SUMBER Banyu Pahit memiliki cerita yang melegenda di kalangan masyarakat Kraton dan sekitarnya di Kabupaten Pasuruan. Konon, sumber air tersebut bisa menyembuhkan berbagai penyakit kulit. Seperti gatal-gatal, kudisan, dan penyakit kulit lain.
Nama Sumber Banyu Pahit diberikan lantaran rasa dari air sumber tersebut yang pahit. Air dalam sumber itu pun tak pernah surut.
Meski musim kemarau tiba. Bahkan, airnya tampak pasang ketika ada yang melempar koin ke dalamnya.
Lokasi Sumber Banyupahit berada di perbatasan Desa Raci, Kecamatan Bangil dan Desa Gerongan, Kecamatan Kraton. Sumber ini sudah ada sejak zaman kerajaan.
Kaur Umum Desa Gerongan, Kecamatan Kraton, H. Nurholis menjelaskan, Sumber Banyu Pahit muncul saat ada wabah kulit yang menyerang warga Desa Gerongan dan sekitarnya. Saat itu, warga setempat diserang wabah kudisan.
Mereka yang terserang penyakit itu tak kunjung sembuh. Bahkan, terus menular ke warga lainnya.
Kabar adanya wabah kudisan itu pun didengar oleh beberapa orang sakti dari Madura. Mereka adalah Bujuk Desi; Bujuk Abdurohman alias Abdurohim atau Bindoro Sawud; dan Bujung Prucung.
Mereka mengarungi laut untuk menuju Gerongan dan Raci. Tujuannya untuk menyembuhkan warga dari serangan wabah kudis. "Mereka membawa jamu yang dibawa dengan menggunakan botol," kata Nurholis.
Sampai di lokasi, ternyata perahu yang ditumpangi terguling. Jamu yang mereka bawa tumpah di lokasi Sumber Banyu Pahit. Saat itulah, Sumber Banyu Pahit muncul di tempat tersebut. Bahkan, bertahan hingga sekarang.
"Dulunya kawasan sini memang perairan. Saat dalam perjalanan, ternyata perahu guling di tepi pantai atau lokasi yang kini menjadi area Sumber Banyu Pahit itu," kisahnya.
Sumber itu pun kemudian dimanfaatkan warga sebagai obat untuk menyembuhkan wabah kudisan itu.
"Sumber itulah yang akhirnya digunakan sebagai obat kudis. Bahkan, sampai sekarang dipercaya masyarakat sebagai obat untuk penyakit kulit," ujarnya.
Sumber Air Pasang saat Dilempar Koin
Tak hanya memiliki rasa yang pahit. Ada keunikan lain dari Sumber Banyu Pahit. Yakni, airnya naik atau pasang ketika ada yang melempar koin ke dalamnya. Tak heran jika keberadaan Sumber Banyu Pahit memiliki daya tarik bagi warga untuk berdatangan.
Kepala Desa Gerongan, Kecamatan Kraton Nur Hasyim mengatakan, Sumber Banyu Pahit memang unik. Airnya tidak pernah surut ketika kemarau sekalipun.
"Seperti sekarang ini. Airnya tidak habis, meski di musim kemarau," beber dia.
Hal unik lainnya yaitu gelembung air yang terus bermunculan. Gelembung-gelembung itu bertambah banyak ketika ada yang melempar koin ke sumber itu. Bahkan airnya bertambah pasang.
"Tak hanya gelembung bertambah banyak ketika dilempar koin. Tetapi, juga airnya seolah-olah pasang," sambung dia.
Tetap Dipercaya Sembuhkan Sakit Kulit
Bukan hanya warga Desa Gerongan dan sekitarnya yang percaya bahwa Sumber Banyu Pahit bisa menyembuhnya sakit kulit.
Banyak masyarakat luar yang juga meyakini, manfaat obat yang terkandung dalam sumber air tersebut. Tak heran, banyak masyarakat luar daerah yang berdatangan. Seperti dari Mojokerto ataupun daerah lainnya.
"Sumber Banyu Pahit ini memang menjadi jujukan warga luar daerah untuk mendapatkan obat” katanya.
“Mereka juga meyakini, Sumber Banyu Pahit bisa menjadi obat untuk menyembuhkan penyakit kulit," ungkap Kepala Desa Gerongan, Kecamatan Kraton, Nur Hasyim.
Menurutnya, para pengunjung itu biasanya datang dengan membawa jeriken atau botol air kemasan. Botol itu kemudian digunakan untuk menampung air sumber.
Selanjutnya, air itu digunakan untuk terapi pengobatan kulit. Biasanya dengan membasuh bagian yang sakit secara rutin menggunakan air sumber itu. Bisa pula dengan berendam ketika mendatangi sumber.
"Tidak hanya siang. Kalau dulu, malam hari pun banyak warga yang datang untuk terapi di sumber," sampainya.
Ia menambahkan, air sumber setempat dulunya pernah dimanfaatkan warga Gerongan untuk mandi. Caranya dengan mengalirkan air sumber ke saluran air yang kemudian ditampung dan masuk ke rumah-rumah warga.
"Tapi, sekarang tidak lagi. Karena salurannya terputus," imbuh dia.
Pihak desa pun sempat berencana mengelola daerah itu sebagai lokasi wisata. Sayangnya, hal itu belum bisa direalisasikan. Karena sulitnya akses menuju sumber air tersebut. (iwan andrik/hn)
Sumber Banyu Pahit
- Sumber Banyu Pahit berada di perbatasan Desa Raci, Kecamatan Bangil dan Desa Gerongan, Kecamatan Kraton.
- Nama Sumber Banyu Pahit diberikan lantaran rasa dari air sumber tersebut pahit.
- Air dalam sumber itu tak pernah surut. Meski musim kemarau tiba.
- Airnya akan pasang ketika ada yang melempar koin ke dalamnya.
- Menurut legenda, air Sumber Banyu Pahit muncul saat ada wabah kudisan di Desa Gerongan pada zaman kerajaan.
- Sampai saat ini, Sumber Banyu Pahit tetap dipercaya bisa menyembuhkan sakit kulit.