Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Cerita Asal Usul Desa Sumberlele Kraksaan Probolinggo, Salah Satu Tempat Persembunyian Pejuang

Agus Faiz Musleh • Sabtu, 7 September 2024 | 21:15 WIB
SISA: Sekretaris Desa Sumberlele Andi Lukman (berudeng) menunjukkan sisa kolam, yang menjadi sumber ikan lele di Dusun Armi. Saat ini, kondisinya dipenuhi rerumputan.
SISA: Sekretaris Desa Sumberlele Andi Lukman (berudeng) menunjukkan sisa kolam, yang menjadi sumber ikan lele di Dusun Armi. Saat ini, kondisinya dipenuhi rerumputan.

BAGI warga Kabupaten Probolinggo, Desa Sumberlele, Kecamatan Kraksaan, memang sudah tak asing lagi.

Adanya Taman SL Park, menjadi salah satu daya tarik untuk mendatangi desa ini. Namun, di balik itu semua, ada kisah yang melegenda tentang desa setempat.

Desa Sumberlele, Kecamatan Kraksaan, memiliki sejumlah cerita dalam penamaannya.

Berbanding lurus dengan penamaannya, keberadaan desa ini diyakini, bermuara pada sebuah sumber yang berisi banyak ikan lele.

Sekretaris Desa Sumberlele, Kecamatan Kraksaan, Andi Lukman menceritakan, pada awalnya, Desa Sumberlele, Kecamatan Kraksaan, merupakan sebuah Dusun di bawah Pemerintahan Desa Kebonagung.

DICEK: Sekretaris Desa Sumberlele, Kecamatan Kraksaan, Andi Lukman (Berudeng) saat berada makam Bujuk Armi.
DICEK: Sekretaris Desa Sumberlele, Kecamatan Kraksaan, Andi Lukman (Berudeng) saat berada makam Bujuk Armi.

“Hal itu, dimulai dari jauh sebelum kemerdekaan,” kisahnya.

Karena perkembangan penduduk yang begitu pesat, Dusun Sumberlele berkembang menjadi pemukiman padat dan ramai.

Sehingga memungkinkan, untuk berdiri sendiri. Untuk membentuk pemerintahan tersendiri, menjadi sebuah desa.

Ia menguraikan, asal mula nama Sumberlele, tak lepas dari cerita rakyat dan para sesepuh desa.

Yakni bermula dari sebuah dusun, yang dikenal saat ini, yaitu Dusun Sumber Armi.

Di dusun tersebut, konon terdapat mata air atau sumber air menyerupai kolam kecil. Di dalamnya, banyak terdapat ikan lelenya.

Sehingga, masyarakat sekitar dusun setempat, menyebutnya dengan sebutan sumber yang banyak ikan lelenya.

“Sekitar 200 meter persegi, sumber yang banyak ikan lelenya. Sumber tersebut, ada di Dusun Armi,” ujarnya.

Pada saat itu, tempat tersebut disebut-sebut menjadi lokasi persembunyian para pejuang, dari penjajahan Belanda.

Kala itu, lokasi setempat ditumbuhi rumput yang rimbun. Serta ada sumber air.

Karena kesuburan tanahnya, serta adanya sumber mata air yang dipenuhi ikan lele, membuat daerah tersebut semakin lama semakin ramai.

Hingga pada akhirnya, Belanda menemukan tempat tersebut.

“Karena lokasinya strategis dan sudah banyak tersiar, akhirnya banyak masyarakat yang berdatangan. Konon ikan di dalam sumber itu, dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari oleh masyarakat waktu itu,” jelasnya.

Kini, sumber mata air tersebut sudah tidak ada. Namun bekas kolam pada sumber tersebut, masih tampak.

Kendati tak lagi ada, masyarakat sudah terbiasa menyebut daerah tersebut, dengan sebutan sumber yang banyak lelenya.

Hingga hal itu, menjadi kebiasaan, bahkan sampai turun-temurun.

“Sebutan tersebut berubah seiring perkembangan zaman. Di samping perubahan logat dan kosakata, akhirnya saat ini, daerah tersebut sangat akrab di telinga dengan sebutan Sumberlele,” paparnya.

Meski begitu, dari cerita rakyat yang beredar, beberapa riwayat menyebutkan, jika Sumberlele berasal dari Bahasa Jawa.

Yakni sumber Mili yang artinya sumber air yang mengalir.

“Di daerah desa, terdapat sumber mata air yang sangat dangkal. Jadi hanya menggali tanah sedikit saja, sudah keluar airnya,” imbuh dia.

Karena banyak dihuni masyarakat berbahasa Madura, akhirnya penyebutan Sumber Mili menjadi Sumberlele.

“Terlepas dari mana yang benar, kami sebagai generasi penerus nenek moyang, berkewajiban untuk melestarikan dan menjaga sebuah eksistensi dari sebuah nama tersebut,” bebernya.

 

Gelar Selamatan Setiap Jumat Manis

Tak jauh dari sumber yang diyakini banyak ikan lelenya itu, ada sebuah makam yang dikeramatkan.

Masyarakat percaya, makam tersebut merupakan milik pembabat alas, desa setempat.

Sekretaris Desa Sumberlele, Kecamatan Kraksaan, Andi Lukman mengaku, tidak banyak riwayat yang merujuk pada makam tersebut.

Namun, bisa jadi, makam pemilik makam tersebut, dulunya adalah seorang pejuang.

Ia bersembunyi. Serta membabat alas di desa setempat. Hingga pelan tapi pasti, kawasan setempat berkembang. Dan menjadi desa seperti sekarang.

“Namanya bujuk Armi. Tidak banyak riwayat yang menceritakan kisahnya. Mungkin dulunya, dialah pejuang yang bersembunyi dan membabat desa ini,” sampainya.

Sebagai rasa hormat, warga senantiasa menggelar selamatan di makam setempat. Kegiatan itu rutin dilangsungkan, setiap Jumat Manis.

“Karena sudah diyakini sebagai nenek moyang desa, setiap Jumat Manis kami adakan selamatan di makam tersebut,” ujarnya. (mu/one)

Editor : Jawanto Arifin
#desa sumberlele #sumber air #asal usul #Kraksaan