Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Gereja Jawi Wetan Probolinggo yang jadi Gereja Jawa Pertama di Probolinggo

Fahrizal Firmani • Sabtu, 7 Oktober 2023 | 16:00 WIB
TETAP RAMAI: Gereja Kristen Jawi Wetan di Jalan Ahmad Yani Kota Probolinggo yang dibangun pada tahun 1934. Gereja ini menjadi gereja Jawa pertama di Probolinggo, selain yang ada di Kraksaan saat ini.
TETAP RAMAI: Gereja Kristen Jawi Wetan di Jalan Ahmad Yani Kota Probolinggo yang dibangun pada tahun 1934. Gereja ini menjadi gereja Jawa pertama di Probolinggo, selain yang ada di Kraksaan saat ini.

 

Tahun 1934 menjadi hari bersejarah bagi umat Kristen Jawa di Probolinggo. Pada tahun itu, akhirnya didirikan gereja khusus untuk orang Jawa yang diberi nama Gereja Jawi Wetan. Sebelumnya, mereka harus beribadah di rumah guru Injil, Wirjodarmo.

Gereja ini didirikan di Regentstraat atau saat ini disebut dengan Jalan Ahmad Yani, Kota Probolinggo. Lokasinya tidak jauh dari Pendapa Kabupaten Probolinggo. Ini tidak terlepas dari peran Bupati Probolinggo saat itu, "Raden Adipati Ario Poedjo" yang menjabat periode 1930–1943. Dia adalah Bupati Probolinggo ke-18 menggantikan bupati sebelumnya, Raden Adipati Ario Nitinegoro.

Poedjo adalah anak dari Gadroen, seorang guru di Sekolah Misionaris di Mojowarnom. Pembangunan gereja dirintis oleh guru Injil, Wirjodarmo dan keberadaannya menjadi Gereja Jawa yang pertama dibangun di Probolinggo.

Pemerhati sejarah Probolinggo, Edi Martono menyebut, dana pembangunan gereja ini dikumpulkan dari sumbangan para jemaat oleh bendahara Zr. Sardremi. Gereja ini dibangun dengan kerangka besi yang dipasok oleh Carl Schlieper. Kemudian diisi dengan pasangan batu bata.

Kapasitas gedungnya mampu menampung 150 orang. Sebelumnya, kebaktian dilakukan di rumah guru Injil, Wirjodarmo setiap minggu pagi. Puluhan orang Probolinggo memenuhi rumahnya.

"Saat kebaktian di rumah Wirjodarmo, Pendeta Th. B.W.G. Gramberg datang ke Probolinggo dari Malang setiap tiga bulan untuk memimpin pelayanan," sebut Edi. (fahrizal firmani/hn)

 

PERINTIS: Guru Injil Wirjodarmo, perintis pembangunan Gereja Kristen Jawi Wetan.
PERINTIS: Guru Injil Wirjodarmo, perintis pembangunan Gereja Kristen Jawi Wetan.

 

Pembukaan dan Pemberkatan Dihadiri Tamu Asing

 

PEMBUKAAN Gereja Jawi Wetan Probolinggo dilakukan pada pagi hari, 18 Desember 1934. Tidak hanya dihadiri oleh warga lokal, ada pula tamu undangan asing yang hadir. Di antaranya, pegawai negeri Eropa beserta istri masing-masing, "Pdt. Beers" ldari Bondowoso, Direktur Sekolah Guru Kristen (Chr. Kweekschool).

Lalu, ada pula beberapa orang guru dan para murid, juga jemaat dari Kraksaan serta Sukapura. Mereka berkumpul di depan gereja yang akan dibuka. Upacara pembukaan dimulai pukul 9 dengan menyanyikan lagu suci, Mazmur 110:1.

Pengguntingan pita dilakukan oleh istri dari Pdt. Th. B.W.G. Gramberg dari Malang. Kemudian, Wirjodarmo membuka pintu dengan doa dan para hadirin memasuki gedung gereja baru yang segera terisi penuh.

"Usai dibuka, Wirjodarmo memimpin dalam doa dan dilanjutkan nyanyian dari para siswa Kweekschool yang berasal dari berbagai daerah," kata Edi.

 

Setelah pembukaan tersebut, kebaktian di gereja ini dilakukan setiap Kamis pagi pukul sembilan. Sementara sekolah Minggu dilakukan setiap Minggu pagi pukul 07.00–08.00. Komunitas Kristen Jawa Probolinggo saat itu memiliki jemaat sekitar 100 orang Jawa dan 21 orang Tionghoa.

Menggantikan pendeta Gramberg, sejak tahun 1934, ditunjuk Pendeta De Graaf  sebagai pendeta tetap yang berdinas di Probolinggo hingga tahun 1939. Atas jasanya, Wirjodarmo menerima bintang jasa perak pada tahun 1935.

"Tahun 1949, Wirjodarmo sudah bergelar Raden dan telah memberikan pelayanan di Mojokerto, Probolinggo, Jombang, dan Malang," tutur Edi. (Fahrizal Firmani/hn)

Editor : Ronald Fernando
#gereja jawa #gereja kristen jawi wetan probolinggo