Pemkab Probolinggo memiliki pemandian Jabung Tirta yang saat ini dikelola oleh Perusahaan Daerah Kabupaten Probolinggo (Perusda) Rengganis. Sebelum jadi pemandian seperti sekarang, tempat ini dipercaya sebagai pemandian keluarga raja di masa Kerajaan Majapahit.
Pemandian Jabung Tirta berlokasi di Dusun Tirta, Desa Jabungsisir, Kecamatan Paiton. Jaraknya sekitar enam kilometer dari ibu kota Kabupaten Probolinggo, Kraksaan. Pemandian ini diperkirakan ada sejak masa kerajaan majapahit. Yaitu, pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk di abad 14 Masehi.
“Dari sejumlah cerita, pemandian ini sudah ada sejak masa kerajaan. Namun, dulu bukan berbentuk pemandian seperti sekarang. Melainkan kolam alami. Jadi ada sumbernya,” kata Direktur Perusda Rengganis Suhud.
Kolam alami itulah yang jadi tempat pemandian keluarga kerajaan. Sementara masyarakat biasa saat itu tidak bisa mandi di kolam tersebut.
“Jadi saat keluarga kerajaan hendak melihat wilayah kekuasaannya di timur, mandinya ke sini,” ujarnya.
Sementara itu, pemerhati dan penulis sejarah Jawa Timur, Achmad Budiman Suharjono menjelaskan, pemandian Jabung Tirta merupakan peninggalan atau warisan dari Bupati Kraksaan Raden Tumenggung Ario Djojodiprodjo. Bahkan, hingga kini masih ada dan kondisinya terjaga dengan baik. Saat ini, pemandian itu dikenal dengan sebutan kolam renang Jabung Tirta.
“Tidak lama setelah pemandian ini selesai dibangun, Bupati Kraksaan wafat pada 3 September 1932,” kata pria asal Kota Pasuruan tersebut.
Adapun pembangunan kolam renang Jabung Tirta bermula pada rapat Dewan Kabupaten (regentschapsraad) Kraksaan, pimpinan Bupati Kraksaan Raden Tumenggung Ario Djojodiprodjo. Rapat yang dilakukan bulan Juni 1931 itu memutuskan untuk membangun pemandian atau kolam renang besar di Jabung.
Pemandian atau kolam renang yang dalam bahasa Belanda disebut badplaats atau zwembad ini adalah pemandian air tawar. Walaupun, lokasinya berada di area pesisir pantai. Adapun air tawar diambilkan dari sumur bor (artesis) yang kapasitasnya lebih dari cukup.
“Proyek kolam ini dikerjakan oleh Ir. Koops Dekker dan terdiri dari tiga bagian. Yaitu, kolam untuk anak-anak, pemula, dan dewasa. Diperkirakan pembangunan kolam ini selesai sebelum akhir tahun 1931,” ujarnya.
Di masa itu, banyak warga yang datang ke kolam renang ini. Mereka biasanya naik tram milik Probolinggo Stoomtram Maatschappij (PbSM) dari Probolinggo ke Paiton.
“Tidak jauh dari sini, pengunjung juga bisa berwisata ke Candi Jabung. Jaraknya sekitar satu kilometer,” ujarnya. (agus faiz musleh/hn)
Editor : Ronald Fernando