Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Cerita di Balik Keindahan Danau Ronggojalu, Ada Kisah Kelam Antara Ki Ronggo dan Ki Jalu

Inneke Agustin • Sabtu, 20 April 2024 | 19:05 WIB

 

INDAH: Danau Ronggojalu yang terbentuk dari kisah Ki Ronggo dan Ki Jalu. Sumber mata air ini terletak di Desa Banjarsawah, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo.
INDAH: Danau Ronggojalu yang terbentuk dari kisah Ki Ronggo dan Ki Jalu. Sumber mata air ini terletak di Desa Banjarsawah, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo.

KABUPATEN Probolinggo memang menyimpan sejumlah kekayaan wisata alam. Salah satunya adalah Danau Ronggojalu.

Ronggojalu merupakan sumber air yang terletak di Desa Banjar Sawah, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo.

Ronggojalu menyuguhkan pemandangan wisata alam, dengan panorama bawah air yang indah.

Di sekitar danau juga banyak pohon rindang yang menjulur hingga ke tengah danau. Hal tersebut menambah keindahan dan kesejukan pada atmosfer sekitar.

Konon danau yang begitu cantik ini, terbentuk dari kisah sepasang manusia yaitu Ki Rangga atau Ki Ronggo dan Ki Jalu.

Kisahnya memiliki berbagai versi. Salah satunya disampaikan oleh Umi Ningti Sukarto, 70 selaku juru kunci Danau Ronggojalu.

Ia telah menjadi juru kunci sejak tahun 1993 saat usianya 40 tahun.

Tugas tersebut diemban oleh keluarganya secara turun-temurun dari Sang Buyut.

Sehingga kini, ia merupakan generasi keempat sebagai juru kunci.

Umi Ningti Sukarto atau yang akrab dikenal sebagai Bu Sukarto mengatakan, Ki Ronggo merupakan kakak Ki Jalu.

“Dahulu, sebelum di sini ada desa, dan masih berupa hutan belantara, hiduplah dua orang bersaudara tadi,” tutur juru kunci Danau Ronggojalu.

Bu Sukarto bercerita, suatu ketika, saat Ki Jalu memasak nasi, datanglah Ki Ronggo. Kepada Ki Jalu, Ki Ronggo bilang kalau dirinya haus.

Akhirnya, oleh Ki Jalu diberi dua lidi untuk ditancapkan ke tanah.

Dua lidi tersebut kemudian ditancapkan ke tanah, dengan jarak yang tak seberapa jauh antara satu dengan lainnya.

Setelah lidi tersebut tertancap, Ki Jalu meminta kakaknya untuk mencabut lidi tersebut kembali.

“Ternyata dari bekas lidi tadi, keluar sumber air. Ki Ronggo minum dari air tersebut. Setelah hausnya hilang, Ki Ronggo bermaksud untuk menutup lubang sumber tersebut,” jelas Bu Sukarto.

JERNIH: Tak hanya untuk mandi, air Danau Ronggojalu juga dimanfaatkan warga untuk dikonsumsi.
JERNIH: Tak hanya untuk mandi, air Danau Ronggojalu juga dimanfaatkan warga untuk dikonsumsi.

Ki Ronggo berupaya menutupnya menggunakan kerikil. Namun aneh, air tersebut tak kunjung berhenti, malah semakin deras.

Ia mencoba menutupnya dengan batu yang lebih besar, namun tak kunjung berhenti juga.

“Malah airnya keluar tambah besar. Hingga akhirnya lubang tersebut diduduki oleh Ki Ronggo, dan berubah menjadi danau. Konon, arwah Ki Ronggo itu, masih menjaga sumber mata air di bawah,” imbuhnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo, Bambang Heriwahjudi bercerita, konon zaman dahulu, Ki Ronggo dan Ki Jalu merupakan teman dekat.

“Namun mereka terlibat perselisihan perebutan kekuasaan,” sampainya.

Digambarkannya, Ki Ronggo bukanlah sosok yang taat beribadah. Tetapi dirinya sangat kuat.

Berbanding terbalik dengan Ki Jalu yang taat sekali beribadah. Namun, kekuatannya lemah.

“Nah saat mereka berperang untuk berebut kekuasaan itu, datanglah seorang kiai sakti. Ia menancapkan sebatang lidi di tanah."

