Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Perjalanan Rest Area Betek Krucil, dari Lahan Kosong, Kini Mampu Gerakkan Ekonomi Warga lewat Sektor Pariwisata

Jamaludin • Kamis, 21 Mei 2026 | 20:09 WIB

Kawasan wisata Rest Area Betek, di Desa Betek, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo. (Istimewa)

Kawasan wisata Rest Area Betek, di Desa Betek, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo. (Istimewa)

Dari sebidang tanah kas desa yang dulu sepi, Rest Area Betek kini berdiri sebagai oase di lereng Gunung Argopuro, Kabupaten Probolinggo. Tempat wisata sekaligus motor penggerak ekonomi warga yang lahir dari semangat Agus Suwanto dan gotong royong masyarakat Desa Betek, Krucil.

JAMALUDIN, Krucil, Radar Bromo

Kawasan Rest Area Betek kini menjadi gerbang penghubung menuju berbagai destinasi wisata di Kecamatan Krucil dan Tiris. Di balik berkembangnya Rest Area Betek, ada sosok Agus Suwanto, figur yang dikenal sebagai penggerak wisata desa.

Bagi Agus, Rest Area Betek bukan sekadar tempat singgah wisatawan. Kawasan ini adalah harapan baru bagi warga desa untuk bangkit melalui sektor wisata dan ekonomi lokal.

Perjalanan pengembangan Rest Area Betek bermula pada tahun 2019. Saat itu, Pemerintah Desa (Pemdes) Betek dan BUMDes setempat melihat potensi tanah kas desa (TKD) yang sebelumnya hanya disewakan kepada masyarakat.

Setelah masa sewa berakhir, muncul gagasan untuk mengubah lahan tersebut menjadi kawasan produktif yang mampu menggerakkan perekonomian desa.

Melihat lokasinya yang strategis di jalur wisata Krucil-Tiris, Agus bersama pemerintah desa mulai mendorong lahirnya area istirahat yang nyaman bagi wisatawan.

Baca Juga: Cerita Warga Betek Probolinggo Lebaran di Negeri Orang; Dentuman Rudal Tak Menyurutkan Semangat Bekerja dan Ibadah

Sebelum melanjutkan perjalanan menuju kawasan wisata pegunungan di wilayah selatan Kabupaten Probolinggo.

“Kalau desa punya potensi dan tidak dikembangkan, maka desa akan tertinggal. Kami ingin Rest Area Betek ini bukan hanya ramai dikunjungi, tetapi juga mampu menghidupkan ekonomi masyarakat,” ujar Agus.

Perjalanan itu tentu tidak mudah. Keterbatasan sumber daya manusia, minimnya kesadaran masyarakat terhadap potensi wisata, hingga persoalan modal menjadi tantangan yang harus dihadapi. Agus juga harus terus memikirkan inovasi agar wisata tetap menarik tanpa kehilangan identitas lokalnya.

Namun di tengah keterbatasan tersebut, Agus tak pernah berhenti mengajak masyarakat untuk terlibat. Bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), ia mendorong warga membuka usaha, mengembangkan UMKM, menjaga kebersihan kawasan, hingga aktif mempromosikan wisata desa melalui media sosial.

Perlahan, dampak ekonomi mulai dirasakan warga. Kehadiran Rest Area Betek membuka peluang kerja baru, menghadirkan usaha kuliner dan kerajinan lokal, serta meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat desa.

Baca Juga: Infrastruktur Dibangun, Akses Transportasi di Desa Betek, Kecamatan Krucil Lebih Baik

Tak hanya fokus pada pengembangan wisata, Agus juga dikenal memiliki kepedulian sosial. Salah satunya dengan memberikan apresiasi kepada karyawan difabel sebagai bentuk dukungan terhadap lingkungan kerja yang inklusif dan memberdayakan.

Dedikasi Agus dalam mengembangkan Rest Area Betek pun mendapat dukungan dari berbagai pihak. Pada tahun 2022, PT POMI dan Paiton Energy mulai memberikan bantuan melalui program CSR untuk mendukung pengembangan kawasan wisata tersebut.

Kolaborasi antara pemerintah desa, BUMDes, Pokdarwis, masyarakat, dan perusahaan terbukti efektif. Ia menjadi kekuatan utama dalam menjaga keberlangsungan Rest Area Betek sebagai wisata desa berbasis pemberdayaan masyarakat.

Kini, Rest Area Betek tak hanya dikenal sebagai tempat beristirahat. Kawasan ini telah menjadi simbol semangat masyarakat desa dalam membangun kemandirian ekonomi melalui sektor wisata.

Banyak pengunjung datang menikmati secangkir kopi di sore hari. Sambil memandang panorama pegunungan dan terasering yang menenangkan.

Suasana asri, udara sejuk, dan hangatnya interaksi masyarakat desa menghadirkan pengalaman yang membuat wisatawan ingin kembali datang. Bahkan, kawasan ini juga pernah menjadi lokasi persinggahan sejumlah tamu penting yang menikmati suasana khas pedesaan dengan panorama alam yang menenangkan.

Bagi Agus, keberhasilan wisata desa bukan diukur dari megahnya bangunan. Melainkan dari seberapa besar manfaat yang bisa dirasakan masyarakat.

“Wisata desa harus bisa menjadi penggerak ekonomi masyarakat, membuat desa semakin dikenal, dan membawa desa menuju kemandirian,” tegasnya.

Rest Area Betek juga bisa menjadi alternatif destinasi bagi wisatawan yang ingin menghilangkan penat dari rutinitas dan menjauhi hiruk pikuk atau keramaian kota.

“Datanglah bukan hanya untuk melihat tempatnya, tetapi untuk merasakan ketenangan yang ada di dalamnya. Biarkan alam menyambutmu, jauh dari hiruk pikuk agar hati dan pikiran kembali damai,” pesannya.

Dengan semangat perjuangan dan kolaborasi yang terus dijaga, Agus Suwanto ingin membuktikan bahwa dari sebuah desa kecil di lereng Gunung Argopuro, lahir harapan besar. Tentang wisata desa yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. (hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#argopuro #wisata #Rest Area Betek #probolinggo #krucil