Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Inilah Inovator Terbaik Reka Karsa Cipta 2025 Kota Pasuruan, Seperti Apa Inovasi Mereka?

Fahrizal Firmani • Selasa, 23 Desember 2025 | 14:25 WIB
PUNYA TEROBOSAN: Para peraih inovator terbaik saat awarding Reka Karsa Cipta (RKC) 2025 bersama wali kota Pasuruan, wawali M Nawawi dan Kepala Bappelitbangda.
PUNYA TEROBOSAN: Para peraih inovator terbaik saat awarding Reka Karsa Cipta (RKC) 2025 bersama wali kota Pasuruan, wawali M Nawawi dan Kepala Bappelitbangda.

Reka Karsa Cipta (RKC) sudah memasuki tahun ketiga pelaksanaannya. Di tahun 2025, ada tiga inovasi yang terpilih menjadi terbaik di tiga kategori. Inovasi Si Gesit Membahana oleh Dinas Kesehatan, teman si dorang dari SDN Tapaan I serta rumah kreatif yang diciptakan Ahmad Khusaeri keluar sebagai pemenang.

FAHRIZAL FIRMANI, Pasuruan, Radar Bromo

Inovasi Teman Si Dorang oleh SDN Tapaan 1 menjadi yang terbaik dalam kategori bidang pendidikan. Inovasi ini bermula pada 2024, singkatan dari sistem layanan pengaduan siswa dan orang tua. Bertujuan menjembatani siswa dan orang tua.

Awalnya saat dibuat pertama kali, yang bisa dilaporkan hanya masalah perundungan atau bullying.

Stan Si Dorang saat didatangi Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo dan Wawali M Nawawi.
Stan Si Dorang saat didatangi Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo dan Wawali M Nawawi.

Itupun terbatas oleh siswa sebab pengaduan hanya bisa fisik. Dengan menuliskan keluhan san dimasukkan ke dslam kotak teman si dorang.

Sejak 2024, inovasi ini menjadi lebih luas. Tidak hanya bisa mengadukan secara fisik tapi juga secara digital melalui aplikasi Si Dorang. Orang tua juga bisa ikut melakukan pengaduan. Kini ada lima kategori masalah yang bisa dilaporkan ke sekolah.

"Ada laporan pembelajaran, fasilitas, perundungan, administrasi atau laporan lainnya. Ortu bisa menyampaikan secara digital, siswa bebas mau digital atau fisik," jelas Rini Widiyanti, pencetus ide inovasi ini.

Rini menyebut, setiap harinya ada lima hingga 10 laporan yang diterima. Paling banyak perundungan dan menjelekkan orang tua.

Ada dua solusi yang diberikan. Siswa akan dipertemukan dengan guru pembimbing dan konselor. Jika tidak bisa, maka akan dilaporkan ke kepala sekolah.

"Kepala sekolah inilah yang akan membantu menangani, misal karena siswa itu tidak nyaman dengan guru yang bersangkutan," jelas Rini.

Adapula inovasi rumah kreatif yang terpilih menjadi yang terbaik dalam kategori masyarakat umum.

Stan Rumah Kreatif saat didatangi Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo dan Wawali M Nawawi.
Stan Rumah Kreatif saat didatangi Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo dan Wawali M Nawawi.

Inovasi ini bermula dari keresahan Achmad Khusaeri dengan banyaknya sampah di wilayah Ngemplakrejo. Banyak masyarakat yang punya kebiasaan membuang sampah sembarangan.

Dia lalu mengajak pemuda Karang Taruna (kartar) setempat mengumpulkan barang bekas. Barang yang bagus disulap menjadi kerajinan sementara yang jelek dijual ke tukang barang bekas.

Ia berhasil membuat pot bunga yang terbuat dsri botol mineral, adapula gantungan kunci yang terbuat dari bagian tutup botol mineral.

"Kami juga mengolah kardus bekas dan disulap memjadi figura foto hingga akuarium hiasan. Adapula tempat pensil dari gelendong kain," jelasnya.

Kebiasaan ini dimulai sejsk 2020 silam. Dari sini banyak sekolah dasar (SD) setempat yang tertarik bekerja sama. Setiap bulannya, ada saja siswa SD yang datang untuk berlatih cara membuat kerajinan dari barang bekas.

Pihaknya juga menggandeng masyarakat setempat agar jika ada barang bekas tidak terpakai bisa diberikan pada karang taruna.

"Kami juga ada cooking class. Menggandeng masyarakat setempat. Dengan kebiasaan ini, lingkungan ngemplak menjadi lebih asri," jelas Khusaeri.

Terakhir, ada inovasi Sigesit Membahana. Inovasi ini dibuat oleh DInas Kesehatan (dinkes) pada 2024 untuk memudahkan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) mengurus sistem layanan higien dan sanitasi (SLHS). Pelaku UMKM tinggal mengunduh aplikasi menggunakan barcode yang tersedia di puskesmas dsn kantor dinkes.

SIgesit Membahana presentasi di hadapan daqan juri saat kunjungan lapangan.
SIgesit Membahana presentasi di hadapan daqan juri saat kunjungan lapangan.

"Mereka tidak perlu repot repot datang ke kantor dinkes untuk mengurus layak higien dan sanitasi. Bisa mengajukan lewat aplikasi si gesit," kata ketua tim kerja (katim) kesehatan lingkungan, Dwi Lestari.

Namun berjalannya waktu, rupanya hal ini tidak mudah. Sebab banyak masyarakat yang tidak paham cara mengunduh atau menggunakan aplikasi. Karena itu inovasi ini berubah menjadi inovasi si gesit membahana. Petugas dinkes datang ke kelurahan. Mereka melakukan sosialisasi bersamaan dengan kegiatan penyuluhan.

"Dan Alhmadulillah, inovasi ini memudahkan. Sebelum ada inovasi ini, pengajuan cuma tujuh setiap tahunnya. Sekarang bisa di atas 10," sebut Dwi.

RKC adalah kegiatan Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Pasuruan. Sebagai lomba inovasi, Bappelitbangda berharap, banyak inovator makin bermunculan setiap tahun. Di tahun 2024 dan 2025, Bappelitbangda bekerjasama dengan Jawa Pos Radar Bromo.

Siti Rochana selaku kepala Bappelitbangda berharap, RKC harus menjadi inspirasi dan motivasi bagi warga Kota Pasuruan. Karena inovasi tercipta sebagai solusi. (fun)

Editor : Fandi Armanto
#Bappelitbangda #Reka Karsa Cipta #pemkot pasuruan #Lomba Inovasi Daerah dan Aplikasi Riset se-Sulut