Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ada Puluhan Warga Kota Pasuruan jadi Pekerja Migran Sepanjang 2025, Jumlahnya Naik dari Tahun Sebelumnya

Fahrizal Firmani • Senin, 30 Maret 2026 | 09:54 WIB
ILUSTRASI
ILUSTRASI

 

PASURUAN, Radar Bromo-Bekerja di luar negeri ternyata masih cukup diminati oleh warga di Kota Pasuruan. Sedikitnya ada 26 orang yang memilih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI) sepanjang tahun lalu. Tujuannya adalah negara asia. Rata rata bekerja di sektor informal.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UMKM Kota Pasuruan, Muhammad Fakih menyebut, jumlah warga kota yang menjadi PMI meningkat. Pada 2024 lalu, hanya 17 orang. Sementara tahun 2025, ada sebanyak 26 orang.

"Jumlah warga kota Pasuruan yang menjadi PMI meningkat. Bertambah sembilan orang. Tahun 2024 hanya 17 orang, sementara 2025 sebanyak 26 orang," katanya.

Negara tujuan mereka adalah Malaysia, Taiwan dan Singapura. Alasannya negara ini bebas visa.

Mereka yang menjadi PMI bekerja di sektor informal, mulai dari pengasuh anak hingga pelayan rumah makan. Rata-rata mereka beralasan ingin memperbaiki ekonomi.

Fakih menjelaskan, agar bisa bekerja di luar negeri dengan dua cara.

Mencari agen penyalur atau bisa tanya ke dinas tenaga kerja, koperasi dan UMKM mengetahui perusahaan penyalur yang memang resmi. Dan rata rata yang menjadi PMI ini bertanya langsung melalui dinas tenaga kerja.

Syarat agar bisa menjadi TKI adalah berusia kerja mulai umur 18 tahun sampai 50 tahun. Bisa berbahasa asing, diutamakan menguasai bahasa Inggris. Bahasa negara asal menjadi nilai tambah bagi yang melamar.

"Jika tidak tahu agen penyalur mana yang resmi, lebih baik tanya langsung disnaker, agar aman dan terpercaya. Kami akan beri rekomendasi,” jelas Fakih. (riz/fun)

Editor : Abdul Wahid
#pekerja #pekerja migran #tki