Berawal dari krisis dan keterbatasan di masa pandemi Covid-19, sistem layanan teknologi informasi SAKTI PLUS bentukan Diskominfo Kabupaten Pasuruan, kini sukses bertransformasi menjadi salah satu inovasi pelayanan publik terbaik daerah. Sistem mandiri ini berhasil meraih Juara 1 dalam ajang INOPAMAS 2026, setelah mampu menghemat anggaran pengembangan hingga 80 persen, karena dibangun sepenuhnya oleh tim internal tanpa pihak ketiga.
MUHAMAD BUSTHOMI, Bangil, Radar Bromo
Inisiatif tersebut dipelopori oleh Ratna Widiawati, Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika Diskominfo Kabupaten Pasuruan.
Saat pembatasan sosial melanda pada Maret 2020, hampir 7.000 ASN di 38 OPD mendadak kehilangan akses tatap muka untuk layanan TIK.
Di bawah arahan Ratna, tim programmer internal bergerak cepat, meluncurkan sistem tiketing digital.
Sederhana, tapi fungsional. Tidak ada vendor yang dilibatkan. Tidak ada lisensi yang dibeli.
Yang ada hanya programmer internal, teknologi sumber terbuka, dan tekanan nyata untuk memberikan solusi.
"SAKTI PLUS menjadi bukti, bahwa tim pemerintah daerah mampu membangun solusi teknologi kelas tinggi dengan sumber daya sendiri, untuk melayani masyarakatnya sendiri," ujar Ratna.
Total biaya pengembangannya pun sangat efisien, yakni hanya sekitar Rp 150 juta.
Sejak resmi diluncurkan dengan lima modul inti pada 2021, SAKTI PLUS terus berevolusi.
Pada 2023, sistem ini melahirkan portal Single Sign-On (SSO) bernama GAPURA EMAS, untuk menyatukan lebih dari 20 aplikasi pemerintahan dalam satu akun.
Memasuki tahun 2026, sistem ini bahkan telah mengintegrasikan AI Bot berbasis Google Gemini, yang dilatih menggunakan ribuan data tiket historis local, untuk menjawab otomatis kendala operasional para ASN.
Kepala Diskominfo Kabupaten Pasuruan, Firdaus Handara, mengapresiasi pendekatan mandiri ini, sebagai bentuk transformasi digital daerah yang adaptif dan berkelanjutan. "Bukan proyek sekali jadi yang berhenti setelah vendor pergi," tegasnya.
Hingga April 2026, SAKTI PLUS tercatat melayani 6.797 pengguna aktif di 38 OPD, 24 kecamatan, hingga 343 desa/kelurahan dengan tingkat uptime sistem mencapai 99,4 persen.
Berkat inovasi ini, waktu penyelesaian layanan administratif pangkas drastis dari lima hari menjadi hanya satu hingga dua hari kerja.
Keberhasilan replikasi dan orisinalitas sistem ini, juga telah dipatenkan lewat Surat Pencatatan Ciptaan dari Kemenkumham pada Mei 2026. Juli 2026, sistem itu meraih Juara 1 Terbaik dalam ajang INOPAMAS 2026 kategori Inovasi Pelayanan Publik.
Inovasi itu tidak berhenti.
Pengembangan berikutnya sudah dalam tahap perencanaan. AI Navigator yang menjadikan Live Chat sebagai satu-satunya pintu masuk, lalu secara cerdas menentukan apakah permintaan itu bisa dijawab otomatis, perlu diteruskan ke petugas, atau masuk kategori layanan khusus. Sistem kolaborasi antar petugas juga akan diperkuat agar staf, kepala bidang, bahkan mitra OPD lain bisa bekerja bersama dalam satu tiket tanpa hambatan hierarki. (one/*)
Editor : Jawanto Arifin