kemurnian kawasan setempat.
ALAMI: Keberadaan Makam Mbah Soleh dibiarkan alami. Hal ini, untuk menjaga kemurnian kawasan setempat.
PUSAT: Selain menjadi nama desa, sekitar makam Mbah Soleh dahulunya merupakan pusat pemerintahan desa Karang Tengah.
PUSAT: Selain menjadi nama desa, sekitar makam Mbah Soleh dahulunya merupakan pusat pemerintahan desa Karang Tengah.

Mbah Soleh dikenal pula dengan sebutan Mbah Karang Petuk. Ia merupakan sosok pembabat alas Desa Karang Tengah, yang hidup di era tahun 1800-an.

Konon, Mbah Soleh memiliki karomah. Saat perang, ia tidak pernah kalah. Termasuk memerangi Belanda. Belanda selalu takluk di tangannya.

Hingga kini, sosoknya pun dikenang masyarakat. Bahkan, makamnya dikeramatkan. Banyak orang berdatangan, untuk ngalap berkah.

Menurut Tokoh Desa Karang Tengah, Ali Muhdor, 70, dahulu Desa Karang Tengah, Kecamatan Winongan, dikenal sebagai desa paling subur di antara desa lain di Kecamatan Winongan.

Karenanya, banyak masyarakat luar wilayah setempat, tertarik bermukim. Bahkan, berkebun di wilayah desa ini.

Termasuk Mbah Soleh, yang datang dari Madura. Ia merantau ke Karang Tengah untuk menyiarkan agama Islam.

“Dahulu dikenal subur di sini (Desa Karang Tengah, red). Banyak orang yang ingin bermukim. Karena orang zaman dahulu mayoritas petani,” ujar sesepuh di Desa Karang Tengah ini.

Ali menambahkan, Mbah Soleh merupakan tokoh yang membabat alas desa pertama kali.

Konon, ia merupakan keturunan dari Kerajaan Majapahit. Mbah Soleh juga dikenal sebagai orang yang sakti mandra guna dan tak terkalahkan.

Dahulu pada zaman Mbah Soleh hidup, desa ini belum memiliki nama.

Namun, nama Karang Tengah sudah ada. Nama itu, adalah pekarangan yang menjadi tempat tinggal Mbah Soleh.

Selain Karang Tengah, ada beberapa wilayah lainnya, yang setiap pekarangan tersebut dimukimi orang yang mayoritas adalah pendatang.

Sejumlah pekarangan atau kebun itu, diantaranya Karang Mojo yang berada di sebelah barat desa.

Karang Gatak di sebelah selatan, Karang Panas sebelah utara dan Karang Tengah di timur.

Nah, karena Karang Tengah sebagai tempat yang paling ramai, makanya diambil nama sebagai desa.

Apalagi, Karang Tengah menjadi pusat kegiatan warga pada waktu itu. Hal itu, tak lepas dari pengaruh Mbah Soleh.

Karena kesaktiannya, banyak barang yang konon merupakan peninggalnya, masih dirawat baik sampai sekarang.

Seperti batu nisan kuno yang kini diletakan di pesarean umum Dusun Karang Tengah.

“Dahulu, di makamnya Mbah Soleh ini, adalah pusat pemerintahan desa. Seiring berjalannya waktu, pusat pemerintahan desa akhirnya dipindah,” jelasnya.

Ali memaparkan, Desa Karang Tengah pertama kali dipimpin oleh Mbah Usman.

Ia merupakan putra dari Kiai Abdul Rahman bin Kiai Abdur Rahim, bin Jamaludin bin Rangga Kanjeng Peniten sampai Sentoni Patih Mataram Majapahit.

 

Kebal dan Tidak Pernah Kalah saat Berperang

Tak banyak peninggalan sejarah dari sosok pembabat alas Desa Karang Tengah, Mbah Soleh.

Sampai kini, benda yang pernah menjadi milik Mbah Soleh adalah batu nisan. Dan itu, masih terawat dan ditempatkan di makam Mbah Soleh sendiri.

Meski begitu, kisah hidup Mbah Soleh masih dikenang sampai sekarang. Bahkan masyarakat stempat senantiasa mendoakan Mbah Soleh.

