Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Hikayat Candi Sudut, Pagar Candi Jabung yang Jadi Jujukan Pencari Pusaka

Achmad Arianto • Sabtu, 25 Januari 2025 | 17:09 WIB
KOKOH: Keberadaan Candi Sudut yang berdiri kokoh hingga saat ini. Candi tersebut diyakini merupakan pagar pembatas dari Candi Jabung.
KOKOH: Keberadaan Candi Sudut yang berdiri kokoh hingga saat ini. Candi tersebut diyakini merupakan pagar pembatas dari Candi Jabung.

Siapa yang tidak mengetahui Candi Jabung di Kabupaten Probolinggo. Bangunan suci peninggalan Kerajaan Majapahit ini, merupakan salah satu ikon di wilayah Kabupaten Probolinggo.

Di balik kokohnya Candi Jabung, ada bangunan candi lain, yang tak kalah istimewa. Yakni Candi Sudut yang kerap didatangi orang pencari pusaka.

-------------------

Candi Jabung terletak di Dusun Candi, Desa Jabung Candi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.

Kemegahannya, tak dapat dilepaskan dari sejarah Kerajaan Majapahit. Bangunan tersebut didirikan sekitar tahun 1.276 Saka atau 1.354 Masehi.

Bangunan terbuat dari bata merah. Dibangun zamannya Raja Hayam Wuruk. Dengan konstruksi berupa bata merah kuno, candi induk memiliki tinggi 16,20 meter, panjang 13,13 meter dan lebar 9,58 meter.

Saat dibangun, Candi Jabung memiliki 3 fungsi. Selain tempat pemujaan, juga difungsikan untuk tempat persinggahan para raja dan keluarga kerajaan.

Serta tempat abu jenazah. Konon abu jenazah Bhre Gundal yang masih keluarga Hayam Wuruk, ditempatkan pada bilik tengah candi induk.

“Candi Jabung merupakan bangunan suci peninggalan Kerajaan Majapahit. Sampai saat ini, kondisinya masih kokoh berdiri,” kata Koordinator Pelestarian Cagar Budaya Candi Jabung, Abdurrahman, 50.

Tak jauh dari candi induk sekitar 150 meter arah barat daya, terdapat sebuah bangunan. Masyarakat banyak menyebutnya dengan sebutan Candi Sudut.

Candi tersebut memiliki tinggi 6 meter dan panjang maupun lebar yang sama yakni  2,5 meter.

Bangunan ini merupakan bagian dari areal Candi Jabung yang bentuknya masih tampak baik dan terawat.

Pada bangunan Candi Sudut, terdapat relief kala pada empat sudutnya. Relief ini berada tepat di atas tatanan batu bata menyerupai pintu.

UKIRAN: Relief bunga padma atau teratai yang melambangkan kemakmuran. Relief bunga ini, hanya ada pada sisi luar yakni sisi sebelah barat dan selatan.
UKIRAN: Relief bunga padma atau teratai yang melambangkan kemakmuran. Relief bunga ini, hanya ada pada sisi luar yakni sisi sebelah barat dan selatan.

Relief ini melambangkan pelindung bangunan dari hal-hal jahat. Juga ada relief bunga padma atau teratai yang melambangkan kemakmuran.

Namun relief bunga ini, hanya ada pada sisi luar yakni sisi sebelah barat dan selatan.

“Selain Candi Jabung, bangunan lain yang kondisinya masih baik, yakni Sudut Candi atau banyak yang menyebut Candi Sudut. Ada relief khas pada bangunan tersebut yang maknanya cukup dalam,” ucapnya.

Rahman-sapaan akrab Abdurrahman mengatakan, luas areal Candi Jabung, mencapai kisaran 2,5 hektar.

Banyak yang mempercayai, bahwa Candi Sudut merupakan dapur candi. Ada juga yang meyakini, bahwa merupakan bangunan tempat menyimpan beragam pusaka di zaman Kerajaan Majapahit.

Khususnya pusaka-pusaka yang sakti mandraguna. Para prajurit dan petinggi Kerajaan Majapahit menyimpan pusaka-pusaka mereka, di bawah candi sudut. Setelah itu, para prajurit itu pulang ke Trowulan, Mojokerto.

