SEBUAH sumber air di Dusun Klagen, Desa Durensewu, Kecamatan Pandaan, dipercaya memiliki banyak manfaat.
Tak sekadar hanya untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga ataupun pengairan sawah petani. Konon, air dari sumber setempat, juga berkhasiat untuk obat.
Warga menyebutnya Sumber Telogo. Nama itu dipakai, tak lepas dari kealamian airnya.
Serta besaran sumber yang ada. Karena disebut-sebut, menjadi sumber air terbesar di wilayah Durensewu, Kecamatan Pandaan.
Sumber Telaga sudah ada sejak dahulu. Airnya jernih, serta menyegarkan. Karena muncul langsung dari sumber air tanah.
Di sekelilingnya, terdapat tanaman pohon beringin dan sukun. Hal ini, menambah keasrian kawasan setempat.
“Warga di sini menyebutnya dengan Sumber Telogo. Sumber alami sekaligus terbesar yang ada di Desa Durensewu,” ucap Kades Durensewu, Kecamatan Pandaan, Sugeng Santoso.
Menurut Sugeng, selain jernih, air dari Sumber Telogo juga diyakini memiliki khasiat.
Warga percaya, air Sumber Telogo bisa untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Makanya tak heran, jika sumber setempat kerap dijujuki warga.
Tak hanya dari wilayah Pandaan. Tetapi juga, dari luar daerah. Seperti Surabaya, Mojokerto, Malang, Sidoarjo dan daerah lainnya.
“Mereka datang, untuk melakukan ritual, dengan mandi di Sumber Telogo. Biasanya, hal itu dilakukan malam hari. Terutama, saat malam Jumat,” terangnya.
Para pengunjung yang datang, biasanya mengendarai motor ataupun mobil. Mereka menitipkan motornya, di parkiran yang telah disediakan.
Lalu, harus berjalan kaki sepanjang kurang lebih 50 meter, untuk menuju lokasi.
“Kalau dahulu, Sumber Telogo memang menjadi tempat mandi favorit anak-anak, sepulang dari sekolah. Namun, kini sudah tidak lagi,” sambung dia.
Sugeng menambahkan, sejumlah warga di Dusun Klagen, mempercayai Sumber Telogo dijaga oleh makhluk gaib. Makhluk penunggu sumber setempat, berupa ular.
“Kalau orang-orang tua dulu, sering melihat sosok ular gaib di Sumber Telogo. Hanya nampak sekilas, dan tidak menganggu. Warga menyebutnya ular kendang,” tuturnya.
Untuk Irigasi, Konsumsi Hingga Kolam Renang
Sumber Telogo memiliki debit air yang besar dan cenderung stabil. Tak hanya ketika musim hujan. Karena sat kemarau pun, airnya melimpah.
Hal itulah yang menjadi berkah tersendiri bagi warga. Sebab, luberan air yang mengalir, dimanfaatkan untuk irigasi ke sawah-sawah.
Makanya tak heran, persawahan di Dusun Klagen dan Desa Durensewu, Kecamatan Pandaan, tumbuh subur.
Saking suburnya, bahkan sampai dikenal dengan sebutan desa lumbung padi. Tiap tahunnya, panen hingga tiga kali.
“Selama ini, pemanfaatan air dari Sumber Telogo memang untuk irigasi ke persawahan. Baik di sekitaran Desa Durensewu, hingga ke desa sekitar seperti Plintahan dan Karangjati, Kecamatan Pandaan,” beber salah seorang perangkat Desa Durensewu, Kecamatan Pandaan, Bambang Sugiyanto.
Disamping itu, air dari Sumber Telogo juga dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan air bersih ke rumah – rumah warga di Dusun Klagen.
Pendistribusiannya dilakukan dengan mengalirkan air melalui jaringan pipa. Airnya mengalir nonstop, hingga 24 jam.
“Tak hanya untuk mandi dan mencuci. Air dari sumber yang masuk rumah-rumah warga, dimanfaatkan untuk konsumsi. Pengelolanya dihandel langsung pihak dusun. Karenanya, sangat bermanfaat sekali untuk warga,” jelas Kades Durensewu, Kecamatan Pandaan, Sugeng Santoso.
Manfaat air Sumber Telogo memang besar. Buktinya, tak hanya dimanfaatkan oleh rumah per rumah.
Tetapi juga, untuk menunjang kebutuhan air, di tempat sarana wisata. Salah satunya, pemandian Telogo Sewu, yang menjadi destinasi wisata unggulan di Desa Durensewu, Kecamatan Pandaan.
Hal tersebut, tak lepas dari kejernihan dan kemurnian airnya. Dingin dan menyegarkan. Dan lagi, bebas kaporit. Sangat cocok, untuk pengisian kolam renang.
“Air untuk kolam renang Telogo Sewu, juga berasal dari Sumber Telogo. Hal itu berlangsung, sejak berdirinya tempat wisata hingga sekarang,” jelas Kastari, tokoh masyarakat setempat sekaligus penggurus BPD Durensewu, Kecamatan Pandaan.
Rutin Gelar Tasyakuran Sebagai Bentuk Syukur
Sumber Telogo memang dianggap membawa berkah. Khususnya, bagi warga dan lingkungan yang ada di Dusun Klagen, Desa Durensewu, Kecamatan Pandaan dan sekitarnya.
Hal itulah, yang membuat warga begitu mensyukuri karunia-Nya.
Sebagai bentuk syukur, mereka pun rutin menggelar tasyakuran Sumber Telogo. Setiap bulan Oktober, tasyakuran itu dilaksanakan.
“Kegiatan tasyakuran di Sumber Telogo ini, menjadi agenda rutin yang digelar setahun sekali. Tumpengan dan doa bersama, merupakan wujud syukur masyarakat akan adanya sumber air ini,” ungkap Kades Durensewu, Kecamatan Pandaan, Sugeng Santoso.
Biasanya, kegiatan tasyakuran dihelat menjelang siang hari. “Sementara malam harinya, digelar pertunjukan di lapangan dekat Sumber Telogo. Kadang Wayang kulit, campur sari hingga ludruk. Tergantung keinginan warga,” akunya.
Dalam acara tasyakuran Sumber Telogo, banyak pengunjung yang berdatangan. Tidak hanya dari warga dusun setempat. Tetapi juga, dari luar desa.
“Ini sudah menjadi tradisi. Sifatnya positif sekaligus uri-uri budaya. Tentunya, tetap dipertahankan dan dilestarikan,” bebernya. (zal/one)
Editor : Jawanto Arifin