DI Dusun Krajan I, Desa Andonosari, Kecamatan Tutur, terdapat sumber air alami. Airnya jernih dan menyegarkan.
Sumber air tersebut, dipercaya masyarakat setempat memiliki keistimewaan. Selain menjadi obat berbagai penyakit juga bisa membuat awet muda.
Warga setempat menyebutnya Sumber Gentong. Sumber tersebut, merupakan sumber air terbesar yang ada di Desa Andonosari, Kecamatan Tutur. Airnya mengalir deras. Bahkan, saat musim kemarau.
“Sebenarnya ada banyak sumber air yang ada di desa kami. Namun, yang paling deras airnya, adalah Sumber Gentong ini. Apalagi ketika musim penghujan seperti sekarang,” ungkap Kepala Desa Andonosari, Kecamatan Tutur, Akhmad Pujianto.
Menurut Pujianto-sapaannya, air dari Sumber Gentong tidak hanya terkenal dengan kejernihannya.
Tetapi juga kesegarannya. Hal itu tak lepas dari letak geografis keberadaan sumber setempat.
Karena di sekitaran sumber, banyak dikelilingi pohon bambu dan pinus. “Hal ini, yang membuat kawasan setempat begitu sejuk. Karena keberadaan sumber ini, terletak di dataran tinggi di antara perbukitan,” bebernya.
Ia menambahkan, air sumber muncul dari sela-sela bebatuan. Lalu, disalurkan melalui pipa, hingga menjadi pancuran.
Air dari pancuran itulah, yang dimanfaatkan warga. Baik untuk mandi hingga untuk diminum saat pulang dari berkebun.
Bagi warga, Sumber Gentong sangatlah istimewa. Bahkan, disebut-sebut merupakan sumber keramat.
Ketika ada sedekah desa, air dari sumber ini, dimasukkan dalam wadah khusus.
Kemudian dibawa ke balai desa, bersama sumber-sumber air lainnya yang ada di desa setempat.
Salah satu tokoh masyarakat di Dusun Krajan I, Desa Andonosari, Kecamatan Tutur, Tarno mengatakan, dahulu sering terjadi hal aneh di Sumber Gentong ini.
Meski saat ini, hal tersebut tak ada lagi. Karenanya, walau sudah masuk modernisasi, namun Sumber Gentong masih dianggap keramat.
Hal ini bukan tanpa alasan. Konon, sumber setempat ditunggui makhluk tak kasat mata.
“Masyarakat percaya, sumber ini ada penunggunya. Yakni ikan gaib. Hanya beberapa orang saja pernah melihatnya,” ungkap dia.
Karena dikeramatkan, ikan-ikan yang hidup di sumber setempat, tak boleh diambili. Ikan-ikan tersebut dibiarkan hidup alami di dalam kolam sumber.
Banyak yang percaya, bila ada yang nekat untuk mengambil ikan dari kolam sumber, maka akan ditimpa kesialan.
Keistimewaan lainnya, adalah sebagai penyembuh. Tak sedikit masyarakat yang percaya, kalau air dari Sumber Gentong ini, bisa digunakan untuk obat dari berbagai penyakit.
“Tentunya, bagi mereka yang percaya. Airnya diminum dengan niat agar sakitnya sembuh. Tidak sedikit yang akhirnya berhasil sembuh,” tuturnya.
Dipercaya Bisa Membuat Awet Muda
Karena kesohorannya sebagai sumber keramat, Sumber Gentong kerap menjadi jujukan para peritual.
Mereka yang datang, tidak hanya dari warga sekitar. Tetapi banyak pula, dari luar daerah.
Menurut Tarno, 80, salah satu tokoh masyarakat Dusun Krajan I, Desa Andonosari, Kecamatan Tutur, para peritual biasanya datang ketika di momen-momen tertentu. Seperti saat adanya bulan purnama.
Mereka melakukan aktivitas mandi. Selanjutnya, mengambil air dari pancuran sumber dengan memasukkannya ke dalam botol ataupun jeriken.
“Air tersebut, kemudian dibawa pulang untuk dikonsumsi,” jelasnya.
Para peritual itu datang, dengan berbagai tujuan. Salah satunya, ngalap berkah.
Mereka percaya, air sumber setempat, tidak sekedar menyembuhkan penyakit. Tetapi juga, bisa membuat awet muda.
“Terutama bagi warga yang hendak menggelar hajatan. Atau malam hari jelang lebaran. Bagi yang percaya, biasanya mereka datang ke sumber ini dan melakukan mandi ritual,” tandasnya.
Aksesnya Mudah Dijangkau
Meski berada di tengah hutan desa, keberadaan Sumber Gentong disebut-sebut memiliki akses yang mudah untuk dijangkau.
Jaraknya, hanya sekitar 1,5 kilometer dari Balai Desa Andonosari. Sementara dari jalan kabupaten, jurusan Andonosari, Kecamatan Tutur dengan Desa Janjang Wulung, Kecamatan Puspo, hanya berjarak sekitar 750 meter hingga satu kilometer.
Untuk menuju lokasi, bisa ditempuh dengan mengendarai motor. Atau menggunakan mobil jip maupun pikap.
Pengunjung akan melewati jalan beraspal, paving dan makadam.
“Lokasinya berada di tengah hutan desa. Dari perkampungan warga, memang agak jauh. Dari jalan makadam terakhir, posisi sumbernya berada di sebelah selatan jembatan. Di atas jembatan di tepi jalan, terlihat ada air mengalir dari pancuran pipa. Ya, itulah Sumber Gentong,” papar Kepala Desa Andosari, Kecamatan Tutur, Akhmad Pujianto.
Ia menambahkan, sumber mata airnya ada di atas pancuran. Keberadaannya tidak terlihat, lantaran tertutup semak serta pepohonan.
Meski terbilang cukup jauh, namun pihaknya mengklaim jika sumber setempat masih bisa dijangkau. Buktinya, mobil jip dan motor, bisa mengakses ke lokasi.
“Di dekat Sumber Gentong, terdapat bangunan kecil bertembok. Itu juga dipakai warga untuk salat. Layaknya musala kecil. Memang, kondisinya butuh perbaikan. Dan kami masih mengupayakan,” ulasnya. (zal/one)
Editor : Jawanto Arifin