Selain bangunan utama berupa candi, ada sejumlah bangunan lain di sekitar Candi Jawi. Salah satunya Sumber Jeding Ombo Jawi yang berupa kolam pemandian alami. Letaknya di sebelah selatan bangunan candi. Sekitar 250 meter dari bangunan utama.
“Kolam Sumber Jeding Ombo Jawi ini sudah ada sejak dulu. Air sumbernya juga selalu mengalir. Baik itu saat kemarau ataupun hujan,” terang Siti Aisyah, 40, warga sekitar sekaligus ibu ketua RT setempat.
Sumber air di kolam ini keluar dari sela-sela bebatuan di dasar kolam. Juga ada pancuran yang sumbernya ada di sekitar kolam. Lokasi kolam juga sejuk. Sebab, berada di bawah pohon beringin berukuran besar.
Tiap hari, kolam ini dimanfaatkan warga setempat untuk mandi. Terutama paling sering adalah anak-anak. Selain itu, di hari-hari tertentu kolam ini digunakan untuk mandi ritual. Biasanya pada malam dan dini hari.
“Airnya dari sumber yang ada bisa diminum langsung tanpa dimasak. Bahkan, air ini dipercaya bisa membuat awet muda, sekaligus menyembuhkan penyakit,” ucapnya.
Warga setempat percaya, kolam Sumber Jeding Ombo Jawi ini merupakan tempat pemandian leluhur Candi Jawi. Karena memang jaraknya dengan Candi Jawi dekat.
Sementara itu, penggiat budaya sekaligus koordinator situs Candi Jawi Sulikhin menuturkan, kolam Sumber Jeding Ombo Jawi memang tempat mandi para leluhur Candi Jawi. Termasuk anak gadis Raja Majapahit Raden Wijaya bernama Gayatri.
“Gayatri juga pernah mandi di kolam ini. Sehingga oleh masyarakat sekitar disebut Putri Jawi,” ujarnya.
Namun, tidak diketahui persis kapan kolam Sumber Jeding Ombo Jawi dibangun. Menurutnya, tembok yang mengelilingi kolam adalah bangunan baru.
“Sementara dasar kolam itu batu bata kuno berukuran besar. Bisa jadi ini dulunya petirtaan,” bebernya.
Ditemukan Banyak Arca di Sekitar Kolam
Kolam Sumber Jeding Ombo Jawi tidak hanya tempat mandi Putri Jawi dan para leluhur Candi Jawi. Di sekitar kolam pernah ditemukan banyak arca.
“Bersamaan dengan pemugaran Candi Jawi pada 1976, juga ditemukan banyak arca di sekitaran kolam Sumber Jeding Ombo Jawi,” ucap Sulikhin, koordinator situs Candi Jawi sekaligus penggiat budaya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa antara kolam dengan Candi Jawi masih ada hubungan sejarah atau historis. Saat itu, semua arca yang ditemukan langsung diamankan karena merupakan benda cagar budaya.
“Jadi ini tidak sekadar cerita masyarakat sekitar. Jika menilik temuan arca yang ada, memang benar ada hubungan antara kolam ini dengan Candi Jawi,” katanya.
Akan Dikembangkan Jadi Wisata
Nilai sejarah yang dimiliki kolam Sumber Jeding Ombo Jawi menjadi daya tarik sendiri bagi pengunjung. Karena itu, kolam ini akan dikembangkan menjadi wisata.
Selama ini, kolam memang hanya dimanfaatkan warga sekitar. Dan di waktu-waktu tertentu dimanfaatkan untuk mandi ritual oleh warga dari luar.
“Ada rencana akan dijadikan tempat wisata pemandian. Jadi setelah mandi bisa lanjut jalan-jalan ke Candi Jawi. Atau dari Candi Jawi bisa langsung mandi di kolam ini,” cetus Kades Candiwates Sulthoni.
Rencana itu bahkan disambut baik warga sekitar. Warga antusias dengan rencana yang akan dikembangkan pemdes.
Tujuannya, tidak lain agar kolam itu bisa termanfaatkan secara maksimal. Di sisi lain, bisa memberikan pendapatan untuk lingkungan sekitar. Bisa dari parkir kendaraan ataupun lainnya. Mengingat kolam ini satu-satunya kolam pemandian alami yang ada di Desa Candiwates.
“Nanti untuk pengelolanya bisa dilakukan pokdarwis dengan melibatkan warga sekitar tentunya. Mudah-mudahan rencana ini bisa terealisasi,” tuturnya. (rizal fahmi syatori/hn) Editor : Jawanto Arifin