"Barangsiapa yang dapat mencabutnya, maka ialah yang menang dan berhak menjadi penguasa di daerah tersebut,” jelas Bambang.

Ternyata, perkelahian tersebut dimenangkan oleh Ki Ronggo yang kuat. Dia berhasil menarik lidi.

Bekas tancapan lidinya pun, mengeluarkan sumber mata air hingga menjadi sebuah danau.

“Sementara, kedua orang tadi, kemudian tewas akibat tenggelam di danau tersebut,” kisahnya.

 

Tempat Mandi yang Dianggap Keramat

Di kawasan Danau Ronggojalu, juga terdapat dua makam yang dipercaya merupakan makam Ki Ronggo dan Ki Jalu.

“Namun ada juga yang mengatakan bahwa ini hanya petilasannya saja. Sementara makam aslinya ada di Kecamatan Kraksaan,” kata Kamari, kepala Dusun Arisan, Desa Banjar Sawah, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo.

KERAMAT: Danau Ronggojalu juga dianggap keramat. Karenanya, sebisa mungkin berdoa sebelum mandi di danau setempat agar selamat.
KERAMAT: Danau Ronggojalu juga dianggap keramat. Karenanya, sebisa mungkin berdoa sebelum mandi di danau setempat agar selamat.

Kamari mengatakan, makam tersebut banyak didatangi masyarakat pada hari-hari tertentu seperti Malam Jumat Legi.

Tak hanya masyarakat sekitar. Karena juga, ada warga luar kota yang berdatangan.

Mereka datang untuk berziarah dan berdoa. Terkadang, membawa buah atau semacamnya.

“Banyak yang datang ke sini untuk berdoa. Menurut mereka, beberapa hajatnya terkabul setelah berdoa di sana,” ujarnya.

Meski demikian, Kamari berpesan bagi tiap pengunjung untuk tetap menjaga sopan santun dan jangan takabur. Jangan lupa baca doa, minimal bismillah.

“Sebab kadang ada kejadian misterius. Seperti merasa ditarik ke tengah ketika berenang di pinggir. Terutama yang di sebelah timur, itu dipercaya lebih keramat,” ungkapnya.

 

Potensi Wisata yang Airnya Layak Konsumsi

Danau Ronggojalu terkenal akan airnya yang jernih. Saking jernihnya, bahkan pengunjung bisa melihat langsung dasar danau yang dipenuhi tumbuhan hijau.

Dari dua sumber mata air, diketahui Danau Ronggojalu mampu menghasilkan sekitar 3.000 liter air jernih per detiknya.

Kamari, kepala Dusun Arisan, Desa Banjar Sawah, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo mengatakan, dua sumber mata air Ronggojalu, digunakan untuk konsumsi air bersih masyarakat Kota Probolinggo dan Pulau Gili Ketapang.

Air tersebut disedot melalui pipa-pipa air yang tertancap hingga ke dasar danau.

WISATA: Keindahan Danau Ronggojalu memiliki potensi besar untuk dijadikan destinasi wisata.
WISATA: Keindahan Danau Ronggojalu memiliki potensi besar untuk dijadikan destinasi wisata.

Sementara di atasnya, terdapat jembatan yang dapat diakses pengunjung untuk melihat keindahan tengah danau.

“Sumber itu kan ada dua. Yang timur itu perempuan, yang barat itu laki-laki. Air yang muncul dari sumber laki-laki, ciri-cirinya mengandung lumut dan dingin. Sementara yang timur, yang perempuan itu airnya hangat dan pasirnya putih. Karena disebut-sebut, airnya tembusan ke Ranu Bedali, Lumajang,” tuturnya.

Kamari menambahkan, sumber sebelah barat dimanfaatkan untuk konsumsi PDAM Kota Probolinggo.

Sementara untuk sumber yang timur, disalurkan ke masyarakat Pulau Gili Ketapang oleh PDAM Kabupaten Probolinggo.

“Dulu yang barat, juga digunakan untuk pasokan air pabrik kertas Leces. Namun sekarang, sudah tidak lagi,” bebernya. (gus/one)

Editor : Jawanto Arifin
#tegalsiwalan #kabupaten probolinggo #danau #ronggojalu