Bagi Soleh Hadi, 48, gledekan bukan sekadar permainan tradisional yang akrab sejak masa kecil. Hobi yang terus ia tekuni hingga dewasa itu, justru membawanya menemukan peluang baru. Berbekal keterampilan di bidang konstruksi dan pertukangan, kini ia dikenal sebagai pelopor perajin gledekan modifikasi di Prigen.
RIZAL F. SYATORI, Prigen, Radar Bromo
Warga Lingkungan Palembon, Kelurahan/Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, itu mulai menggeluti kerajinan gledekan modifikasi sejak 2024.
Soleh yang gemar bermain gledekan melihat permainan tradisional yang identik dengan bahan kayu itu memiliki banyak kekurangan.
Dari situlah muncul keinginan untuk menghadirkan gledekan yang lebih kuat, praktis, dan nyaman digunakan. Namun keberhasilannya membuat gledekan modifikasi tidak datang begitu saja.
Semua ia pelajari secara otodidak. Ia melakukan berbagai riset dan percobaan berulang kali, hingga menemukan model yang dianggap paling tepat.
Proses pencarian itu memakan waktu sekitar dua pekan sebelum menghasilkan desain seperti yang dibuatnya sekarang.
"Saya membuat gledekan modifikasi ini lebih karena hobi. Sebagai pekerjaan sampingan saja," terang bapak satu anak, alumni SMA Sejahtera Prigen tersebut.
Itulah kenapa, pesanan gledekan biasanya ia kerjakan di teras rumah pada sore hari. Setelah menyelesaikan pekerjaan utamanya di bidang konstruksi.
Inspirasi lain membuat gledekan, muncul dari pengalamannya menggunakan gledekan berbahan kayu yang dinilai berat dan mudah rusak.
Ia kemudian membaca peluang dengan mengganti material utama menjadi besi dan memodifikasinya agar lebih awet.
"Akhirnya pilih dari bahan besi dan dimodifikasi. Karena lebih kuat, praktis, dan fleksibel," tuturnya saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo di sela-sela membuat rangka gledekan modifikasi di rumahnya.
Hasil karyanya memiliki ciri khas tersendiri. Gledekan modifikasi buatan Soleh memadukan konsep sepeda BMX dengan skateboard.
Bagian setir menggunakan setir sepeda jenis BMX atau MTB. Sedangkan rodanya memanfaatkan laker dan roda karet yang biasa digunakan pada skateboard.
Selain dilengkapi papan sebagai dudukan, gledekan buatannya punya rem permanen berbahan karet yang dapat dioperasikan dengan cara diinjak secara manual.
Seluruh proses pembuatan dilakukan menggunakan mesin las, gerinda, gergaji, amplas, serta peralatan pertukangan lainnya.
"Untuk satu gledekan, lama pembuatannya dari bahan mentah hingga jadi butuh waktu dua sampai tiga hari. Bobotnya per gledekan rata-rata dua sampai lima kilogram lebih," jelasnya.
Ukuran gledekan disesuaikan dengan kebutuhan. Lebarnya rata-rata 20 sentimeter. Untuk tipe single memiliki panjang sekitar 70 sentimeter, sedangkan tipe dobel atau berboncengan mencapai 120 sentimeter.
Menurut Soleh, dimensi panjang, tinggi, dan lebar sangat menentukan kenyamanan. Termasuk kemampuan bermanuver, hingga akselerasi saat digunakan di jalan.
"Berat badan dan postur tubuh pemakai, sangatlah memengaruhi ukuran dan desain gledekan modifikasi. Tentunya dari yang memesan," cetusnya.
Kemampuannya melihat kebutuhan pasar juga membuat Soleh melayani pembuatan gledekan sesuai spesifikasi pemesan. Harga yang ditawarkan berkisar Rp 500 ribu hingga Rp 1,5 juta.
Semuanya bergantung pada spesifikasi serta material yang digunakan. Bahan-bahan tersebut ia peroleh melalui toko online maupun dari wilayah Pandaan dan sekitarnya.
"Material bahannya saya beli dari online, juga ada yang ke Pandaan dan sekitarnya," kata Soleh sambil menyeruput kopi.
Kini gledekan buatan Soleh sudah menjangkau berbagai daerah. Melalui penjualan online, pemesan datang dari Pasuruan, Surabaya, Malang, Sidoarjo, Mojokerto, Semarang, Bogor, hingga Jakarta. Bahkan gledekan modifikasi buatannya pernah dikirim ke luar Pulau Jawa.
"Ke luar pulau juga pernah, seperti ke Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Omzet per bulan rata-rata Rp 5-6 juta," ujarnya.
Tidak hanya membuat gledekan modifikasi, Soleh juga menjual berbagai suku cadang.
Seperti roda dan setir yang dipasarkan secara online. Baginya, usaha ini lahir dari hobi yang kemudian berkembang menjadi peluang tambahan penghasilan.
"Selama ada pesanan gledekan modifikasi, tentu saya terus memproduksi. Karena memang sudah menjadi hobi, sekaligus untuk tambahan penghasilan," ujarnya.
Berangkat dari kegemaran sejak kecil, dipadukan ketekunan belajar secara otodidak dan kemampuan membaca peluang pasar, Soleh Hadi berhasil mengubah permainan tradisional menjadi produk kreatif bernilai ekonomi.
Dari teras rumahnya di Prigen, gledekan modifikasi buatannya kini melaju hingga Kalimantan, Sulawesi, bahkan Papua. (hn)
Editor : Muhammad Fahmi