Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Cerita Mistisnya Pohon Ratu di Desa Tangjungsari Krejengan

Ronald Fernando • Sabtu, 4 Maret 2023 | 17:21 WIB
LUAS: Tempat pemakaman umum Tanjungsari yang ditengahnya terdapat Pohon Ratu atau pohon klompang. Pohon ini diyakini memiliki cerita mistis. (Foto: Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)
LUAS: Tempat pemakaman umum Tanjungsari yang ditengahnya terdapat Pohon Ratu atau pohon klompang. Pohon ini diyakini memiliki cerita mistis. (Foto: Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)
Banyak kisah menarik di tiap desa di Kabupaten Probolinggo. Sampai kini kisahnya masih dipercayai masyarakat dan jadi cerita turun-temurun. Seperti di Desa Tanjungsari, Kecamatan Krejengan. Selain lesung peninggalan zaman dahulu yang masih dilestarikan, di Dusun Klompangan, di Dusun Krajan ada Pohon Ratu yang penuh dengan cerita-cerita mistis.

------------------------------------------------------------------------------------------------

PENYEMATAN pohon ratu tidak lepas dari sebuah pohon yang dikenal dengan pohon klumpang. Orang sekitar menyebutnya dengan pohon klompang. Pohon yang sebenarnya banyak ditemui di areal pemakaman.

Tepat di bawah pohon sebelah selatan, terdapat makam seorang ratu. Seorang perempuan di zaman dahulu yang pernah memimpin Desa Tanjungsari.

Lokasi pemakaman ini bBerada di RT/RW 1. Pohon ratu menjulang tinggi sekitar 20 meter lebih. Bak beringin, pohon ratu juga memiliki diameter yang cukup besar. Saking besarnya, ukurannya jika diumpakan sekitar 5 pelukan orang di dewasa yang disatukan.

Dahan pohon yang rimbun membuat lokasi sekitar sejuk. Sehingga warga yang hendak ziarah ke makam keluarganya, bisa berteduh dan tak kepanasan. Pohon ratu itu berada di tangah, tempat pemakaman umum (TPU) setempat.

Masyarakat Desa Tanjungsari sering menyebut makam perempuan yang ada telah di selatan pohon dengan makam Bujuk Fitri. Seorang yang konon juga ikut membabat alas Desa Tanjungsari.

“Dipercaya bahwa, makam yang ada di bawah pohon klompang itu adalah makam seorang ratu, pemimpin sekaligus yang membabat desa ini,” kata Perangkat Desa Tanjung Sari Saihu.

Tak banyak data biografi tentang Bujuk Fitri, perempuan yang diyakini membabat desa ini. Baik dari mana asal usulnya, maupun bagaimana sosok Bujuk Fitri sendiri.

Hanya saja, sebanyak cerita aneh yang diceritakan secara turun-temurun oleh masyarakat. Salah satunya, keberadaan makam dan pohon besar tersebut.

“Dulu, pohon klompang itu hanya sebagai penanda makam ratu. Seiring waktu pohon makin besar,” Katanya.

Anehnya, kayu klompang yang mulanya hanya sebagai penanda, saat besar, akarnya tak mau melintas di diatas makam Bujuk Fitri tesebut.

“Akarnya besar, herannya tidak melintas di makamnya. Aneh kan. Tidak mau sama sekali akarnya. Jadi mengelilingi makam,” ujarnya.

Pohon Ratu ini memiliki banyak cabang. Setiap cabang memiliki diameter cukup besar dan rimbun. Hal ini memperlihatkan pohon tersebut tidak dirawat.

------------------------------------------------------------------------------------------------

Warga Tak Berani Menebang

UKURANNYA yang besar membuat warga menamakan pohon klompang dengan sebutan pohon ratu. Jika seorang yang baru kesana dan melihatnya, pasti kesan pertama adalah suasananya wingit alias angker.

Photo
Photo
DIAMATER BESAR: Warga melihat makam Bujuk Fitri yang dulunya diyakini sebagai seorang perempuan yang pernah memimpin  Desa Tanjungsari.

Hal ini wajar karena penampakan pohon yang rimbun. Bahkan masyarakat sekitar juga mengakuinya.

Pohon ratu juga belum diketahui berapa usianya. Tapi yang pasti, warga sekitar sudah kadung mengkeramatkan pohon ini. Apalagi ada banyak cerita yang cukup tidak baik saat hendak ingin membersihkan pohon tersebut.

“Seringkali ingin dibersihkan, namun tak kesampaian. Mau dibersihkan memakai alat atau mesin, justru alat atau mesinnya sering rusak. Sehingga diyakini bahwa pohon tersebut tidak mau ditebang,” ujarnya.

Kisah lainnya juga diungkap As’ad, 50, Ketua RW 1 Dusun Krajan. Dia masih ingat saat masih kanak-kanak, dia pernah menjadi saksi kejadian mistis di area lokasi pohon ratu.

“Sekitar ukur 11 tahun saat itu. Kejadiannya cukup heboh bagi masyarakat,” ujar As’ad saat ditemui di kediamannya.

Dengan suara pelan, dia mengatakan bahwa di areal pohon ratu dulunya juga ada pohon ketapang cukup besar. Pohon tersebut diyakini keramat. Suatu ketika ada seseorang yang menebang pohon tersebut. Menebang dengan sembunyi-sembunyi. Tahu-tahu pohon ketapang sudah tidak ada.

“Usai ditebang, banyak warga yang gila. Ada yang kesurupan. Anehnya, mereka yang mengalalinya adalah kaum hawa,” ujarnya.

Sejatinya, pohon ketapang itu menjadi salah satu tempat burung-burung bersangkar. Setiap harinya saat pagi hari, warga yang melintas di bawah pohon ketapang sering menekukan potongan ikan laut. Baik kepala maupun tulangnya.

“Menjadi tempat bangau bersangkar. Jadi, saat pagi, banyak ditemukan ikan. Sisa induk bangau  memberi makan anaknya,” bebernya.

Hal mistis lainnya pernah dialaminya, pernah suatu ketika saat malam hari, As’ad mengaku pernah menemui ular. Bentuk  ular itu tidak seperti hewan melata lainnya. Warnanya kuning kemerahan dan memiliki tanduk. Saat itu ular melangkah di jalan sekitar pohon ratu

“Hal hal aneh banyak ditemui. Seperti pernah saat orang desa melintas di jalan sekitar pohon itu, keranda mayat melintang di tengah jalan. Karena tak ada orang, maka warga tersebut ketakutan. Bahkan memanggil warga. Saat warga datang, keranda mayat sudah tidak ada,” ujarnya.

Kejadian aneh dan tak masuk logika inilah yang membuat warga sekitar enggan untuk menebang pohon ratu. Pohon dibiarkan sampai kapapun. Apalagi lokasi pohon juga aman dari lingkungan pemukiman, jika memang sewaktu-waktu tumbang.

As’ad meyakini, mungkin ada pesan para leluhur desa. Pesan bahwa makam Bujuk Fitri tidak boleh diubah karena Bujuk Fitri tidak mau. “Dulu sempat dibuatkan bangunan diberi seperti rumah-rumahan, tapi rusak. Begitu seterusnya,” ujarnya. (mu/fun) Editor : Ronald Fernando
#pohon ratu tanjungsari #pohon mistis