Namun dari penelitian yang telah dilakukan, Candi Sudut sejatinya merupakan sudut pagar pembatas yang mengelilingi bangunan induk.

Hal ini dapat terlihat dari sisa siku bangunan, yang menyerupai bangunan pagar bata merah, membentang ke arah timur dan utara.

Untuk membuktikan tersebut, peneliti pernah melakukan penggalian. Rupanya benar, ditemukan fondasi bekas Candi Sudut di tiga sisi lainya.

Memiliki jarak masing-masing 250 meter berbentuk kotak. Sementara tegak lurus ke arah barat candi induk, ada fondasi menyerupai puing gapura yang dipercaya menjadi tempat masuk candi.

Namun sayangnya, kondisi tiga fondasi dan puing bangunan pagar pembatas candi yang menghubungkan dengan Candi Sudut, sudah rusak. Bahkan telah terkubur dalam tanah.

“Berdasarkan penelitian dan penggalian yang pernah dilakukan, Candi Sudut merupakan pagar pembatas sekaligus melindungi areal bangunan suci,” bebernya. 

 

ADA EMPAT: Relief kala yang terdapat pada empat sudut Candi Sudut. Relief ini melambangkan pelindung bangunan dari hal-hal jahat.
ADA EMPAT: Relief kala yang terdapat pada empat sudut Candi Sudut. Relief ini melambangkan pelindung bangunan dari hal-hal jahat.

Dipercaya Menyimpan Pusaka Kasat Mata

Seiring dengan perkembangan zaman, Candi Jabung dan Candi Sudut saat ini mulai beralih fungsi.

Selain masih dijadikan yang disucikan, candi ini juga dimanfaatkan sebagai wisata budaya. Pasalnya, candi merupakan salah satu peninggalan kejayaan kerajaan Majapahit kala itu.

Koordinator Pelestarian Cagar Budaya Candi Jabung, Abdurrahman, 50, mengatakan bahwa Candi Jabung dan Candi Sudut memang menjadi salah satu tempat kunjungan bangunan sejarah dan budaya. Hampir setiap pecan, wisatawan lokal maupun luar daerah, datang berwisata untuk mengetahui langsung peninggalan kerajaan Majapahit.

Sekaligus mendapatkan informasi tentang candi dan bangunan pendukung lainnya. Salah satunya Candi Sudut. Sehingga, perlu dipelihara agar tidak rusak. Baik karena faktor cuaca dan alam. Serta ancaman pengrusakan yang disengaja oleh manusia.

“Saat ini, Candi Jabung sudah beralih fungsi. Rata-rata yang datang pelajar, mahasiswa dan pemerhati budaya. Mereka datang untuk melihat langsung candi sekaligus belajar sejarahnya,” ucapnya.

Di sisi lain, ada juga yang masih percaya, di sekitar Candi Jabung khususnya Candi Sudut masih banyak tersisa peninggalan pusaka. Baik yang kasat mata maupun yang perlu ritual untuk melihatnya.

Tak jarang, saat hari-hari tertentu, ada warga yang datang mencari pusaka. Mengelilingi areal candi namun berhenti di candi sudut. Dari upaya yang dilakukan, ada beberapa orang yang menemukan keris, tombak dan barang lainnya.

“Kalau pusaka saya tidak tahu persis. Hanya saja, ada beberapa orang katanya pernah menemukan pusaka. Tetapi dikembalikan, karena takut usai didatangi seseorang dalam mimpi,” tuturnya.

Rahman-sapaannya menambahkan, ritual yang sering dilakukan oleh penduduk sekitar, yakni saat melakukan hajatan atau kegiatan penting.

Selalu menaruh sesajen pada candi induk dan Candi Sudut. Warga masih mempercayai, jika sesajen diperlukan untuk meminta izin kepada leluhur, agar hajatannya dapat berjalan dengan lancar tanpa ada halangan apapun.

“Kalau sesajen masih sering kami temui. Itu sudah kepercayaan. Kami tidak bisa melarang, yang penting tidak merusak bangunan candi,” sampainya. (ar/one)

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#candi sudut #sejarah #candi jabung #candi #majapahit #Pusaka