Mengenal Halim Fatkhur Rois, Pelari Maraton dan Trail Run asal Prigen Langganan Ikuti Event Nasional-Internasional

Rizal Syatori • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 23:46 WIB

 

Halim Fatkhur Rois saat mengikuti event lari di Bali. (Dok Pribadi)
Halim Fatkhur Rois saat mengikuti event lari di Bali. (Dok Pribadi)

 

Awalnya Halim Fatkhur Rois berlari untuk menurunkan berat badan dan menjaga kebugaran. Lalu, aktivitas itu menjadi hobi dan berkembang menjadi prestasi. Kini Halim tercatat sebagai atlet maraton dan trail run yang aktif mengikuti event nasional dan internasional.

RIZAL FAHMI SYATORI, Prigen, Radar Bromo

Di sela kesibukannya sebagai asisten sales marketing manager di Royal Senyiur Hotel, Halim Fatkhur Rois memiliki cara sendiri untuk mengisi energi. Bukan dengan bersantai, melainkan berlari menembus jalan raya hingga jalur pegunungan.

 “Lari kini jadi olahraga favorit saya. Saya mulai berlari sejak 2016 dan aktif sampai sekarang,” terang lelaki 35 tahun asal Dusun Jagil, Desa Gambiran, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, itu.

Awalnya, dia hanya ingin menjaga kebugaran. Dengan tinggi badan 176 sentimeter, ia merasa tubuhnya saat itu agak gendut. Halim pun mulai rutin berlatih hingga empat kali dalam sepekan.

Perjalanannya pun tidak instan. Dia mengawalinya dari lari jarak pendek dan menengah. Sekitar 10 hingga 21 kilometer. Hampir setiap latihan, ia menghabiskan waktu minimal dua jam berlari di sekitar rumah hingga Pandaan.

Baca Juga: Trail Run di Hutan Lereng Gunung Arjuno Pasuruan, Temukan Jenazah: Korban Pamitan Buat Kolam Tadah Hujan

“Waktu itu saya milih lari karena olahraga ini fleksibel. Bisa dilakukan kapanpun dan di manapun. Awalnya lari di sekitar rumah, lalu sampai Pandaan,” tuturnya.

Karena bekerja di hotel, waktu latihannya menyesuaikan dengan jadwal kerja. Kadang pagi, siang, sore, bahkan malam hari. Konsistensi itu akhirnya membawanya ke berbagai event lari sejak 2017, mulai tingkat Jawa Timur hingga nasional.

Tahun yang sama menjadi titik penting bagi Halim. Ia memutuskan fokus pada dua nomor yang menantang yakni maraton dan trail run. Untuk maraton, jarak yang ditempuh 42 kilometer. Sedangkan trail run bervariasi, mulai 12 kilometer hingga 102 kilometer.

“Saya merasa cocok di lari maraton dan trail run. Karena itu, saya memutuskan milih dua nomor ini,” katanya.

Hobinya itu membawanya menjelajah berbagai daerah. Event maraton pernah diikutinya di Bali, Jogjakarta, Jakarta, hingga Singapura. Sementara trail run dijalaninya di Rinjani, Arjuno-Welirang, Bromo Tengger Semeru, Merbabu, dan Lawu.

“Untuk event maraton paling berat di Bali, sedangkan trail run di Rinjani. Setahun saya rata-rata ikut event lari tingkat nasional dan internasional hingga lima kali. Baik maraton maupun trail run,” ungkapnya.

Dia pun harus menyiapkan budget khusus hingga jutaan rupiah untuk mengikutiknya. Mulai untuk kebutuhan pendaftaran, akomodasi, transportasi, aparel, sepatu, dan lain-lain.

Bagi Halim, trail run memiliki tantangan lebih berat dibanding maraton. Jalur tanah, tanjakan, turunan, suhu dingin, hingga medan pegunungan menjadi ujian tersendiri. Namun ia tidak mengejar podium.

“Untuk mendapat catatan terbaik versi diri sendiri. Juga meningkatkan jam terbang dan tambah pengalaman,” ujarnya.

Dari lari, Halim tidak hanya mendapatkan kebugaran. Ia juga memperoleh relasi baru yang mendukung pekerjaannya.

Karena itu, anak pertama dari dua bersaudara pasangan Wakhid Musonif dan Ruslin ini bertekad terus berlari. Sebab, olahraga yang dulu sekadar untuk menurunkan berat badan kini telah menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya. (hn)

 

 

Editor : Muhammad Fahmi
maraton hobi pasuruan trail run prigen