Sekolah Menengan Pertama Insan Terpadu (SMPIT) Permata Kota Probolinggo sudah menerapkan makan siang bersama semenjak ada program full day.
Dengan harapan, siswa tetap semangat dan maksimal mengikuti kegiatan belajar di sekolah hingga akhir.
Seluruh siswa selalu antusias meski meski makan siang hanya disediakan sekolah selama tiga hari, yaitu Selasa, Rabu dan Jumat.
Sedangkan Senin dan Kamis, tidak ada makan siang karena semua siswa berpuasa sunah.
Kepala SMPIT Permata Kota Probolinggo, Fitry Widyarini mengatakan, sekolahnya Probolinggo, sudah menerapkan makan siang bagi siswa jauh sebelum adanya pogram Makan Bergizi Gratis (MBG). Bahkan, nutrisi dan gizi makan siang disajikan juga dijamin.
“Sejak adanya pogram full day di sekolah, kami mulai menerapkan makan siang di sekolah bagi siswa. Sehingga, ratusan siswa yang belajar sekolah hingga sore hari, dipastikan makan siangnya terjaga,” katanya.
Makan siang di sekolah, dikatakan Fitry, tidak mengganggu jam belajar siswa. Sebab, makan siang itu dijadwalkan saat jam istirahat siang selepas salat zuhur berjamaah.
Namun, pemberian makan siang hanya 3 hari, Selasa,Rabu dan Jumat. Sedangkan tiap Senin dan Kamis, mayoritas siswa puasa sunnah.
“Alhamdulillah anak-anak memang sudah terbiasa puasa sunnah Senin dan Kamis,” ujarnya.
Fitri menambahkan, di sekolahnya jumlah siswa kini ada 93 anak. Semuanya telah mengikuti program makan siang dengan baik.
Dipastikan semua siswa menikmati makan sehat yang disediakan. Karena menu makan siang dipastikan dijaga dan tentunya yang sehat, bergizi.
Lalu jika nanti MBG diwajibkan di semua sekolah, apa yang akan dilakukan SMP IT Permata Probolinggo?
”Program ini sudah ada dari awal. Kami tidak tahu pasti program MBG seperti apa. Kami tidak ingin aturan di sekolah berubah karena MBG yang baru, akan dimulai,” terangnya. (mas/fun)
Editor : Abdul Wahid