Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kartini Masa Kini: dr Yessi Rahmawati, Menjadi Penggerak Transformasi RSUD Waluyo Jati

Jamaludin • Senin, 20 April 2026 | 22:44 WIB
Dr. dr. Hj. Yessi Rahmawati, Sp.OG (K)., M.H., M.Kes., CMC., FISQua.
Direktur RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo
Dr. dr. Hj. Yessi Rahmawati, Sp.OG (K)., M.H., M.Kes., CMC., FISQua. Direktur RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo. (Istimewa)

KAUM perempuan kini semakin leluasa menempuh pendidikan tinggi. Banyak pula yang berhasil menduduki posisi penting di berbagai institusi. Salah satunya, Dr. dr. Hj. Yessi Rahmawati, Sp.OG (K)., M.H., M.Kes., CMC., FISQua., Direktur RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo, yang dikenal memilki tekad dan determinasi kuat.

Perempuan tidak seharusnya hanya dinilai dari fisik. Termasuk untuk memimpin suatu institusi medis (kesehatan). Pemimpin harus memiliki intelektualitas tinggi serta kemampuan manajerial dan kepemimpinan yang baik. Hal tersebut juga dimiliki kaum perempuan. Pernyataan ini disampaikan oleh dr. Yessi.

“Saya tidak ingin perempuan hanya dinilai cantik atau rampingnya saja. Tapi saya ingin orang-orang bisa menghargai intelektual, cara pandang, bahkan kepemimpinan dari seorang perempuan,” ujarnya.

Pandangan itu selaras dengan arah pengembangan RSUD Waluyo Jati sebagai Rumah Sakit Umum Kelas B di Probolinggo. Rumah sakit yang kini bertransformasi dengan mengedepankan layanan yang humanis dan berkelanjutan.

Berdasarkan Perbup Nomor 19/2021, rumah sakit ini memiliki otonomi dalam pengelolaan keuangan serta sumber daya manusia. Karena itu, membuka ruang lebih luas bagi penguatan inovasi dan peningkatan kualitas pelayanan.

Dengan latar belakang akademik yang dimiliki, dr. Yessi berkomitmen membawa berbagai inovasi dan strategi untuk menjadikan RSUD Waluyo Jati sebagai pusat pelayanan kesehatan yang unggul dan berdaya saing.

“Keberhasilan inovasi tidak hanya bertumpu pada ide tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen rumah sakit. Karena itu, saya menekankan pentingnya kerja tim dalam menghadirkan layanan terbaik,” katanya.

Sejak menjabat pada 2024, ia terus melakukan pembenahan melalui konsep pelayanan BUGARR (Bersih, Unggul, Gerak Cepat, Aman, Ramah, dan Rapi) dengan dukungan tim HEBATT (Humanis, Efektif, Berkualitas, Amanah, Teliti, dan Tepercaya). Ia juga mengusung slogan Setia Melayani Pasien dan Keluarga.

Penguatan budaya kerja tersebut kini semakin diperkaya dengan semangat MELESATT. Yakni, Mendunia, Empati Tinggi, Layanan Prima, Efektif dan Efisien, Sejahtera, Akuntabel, Transparan, serta Terukur. “Seluruh nilai ini menjadi fondasi penting dalam membangun RSUD Waluyo Jati, sebagai rumah sakit yang modern, humanis, profesional, dan berdaya saing,” katanya.

RSUD Waluyo Jati juga siap mendukung program strategis Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo dalam mewujudkan Kabupaten Probolinggo SAE. Khususnya pada sektor layanan kesehatan. Semangat SAE yang bermakna Sejahtera, Amanah, Religius, dan Eksis Berdaya Saing, menjadi arah bersama dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas, terjangkau, berintegritas, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat Kabupaten Probolinggo secara berkelanjutan.

Dalam pengembangan layanan, dr. Yessi akan berupaya menjadikan RSUD Waluyo Jati sebagai role model pelaksanaan BPJS yang profesional, efisien, dan memuaskan pasien melalui peningkatan SDM, teknologi informasi, serta koordinasi lintas unit.

“Selanjutnya, yaitu melakukan inovasi dalam pelayanan obstetri dan ginekologi. Saya ingin mengembangkan pelayanan yang lebih ramah pasien, baik melalui penerapan teknologi terkini, program deteksi dini, maupun pengembangan layanan berbasis komunitas. Seperti edukasi kesehatan reproduksi,” katanya.

Pemanfaatan teknologi digital juga terus ditekankan di RSUD Waluyo Jati. Seperti telemedicine dan rekam medis elektronik yang lebih efektif untuk memperluas akses layanan dan meningkatkan efisiensi operasional rumah sakit.

“Juga akan membuka jalan bagi RSUD Waluyo Jati menjadi pusat penelitian medis yang terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus meningkatkan citra dan daya saing rumah sakit,” ujarnya. (uno/rud/*)

 

DUKUNGAN: Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris berfoto bersama saat mengunjungi ruang NICU.
DUKUNGAN: Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris berfoto bersama saat mengunjungi ruang NICU. (Dokumen Radar Bromo)

 

Jenjang Pendidikan Kedokteran

·      S-1 Dokter Umum dan Profesi Dokter

·      Dokter Spesialis 1 Ilmu Kebidanan dan Kandungan (Sp.OG)

·      Subspesialis (SP-2) Ilmu Kedokteran Obstetri Ginekologi Sosial

·      Magister Hukum Kesehatan

·      Magister Kesehatan Peminatan Administrasi Rumah Sakit

·      Doktoral (S-3) Fakultas Kedokteran

 

Organisasi/Jabatan:

·      Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Probolinggo (2017–2024)

·      Ketua MKEK IDI Cabang Kabupaten Probolinggo

·      Sekretaris II IDI Wilayah Jawa Timur

·      Ketua PERSI Pantura Timur

·      Anggota Medikolegal PERSI Jawa Timur

·      Ketua POGI Malang

·      Ketua PERWATUSI Kabupaten Probolinggo

·      Trainer DKT Indonesia

·      Anggota Kolegium Obstetri dan Ginekologi

·      Surveior Akreditasi Rumah Sakit

Atas dedikasinya dalam memperkuat tata kelola rumah sakit dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, tahun ini Dr. dr. Yessi diganjar penghargaan nasional. Yakni, Inspiring Professional & Leadership Winner Award 2026 di Jakarta beberapa waktu lalu.

Editor : Fahreza Nuraga
#yessy #Waluyo Jati #Direktur #kartini