Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Cerita Pelajar SMAN 4 Probolinggo Raih Juara Tiga Olimpiade PMR Online Nasional (OPON)

Inneke Agustin • Senin, 6 April 2026 | 20:30 WIB

 

Birhamullah Ario Wicaksono, 16, siswa kelas XE SMA Negeri 4 Probolinggo mendapat Juara 3 Olimpiade PMR Online Nasional (OPON), Sabtu (7/2).
Birhamullah Ario Wicaksono, 16, siswa kelas XE SMA Negeri 4 Probolinggo mendapat Juara 3 Olimpiade PMR Online Nasional (OPON), Sabtu (7/2).

 

Palang Merah Remaja (PMR) bagi Birhamulloh Ario Wicaksono bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan yang dia ikuti sejak SMP itu menjadi ruang tumbuh, tempat empati diasah, pengetahuan dirajut, dan mimpi perlahan disulam.

Kini, ketekunan itu berbuah manis. Siswa kelas XE SMA Negeri 4 Probolinggo tersebut meraih Juara III Olimpiade PMR Online Nasional (OPON) yang digelar Sabtu, 7 Februari 2026.

INNEKE AGUSTIN, Kanigaran, Radar Bromo.

Langkah Birham menapaki dunia PMR dimulai sejak kelas 7 SMP. Ketertarikannya tumbuh sederhana—dari rasa senang yang perlahan berubah menjadi kecintaan. Baginya, PMR bukan hanya tentang balutan perban atau teori kepalangmerahan. Namun tentang pengalaman yang hidup dan bermakna.

“Rasanya seru dan saya merasa cocok. Akhirnya saya memilih untuk terus melanjutkan sampai sekarang,” tuturnya.

Tahun ini, OPON hadir dengan mengusung tema “PMR Kreatif, Indonesia Inspiratif.” Sebuah tajuk yang seolah mencerminkan perjalanan Birham sendiri: kreatif dalam belajar dan menginspirasi melalui prestasi.

Kompetisi ini dibuka sejak 1 Desember 2025 hingga 31 Januari 2026. Dilanjutkan dengan technical meeting di hari terakhir Januari, simulasi pada 1 Februari hingga mencapai puncaknya di babak final pada 7 Februari.

Tak tanggung-tanggung, ajang ini diikuti oleh 1.879 peserta dari 337 sekolah. Mereka berasal dari 87 kabupaten/kota di 21 provinsi di seluruh Indonesia. Ada pun kepesertaan terbagi dalam tiga jenjang: PMR Mula, Madya, dan Wira.

Kategori terakhir menjadi yang paling padat peserta. Di tengah lautan kompetitor itulah, Birham berdiri, membawa tekad yang tak kalah besar.

Pada babak final, materi kepalangmerahan menjadi medan uji. Dilaksanakan secara daring, peserta diawasi melalui zoom.

Pengerjaan soal dilakukan pada laman khusus yang disediakan panitia. Ketelitian, kepatuhan pada aturan, serta kecepatan menjawab menjadi penentu kemenangan.

Seharian penuh Birham menatap layar, sejak pagi hingga senja merambat. Bahkan, di waktu yang hampir bersamaan, ia dihadapkan pada pilihan sulit. Lomba Bantara yang juga digelar pada 6-7 Februari harus ia lepaskan.

“Saya memilih fokus di OPON ini,” ujar remaja asal Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok tersebut.

Persiapan Birham terbilang matang namun tetap sederhana. Ia kembali membuka lembar demi lembar materi PMR yang telah akrab sejak SMP. Pengetahuan dasar yang telah tertanam menjadi bekal yang meringankan langkahnya. Lalu untuk istilah-istilah yang masih terasa asing, ia tak ragu menggali lebih dalam.

Meski demikian, jalan menuju prestasi tak selalu mulus. Birham mengakui, tantangan terbesar justru datang dari dalam dirinya sendiri. Rasa jenuh kerap menyelinap saat harus berlama-lama menatap layar.

 Belum lagi kendala teknis berupa bug yang sempat mengganggu jalannya lomba. Namun semua itu berhasil dilalui dengan sabar. “Alhamdulillah bisa diatasi,” katanya.

Bagi Birham, capaian ini bukanlah garis akhir. Ia justru melihatnya sebagai gerbang menuju peluang-peluang berikutnya.

Ke depan, ia bertekad untuk terus mengikuti berbagai kompetisi demi menambah jejak prestasi—sebagai bekal menapaki perguruan tinggi impian. Ia pun aktif mencari informasi lomba, baik melalui internet, sekolah, maupun guru.

“Kalau ada kesempatan dan saya mampu, pasti akan saya ambil. Karena kesempatan itu jarang datang dua kali,” ucapnya, penuh keyakinan.

Di balik layar gawai dan tumpukan materi yang dipelajari, Birham telah membuktikan bahwa ketekunan yang dijaga sejak dini mampu menuntun pada pencapaian yang berarti. Seperti denyut nadi yang setia berdetak, semangatnya pun terus hidup dan mengalir. (hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#pmr #sman 4 probolinggo #siswa #olimpiade