Mudah untuk menemukan Watu Gede Kali Lor. Bentuknya mencolok. Besar dan serupa kubus atau segi empat. Namun, beda sisinya tidak sama.
Di Dusun Ledok Tani, batu ini merupakan batu berukuran paling besar. Itulah mengapa warga menyebutnya, Watu Gede Kali Lor.
Batu ini ada di tengah sawah, di sekelilingnya terdapat sungai dengan pemandangan menghadap ke Gunung Penanggungan.
“Karena bentuk batunya besar dan berada di kali sebelah utara dusun, warga menyebutnya Watu Gede Kali Lor,” ucap Supriyadi, 51, ketua RW setempat.
Sejak kapan batu itu ada, Supriyadi tidak bisa memastikan. Hanya, sudah lama batu itu ada. Bahkan, menurut para tetua desa, batu itu sudah ada sejak zaman dulu.
“Bisa jadi, sebagian batunya menancap ke tanah. Jadi, ukuran sebenarnya mungkin besar lagi dari yang tampak sekarang,” lanjutnya.
Lepas dari keberadaannya, Watu Gede Kali Lor bukanlah batu biasa bagi warga dusun setempat. Dulu, baru itu menjadi tempat persembunyian para pejuang dari kejaran pasukan Belanda.
Yang aneh, pasukan Belanda tidak bisa melihat para pejuang yang bersembunyi di sana. Bahkan, walaupun pasukan Belanda sudah melintas di dekat batu itu.
“Bahkan, cerita yang beredar selama ini, pejuang yang kena tembak bisa sembuh bila rebahan di atas batu tersebut,” tuturnya.
Lebih dari itu, baru tersebut juga menjadi jujukan para pertapa zaman dulu. Banyak pertama yang bertapa di atas batu, maupun di sampingnya.
“Zaman dulu, banyak orang bertapa di batu ini. Sebab, batu ini dianggap punya kekuatan magis. Tapi, sekarang tidak lagi. Hanya jadi tempat berkumpulnya sejumlah petani melepas lelah setelah bertani,” ungkapnya.
View Menawan, akan Kembangkan Jadi Wisata
Watu Gede Kali Lor memiliki daya tarik tersendiri bagi warga Dusun Ledok Tani, Desa Candiwates, Prigen. Sebab, pemandangan di sekitarnya terbilang indah. Berlatar belakang Gunung Penanggungan.
Untuk menuju ke batu ini, akses jalan juga mudah. Bisa dicapai dengan jalan kaki, naik sepeda onthel, maupun naik motor. Sebab, di sebelah timurnya ada jalan usaha tani dengan permukaan paving.
Dari jalan raya di Dusun Ledok Tani, jaraknya sekitar 300 meter. Kemudian dari Jembatan Talang Abang yang dibangun Belanda di Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan, jaraknya sekitar 500 meter.
“Ke depan kami bersama para pemuda di dusun ini berencana mengembangkan untuk wisata dusun atau wisata desa. Mudah-mudahan bisa terealisasi segera,” cetus Kepala Dusun Ledok Tani Adi Suhandoko, 34.
Sebab, selain akses jalan mudah, juga memiliki view menawan. Ada latar belakang Gunung Penanggungan dan hamparan sawah yang yang luas sekali di sekelilingnya. Udara sekitar juga sejuk, karena berada di dataran tinggi.
“Konsepnya sedang kami susun dengan melibatkan pemuda, Pokdarwis, juga bisa menggandeng investor dari luar,” tuturnya.
Nantinya, wisata itu akan menonjolkan kondisi pedesaan yang sekelilingnya ada suguhan view menawan. “Jadi bisa menikmati panorama alam, sambil kuliner dan selfie-selfie. Juga mengenalkan Watu Gede Kali Lor ini,” bebernya. (rizal fahmi syatori/hn) Editor : Jawanto Arifin