Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Riwayat Candi Keboireng yang Dibangun di Zaman Singosari

Jawanto Arifin • Sabtu, 25 Februari 2023 | 16:21 WIB
PENINGGALAN SINGOSARI: Kawasan Candi Keboireng di Desa Ngerong, Kecamatan Gempol. (Rizal Syatori/Radar Bromo)
PENINGGALAN SINGOSARI: Kawasan Candi Keboireng di Desa Ngerong, Kecamatan Gempol. (Rizal Syatori/Radar Bromo)
CANDI Keboireng merupakan candi peninggalan Kerajaan Singosari di Kabupaten Pasuruan. Berada di Dusun Keboireng, Desa Ngerong, Kecamatan Gempol. Candi ini merupakan tempat peribadatan umat Hindu.

Nama Keboireng pada candi diberikan saat candi ini ditemukan pada 1983. Sesuai dengan nama dusun tepat candi ditemukan. Yaitu, Keboireng. Lalu pada 1984, dilakukan penggalian atau ekskavasi. Dan Terakhir, ekskavasi dilakukan tahun 2020.

Sebelum ditemukan, candi tersebut tertutup gumuk atau gundukan tanah yang di atasnya ditumbuhi pepohonan bambu. Gundukan itu lantas dibersihkan hingga kondisinya seperti sekarang.

Pawiji, 58, ketua RT setempat menjelaskan, saat ekskavasi pertama pada 1984 oleh Balai Pelestarian Budaya dari Jogjakarta, ditemukan bangunan candi induk atau candi utama. Fondasinya terbuat dari batu bata, kemudian di atasnya dari batu andesit.

Panjang bangunan induk 10 meter dan lebar 7 meter, berbentuk segi empat menghadap ke barat. Saat itu juga ditemukan batu Surya Majapahit yang kini berada di Museum Trowulan. Lalu, ditemukan juga linggo dan yoni masing-masing satu buah; kepala kalla dan batu-batu bagian candi yang ada ornamennya.

“Karena ditemukan batu Surya Majapahit saat ekskavasi pertama, kuat diduga candi ini peninggalan kerajaan Majapahit. Tapi, setelah ekskavasi kedua pada 2020, diduga kuat candi ini peninggalan kerajaan Singosari,” ucap lelaki yang pernah menjadi juru pelihara (jupel) Candi Keboireng, merangkap koordinator Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur.

Arkeolog dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Wicaksono Dwi Nugroho menjelaskan, saat ekskavasi pertama memang kuat diduga candi itu peninggalan kerajaan Majapahit. Sebab, saat itu juga ditemukan baru Surya Majapahit.



Namun, ekskavasi kedua pada 2020 memberikan banyak informasi lain tentang candi ini. Salah satunya, berdasarkan bukti arkeologis candi ini diduga dibangun pada abad 13 awal.

Itu artinya, bangunan ini sudah berusia sangat tua. Sekitar 700 – 800 tahun lebih. Itu artinya pula, candi ini dibangun di masa Kerajaan Singosari dan besar kemungkinan digunakan sampai masa kerajaan Majapahit.

Pada ekskavasi kedua yang dilakukan selama dua pekan itu, tim juga menemukan sejumlah benda berharga. Seperti, batu kepala kalla, tiga buah candi perwara yang berada di depan candi induk atau utama. Juga fragmen arca, tembikar, ukel, genting.

Ada juga keping uang cina atau kepeng, serta belasan batu runtuhan yang beberapa di antaranya memiliki relief binatang, manusia, dan flora.

“Dilihat dari bukti arkeologis tertua itulah, candi ini dibangun pada abad 13 awal. Jadi kuat diduga dibangun di masa kerajaan Singosari,” terang lelaki yang juga ketua tim ekskavasi pada 2020 itu.

Dugaan ini juga didasarkan pada bentuk bangunan candi, posisi candi, termasuk temuan benda-benda di lapangan. Baik saat ekskavasi pertama pada 1984, dan ekskavasi kedua di 2020.

Berdasarkan bentukan, menurut Wicaksono, candi tersebut adalah candi pendarmaan. Artinya, dibangun untuk menghormati tokoh tertentu yang dihormati.

“Juga merupakan tempat peribadatan agama Hindu tertentu saat itu,” imbuhnya. (rizal fahmi syatori/hn) Editor : Jawanto Arifin
#hikayat #candi keboireng