Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Lumpang Kembar, Peninggalan Tradisi Pengobatan dari Leluhur Desa Sukolilo

Rizal Syatori • Sabtu, 8 Juli 2023 | 16:20 WIB

 

KAMPUNG HERBAL: Pintu gerbang Dusun/Desa Sukolilo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan saat ini dikenal sebagai kampung herbal. Leluhur di desa ini dipercaya memiliki tradisi pengobatan dari bahan he
KAMPUNG HERBAL: Pintu gerbang Dusun/Desa Sukolilo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan saat ini dikenal sebagai kampung herbal. Leluhur di desa ini dipercaya memiliki tradisi pengobatan dari bahan he

 

Dusun/Desa Sukolilo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, dikenal sebagai kampung herbal saat ini. Namun, jauh sebelumnya, ternyata Dusun Sukolilo memang memiliki sejarah yang berhubungan dengan pengobatan.

 

DUSUN ini memiliki Lumpang Kembar yang terbuat dari batu andesit; batu yang biasa dipakai untuk pembangunan candi. Lumpang ini disebut kembar karena ada dua lubang di satu batu dan memiliki diameter yang sama. Berukuran panjang satu meter, lebar 60 sentimeter, dan tebal 30 sentimeter.

“Kalau lubangnya satu, disebut lumpang saja. Karena ada dua lubang sekaligus dalam satu batu, maka oleh warga disebut Lumpang Kembar,” terang Kasun Sukolilo Suliono.

Menurut cerita turun temurun warga setempat, Lumpang Kembar itu sudah lama ada. Mulai zaman nenek moyang dusun setempat. Kini letaknya di pinggir persawahan milik seorang warga.

“Lumpang Kembar ini dari dulu sudah ada, sejak zaman leluhur. Dan hingga sekarang masih ada. Karena itu, warga percaya Lumpang Kembar ini peninggalan leluhur di dusun ini,” ujarnya.

Dulu menurutnya, letak Lumpang Kembar ini tepat di tengah sawah. Kemudian dipindah atau digeser ke tepi sawah, lebih dekat dengan pematang.

Sepintas dilihat, lumpang ini seperti lumpang biasa. Namun, terbuat dari batu andesit dengan warna kehitaman. Tidak ada lumut sama sekali.

Para sesepuh atau orang tua di Dusun Sukolilo menceritakan, Lumpang Kembar ini dulu digunakan oleh leluhur untuk menumbuk jamu atau ramuan herbal. Yaitu, ramun yang terbuat dari empon-empon dan dedaunan.

LUMPANG KEMBAR: Lumpang kembar dari batu andesit peninggalan leluhur Dusun/Desa Sukolilo. (Foto: Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)
LUMPANG KEMBAR: Lumpang kembar dari batu andesit peninggalan leluhur Dusun/Desa Sukolilo. (Foto: Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

Ramuan ini digunakan sebagai obat herbal untuk menyembuhkan orang sakit. Termasuk ternak sapi milik warga yang sedang sakit.

“Setelah diminumkan ke orang atau ternak sapi yang sakit, tak lama kemudian sembuh. Karena itulah, Lumpang Kembar ini dulunya dikenal ampuh sekaligus berkhasiat,” ungkapnya.

Namun, kini Lumpang Kembar ini hanya menjadi benda peninggalan leluhur di dusun setempat. Tidak ada lagi warga sekitar yang memanfaatkan Lumpang Kembar itu untuk membuat jamu.

“Meski demikian, keberadaannya tetap terjaga. Tidak ada warga sekitar yang berani mengusik atu merusaknya. Selain itu, seringkali Lumpang Kembang ini menjadi jujukan warga untuk ritual. Karenanya, di sekitar batu Lumpang Kembar sering didapati dupa dan sejenisnya,” terang Wartono, ketua LPM Desa Sukolilo sekaligus warga Dusun Sukolilo. (rizal fahmi syatori/hn)

 

Lumpang kembar dari batu andesit peninggalan leluhur Dusun/Desa Sukolilo. (Foto: Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)
Lumpang kembar dari batu andesit peninggalan leluhur Dusun/Desa Sukolilo. (Foto: Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

Jadi Cikal Bakal Kampung Herbal Sukolilo

Nama kampung herbal sendiri tidak sekadar saja disematkan ke Dusun/Desa Sukolilo. Hampir semua warga menanam tanaman herbal di rumah masing-masing. Tanaman herbal ini biasanya ditanam di halaman atau pekarangan depan rumah.

Jenis tanaman herbal yang ditanam pun beragam. Seperti kunyit, jahe, temulawak, bunga telang, kayu manis. Kemudian temu ireng, kencur, sirih, lengkuas, dan masih banyak lainnya. Jenisnya sampai puluhan.

Sebagian hasilnya oleh warga diolah menjadi minuman herbal untuk diminum sendiri. Sebagian lagi dijual. Sehingga, Dusun/Desa Sukolilo ini dikenal dengan sebutan kampung herbal.

“Lumpang Kembar ini jadi tetenger sekaligus cikal bakal kampung herbal di Dusun Sukolilo,” kata Kades Sukolilo M. Nur Maidin.

Ia menuturkan, antara Lumpang Kembar dengan kampung herbal memang ada kaitannya. Bahkan, historisnya sangat kental, tidak terpisahkan.

“Dulu Lumpang Kembar itu digunakan untuk menumbuk ramuan jamu dan obat-obatan tradisional. Kami percaya itu. Karena faktanya, tanaman herbal dan obat-obatan banyak tumbuh di sini. Mulai dulu sampai sekarang,” tuturnya.

Karena itulah, Lumpang Kembar jadi jujukan sebagian orang untuk ritual. Saat ada sedekah dusun, Lumpang Kembar juga selalu didatangi warga.

Karena cerita tentang Lumpang Kembar dan keterkaitannya dengan kampung herbal saat ini, menurutnya, Pemdes mempertahankan keberadaan Lumpang Kembar ini. “Ke depan akan dibangun tempat wisata desa di dusun ini diberi nama Taman Lumpang Kembar. Memanfaatkan lahan tanah kas desa (TKD). Tahun ini mulai dirintis,” ujarnya. (rizal fahmi syatori/hn)

Editor : Ronald Fernando
#hikayat #desa sukolilo prigen