SIRKUS Harmston adalah sirkus dari barat, terbesar yang pernah melakukan pertunjukan keliling di Hindia-Belanda tempo dahulu.
Dalam perjalananannya keliling dunia, Kota Pasuruan adalah salah satu tempat “langganan” mereka tampil.
Pemerhati Sejarah Pasuruan, Achmad Budiman Suharjono mengungkapkan, sirkus ini dibentuk oleh William Benjamin Harmston di Inggris pada tahun 1847.
Kemudian dijalankan oleh putranya, William Batty Harmston pada 1844 hingga 1893.
Setelah kematiannya, pertunjukan sirkus tersebut diteruskan oleh jandanya Jane Evelyn Eldred, yang menikah dan menjalankan sirkus dengan manajer sirkus, Robert Love.
Iring-iringan panjang kereta rombongan sirkus ini, berpindah dari satu kota ke kota lainnya.
Hal itu, menjadi tontonan yang unik dan menarik, di sepanjang jalan yang mereka lewati. Selain kuda, mereka juga memanfaatkan gajah yang mereka miliki, yang mampu menarik 7 kereta sekaligus.
“Sirkus Harmston mungkin satu-satunya sirkus yang pernah melakukan perjalanan keliling dunia. Dan Kota Pasuruan tidak pernah terlewati,” katanya.
Pada 1896, ketika sirkus tampil di Alun-alun Kota Pasuruan, sempat dikunjungi Raja Siam (kini Thailand), Raja Chulalongkorn (Rama V).
Atas penampilannya yang mengesankan, Raja Siam memberikan kado kenang-kenangan berupa jam tangan yang indah untuk Ny. Harmston.
Kemudian setelah tahun itu, mereka masih beberapa kali lagi tampil di Pasuruan. Hingga terakhir kalinya, pada 1933.
Kondisi ini tidak terlepas, dari persaingan hebat pertunjukan sirkus dengan seni pertunjukan lainnya, pada abad ke-20.
Saat itu, banyak bioskop mulai dibuka di kota-kota besar. Bioskop menyediakan sensasi hiburan baru bagi penonton. Walaupun demikian, sirkus masih bertahan. Hanya saja, tidak sebanyak sebelumnya.
“Semakin lama, sirkus semakin kurang peminat. Terakhir Sirkus Harmston tampil di Pasuruan pada 1933,” tutur Budiman.
Tragedi Sirkus pada 1913
Selayaknya penampilan dalam sirkus lainnya, Sirkus Harmston juga menampilkan atraksi yang gila dan berbahaya.
Ayunan yang digantung dengan tali di atap langit-langit hingga atraksi salto, dipertunjukkan untuk menarik minat penonton.
Meski Sirkus Harmston sangat dikenal karena kepiawaian pemainnya dalam menampilkan pertunjukan, namun sempat terjadi tragedi memilukan. Tragedi ini menyebabkan satu pemainnya meninggal dunia pada 1913.
Pemain sirkus ini bernama Sidney Humpries atau dikenal dengan nama Watson. Karena kepiawaiannya dalam memainkan atraksi, ia dijuluki, Watson, Sang Iblis pemberani.
Malam itu, Watson menampilkan atraksi sebuah gerobak berbentuk mobil. Dalam aksi ini, ia membiarkan dirinya bergulir dari atas papan yang diletakkan miring, melalui blok di ujung papan.
Gerobak itu berada pada ketinggian mungkin delapan atau 10 meter dari permukaan tanah. Ia lantas membuat lompatan ke depan untuk kemudian turun seperti mortir.
Dengan sajian yang penuh rasa menakutkan, ia kemudian jatuh ke atas sebuah kasur atau matras yang empuk.
Atrasksi ini berlalu dalam sekejap mata. Hanya beberapa detik dari kata “let’s go!” Ia mulai meluncur bebas.
Dan disambut tepuk tangan penonton, yang telah mendapat sensasi menakutkan dari pertunjukan.
Seperti yang diketahui dari berita koran lama, pada pertunjukan pembukaan Selasa malam itu di Pasuruan, pengendara mobil, Watson, tewas.
Disebutkan, pria pemberani ini telah mematahkan lehernya.
“Dalam koran lama disebutkan, karena kejadian ini, Sirkus Harmston mengalami kerugian yang cukup besar,” jelas Pemerhati Sejarah Pasuruan, Achmad Budiman Suharjono.
Dimakamkan di Pasuruan
Kecelakaan tragis yang dialami oleh Sidney Humpries atau dikenal dengan nama Watson ini, tercatat dalam buku: Genealogische en heraldische gedenkwaardigheden betreffende Europeanen op Java, 1934-1939, karya Bloys van Treslong Prins, P.C.
Dalam buku tersebut, disebutkan jika Sidney Humpries dimakamkan dalam makam Eropa (Kerkhof) di Bugul Lor Kota Pasuruan.
Makamnya merupakan makam nomor 230 dari total sejumlah 584 makam.
Dalam makam tersebut tertulis “Here resting in peace is / Sidney Humpries / a gallent comrade, true friend / who met his death while / performing his duty at the / age of 27 years in circus Harmston / Pasoeroean on April 23rd 1913 / respected by all his comrades / born in manchester 1886.
Yang artinya “Di sini beristirahat dengan tenang adalah / Sydney Humphries / seorang kawan yang gagah berani, sahabat sejati / yang menemui ajalnya ketika / menjalankan tugasnya pada / usia 27 tahun di sirkus Harmston / Pasoeroean pada tanggal 23 April 1913 / yang dihormati oleh semua kawan-kawannya / dilahirkan di Manchester (UK) 1886.
Pemerhati Sejarah Pasuruan, Achmad Budiman Suharjono menyebut, menurut buku yang sama, terdapat empat lokasi makam Eropa di Pasuruan.
Yaitu ada di Bugul Lor, halaman komplek Sekolah Katolik Roma (sekarang Sang Timur, red), Gadingrejo (sekarang komplek asrama Tentara Zipur 10, red), dan Kedawung.
“Sayangnya yang masih utuh hanya di Kedawung. Yaitu makam keluarga Gerrit Lebret. Sedangkan makam Eropa lainnya, tidak berbekas,” kisah Budiman. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin