Sabtu malam itu di kawasan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Sumber Naga, Kota Probolinggo, terasa berbeda. Klenteng berusia lebih dari 150 tahun itu dipenuhi ratusan warga yang datang untuk menikmati gelaran perdana China Town (Pecinan). Sebuah destinasi wisata budaya dan kuliner baru yang menghidupkan suasana kota.
ARIF MASHUDI, Mayangan – Radar Bromo
Tak hanya dihiasi nuansa budaya Tionghoa, kawasan Pecinan itu juga diramaikan deretan tenan UMKM dengan beragam olahan kuliner. Masyarakat dari berbagai latar belakang agama dan budaya membaur, menikmati hiburan dan suasana hangat di kawasan Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan.
Gemerlap lampion, keramaian pengunjung, hingga aroma makanan yang memenuhi area TITD Sumber Naga menciptakan suasana meriah. Berbagai pertunjukan budaya pun menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat yang datang.
Ketua II TITD Sumber Naga sekaligus panitia kegiatan, Erfan Sutjianto mengatakan, China Town baru pertama kali digelar dan direncanakan berlangsung rutin dua kali setiap bulan. Dimulai pada Sabtu (16/5) pekan lalu. Beragam hiburan budaya lokal juga akan dihadirkan untuk memeriahkan kawasan Pecinan itu.
Baca Juga: Klenteng Sumber Naga Dibangun Putra Kapitan China, Begini Sejarahnya
“Kami menggandeng hiburan lokal daerah seperti Tari Jaranan, campursari, hingga wayang yang nantinya akan mengisi China Town ini. Jadi tidak hanya budaya Tionghoa saja yang ditampilkan,” kata Erfan.
Menurut Erfan, China Town tidak hanya menjadi ruang wisata budaya dan kuliner. Namun juga simbol toleransi dan keharmonisan antarumat beragama di Kota Probolinggo.
“Kalau biasanya Pecinan identik hanya dengan budaya Tionghoa, kami tidak ingin seperti itu. Jangan ada kesan bahwa ini hanya acara orang Kelenteng. Justru kami ingin menumbuhkan dan memupuk toleransi antarumat beragama yang selama ini sangat kuat dan kental di Kota Probolinggo,” tambahnya.
Semangat kebersamaan itu juga terlihat dari keterlibatan pelaku UMKM dari berbagai latar belakang agama dan komunitas. Semua berkumpul dan berkolaborasi dalam keharmonisan dan keguyuban.
“Inilah yang ingin kami ciptakan agar Kota Probolinggo selalu rukun dan damai membaur jadi satu. Di sini kami tidak berbicara suku ras maupun agama, hanya ingin guyub rukun damai inilah yang ingin saya jaga,” tegas Erfan.
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin turut mengapresiasi hadirnya China Town sebagai destinasi budaya dan kuliner baru di Kota Probolinggo. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang hiburan sekaligus mempererat persatuan dalam keberagaman.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari pengurus TITD Sumber Naga dan seluruh pihak yang terlibat. China Town ini menjadi destinasi hiburan baru bagi masyarakat Kota Probolinggo sekaligus wadah mempererat persatuan dalam keberagaman,” kata Dokter Aminuddin.
Ia berharap keberadaan China Town mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM lokal. Bahkan, terus berkembang dan menjadi daya tarik wisata budaya di Kota Probolinggo. (hn)
Editor : Muhammad Fahmi