Serta menggelar tradisi tahunan yang diperuntukkan bagi Mbah Soleh.

“Hanya batu nisan dan pundennya yang tersisa. Konon batu nisan tersebut kepemilikan Mbah Soleh dahulu,” ujar Perangkat Desa Karang Tengah, Taufiq Billah.

Pundennya saat ini, masih terawat dengan baik. Meski keberadaannya, tak dibangun seperti makam keramat lainnya.

Hal ini bukan tanpa alasan. Taufiq berujar, hal itu agar makam Mbah Soleh tetap terjaga keasliannya. Seperti pertama jasad Mbah Soleh dimakamkan di sana.

Makam tersebut dirawat oleh warga Karang Tengah sendiri. Yakni, Solihin yang disebut-sebut merupakan salah seorang keturunan Mbah Soleh sendiri.

Keberadaan makam Mbah Soleh, kerap menjadi jujukan masyarakat untuk berziarah.

Hal ini tak lepas dari karomahnya. Sehingga, makam tersebut dikeramatkan.

Tak sedikit yang berdatangan untuk berziarah. Baik masyarakat sekitar, maupun warga desa tetangga.

Mbah Soleh dikenang dengan kesaktiannya. Sosoknya dipercaya sebagai orang sakit.

Memiliki ilmu kebal dari berbagai jenis senjata tajam apapun. Bahkan, termasuk peluru.

“Kesaktian dari beliau adalah kebal dari berbagai jenis senjata tajam,” katanya.

Ali Muhdor, 70, tokoh masyarakat desa setempat menjelaskan, tak banyak peninggalan dari Mbah Soleh.

Meski begitu, jasa Mbah Soleh dikenang oleh masyarakat. Mulai dari berjuang menyiarkan agama hingga memerangi tentara Belanda.

Konon saat berperang, ia dikenal sebagai sosok yang pantang menyerah. Bahkan, tidak pernah kalah. Karena ilmu kebal yang dimilikinya.

“Apalagi, ia merupakan pembabat alas desa ini. Jadi, sosoknya tetap dikenang hingga kini oleh masyarakat,” papar dia.

 

Sempat Menjadi Pusat Pemdes

Kesaktian Mbah Soleh selalu membawa kedamaian bagi penduduk Desa Karang Tengah.

Saat bahaya mendekat, Mbah Soleh berada pada garda terdepan untuk menuntaskannya.

Tak ayal, banyak masyarakat yang menyukai sosok Mbah Soleh. Bahkan, saat Mbah Soleh sudah wafat, masih banyak orang yang mendoakannya. Makam Mbah Soleh pun, dikeramatkan.

Perangkat Desa Karang Tengah, Taufiq Billah mengatakan, banyak masyarakat yang datang ke makam Mbah Soleh. Mereka yang datang, rata-rata untuk berkirim doa.

“Ada juga yang ingin kaya. Serta banyak juga warga yang ingin mencari pusaka,” sampainya.

Taufiq menyampaikan, permintaan ingin kaya yang dikabulkan tidak pernah menyaksikannya.

Karena dirinya tidak pernah mengetahui orang itu kaya, karena usai berziarah di makam.

Namun yang mencari pusaka, sudah banyak yang dikabulkan. Ada yang berhasil mendapatkan keris, hingga benda pusaka lainnya.

Karena karomahnya itu, Mbah Soleh selalu dikenang meski sudah tiada. Hari wafatnya pun senantiasa digelar.

Biasanya, acara berbentuk tradisi desa setiap 10 Muharram. “Jadi setiap setahun sekali, 10 Muhammaram,” sampainya.

Tokoh Desa Karang Tengah, Ali Muhdor, 70, menyampaikan, daulu makam Mbah Soleh merupakan pusat pemerintahan desa (pemdes).

Namun dengan seiringnya waktu pemerintah desa pindah ke sebelah barat yang notabenenya lebih ramai.

“Dahulu pemerintahan desa, berada di kawasan makam Mbah Soleh,” ulasnya. (zen/one)

Editor : Jawanto Arifin
#Babat Alas #makam #keramat #sakti